Web framework adalah kerangka kerja software yang digunakan untuk membangun dan mengembangkan aplikasi maupun website.
Umumnya, kerangka kerja ini menyediakan berbagai fitur yang bisa mendukung pengembangan aplikasi atau website, seperti:
Dengan menggunakan web framework, developer tidak perlu membangun seluruh komponen website dari awal. Alhasil, terjadi efisiensi waktu, biaya, dan tenaga dalam pengejaannya.
Dalam pengembangan website, terdapat dua jenis bahasa pemrograman yang umumnya digunakan yaitu framework dan native. Adapun perbedaan keduanya adalah:
Kerjangka kerja ini memiliki sejumlah manfaat yang signifikan dalam pengembangan website. Berikut ini beberapa di antaranya:
Web framework menyediakan struktur kerja serta komponen siap pakai. Hal ini sangat memudahkan developer ketika:
Dengan demikian, developer dapat fokus untuk mempercepat proses pengembangan bisnis.
Manfaat lain dari penggunaan web framework adalah kemudahan dalam debugging dan pemeliharaan aplikasi.
Hal ini disebabkan karena kerangka kerja ini dilengkapi fitur yang mampu menemukan dan memperbaiki kesalahan serta memonitor performa aplikasi.
Contoh fitur yang biasa terdapat pada framework tersebut adalah debugging, logging, dan pemantauan aplikasi.
Dengan menggunakan fitur-fitur tersebut, pemeliharaan aplikasi akan menjadi lebih mudah karena struktur yang terorganisir dalam framework.
Dengan menggunakan web framework, developer dapat mengurangi jumlah kode yang harus ditulis.
Selain itu, penggunaan konvensi dan pola desain dalam kerangka kerja ini juga membantu mengurangi panjang kode.
Salah satu fitur unggulan web framework adalah integrasi dengan basis data. Developer bisa mengakses basis data melalui ORM (object-relational mapping).
Dibandingkan dengan menulis query SQL secara manual, mengakses database melalui basis data jauh lebih mudah dan cepat untuk dilakukan.
Di samping itu, dalam kerangka kerja ini biasanya juga dilengkapi dengan fitur migrasi database untuk memudahkan pengelolaan perubahan skema database dan menjaga konsistensi struktur data.
Website harus memiliki keamanan yang kuat agar terlindung dari serangan CSRF (cross-site request forgery), XSS (cross-site scripting), dan SQL injection
Untuk mencapai hal tersebut, menggunakan web framework merupakan langkah yang tepat. Hal ini disebabkan kerangka kerja ini dilengkapi keamanan bawaan yang mumpuni.
Selain itu, framework ini juga menyediakan alat bantu untuk validasi input pengguna, otentikasi pengguna, dan pengelolaan izin akses yang bisa meningkatkan keamanan website dengan lebih mudah dan efisien.
Web framework dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu backend framework dan frontend framework. Berikut penjelasannya masing-masing
Jenis framework ini dirancang khusus untuk mengemabangkan server.
Backend framework biasanya dilengkapi dengan tool dan komponen yang bisa digunakan developer untuk mengatur logika bisnis, mengakses basis data, mengelola permintaan HTTP, serta membangun API.
Terdapat beberapa backend framework yang sering digunakan, seperti:
Berbeda dengan jenis sebelumnya, frontend framework adalah web framework yang digunakan untuk mengembangkan tampilan dan interaksi pengguna dalam aplikasi web.
Framework ini menyediakan komponen-komponen UI siap pakai, alat bantu untuk manajemen state, dan kemampuan koneksi dengan backend melalui API.
Terdapat beberapa frontend framework yang populer di kalangan developer, meliputi:

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami