Kami menggunakan cookies

Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..

SEO Tools

Ekstensi Chrome baru dari cmlabs! Hanya untuk Anda

Cek sekarang
announcement icon
👍
Dimana Anda dapat melihat hasil karya kami?
Tempat kecil membuat kombinasi, namun persilangan yang terjadi didalamnya tidak memberikan banyak kombinasi. Jadi, berhati-hatilah dalam membuat justifikasi, terutama SEO.

OSI Layers: Pengertian dan Fungsi 7 Lapisan OSI Model

Terakhir diperbarui: Jun 20, 2024

Apa itu OSI Layer?

OSI, atau Open System Interconnection, adalah model yang dibuat oleh International Organization for Standardization agar sistem komputer bisa berkomunikasi dengan protokol standar.

Di sisi lain, OSI layer adalah lapisan spesifik pada sistem tersebut yang memiliki fungsinya masing-masing. 7 lapisan OSI akan bekerja secara bersama-sama untuk mengirim data dari satu orang ke orang lainnya di seluruh dunia. 

OSI model memberikan landasan teoritis untuk memahami komunikasi jaringan, tetapi tidak diimplementasikan secara langsung pada perangkat-perangkat yang ada. 

Sebaliknya, protokol dan teknologi tertentu sering dirancang berdasarkan prinsip-prinsip yang diuraikan dalam OSI model untuk memfasilitasi transmisi data dan operasi jaringan yang efisien.

Lantas, mengapa OSI layers penting? OSI model berguna untuk menemukan permasalahan jaringan, meskipun memang sudah tidak diikuti oleh internet saat ini. 

OSI model bisa membedah permasalahan mengapa sebuah perangkat tidak bisa tersambung dengan internet dan menyelesaikannya. 

Jika masalahnya dapat dipersempit ke satu lapisan model tertentu, Anda dapat menghemat tenaga dan waktu dengan tidak mengerjakan hal yang tidak perlu. 

 

Layer OSI dan Penjelasannya

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, OSI memiliki 7 lapisan yang bekerja sesuai fungsinya. Berikut adalah lapisan OSI dari urutan 1 hingga 7. 

 

1. Physical Layer

Lapisan OSI layers yang pertama adalah Physical Layer, di mana lapisan ini terletak pada posisi terendah dari 7 lapisan OSI. 

Lapisan ini bertanggung jawab atas koneksi fisik dari perangkat-perangkat dan mengandung informasi dalam bentuk bits

Bits-bits individu tersebut akan ditransmisikan dari satu node ke node lainnya. Kemudian, ketika lapisan ini menerima data, ia akan mengubah sinyal dari 0 menjadi 1 dan mengirimkannya ke lapisan Data Link (lapisan yang menyatukan frame tersebut).

Physical Layer dari kedua perangkat juga harus menyetujui konvensi sinyal sehingga angka 1 dapat dibedakan dari angka 0 pada kedua perangkat.

Adapun fungsi Physical Layer lainnya adalah:

  • Mendefinisikan bagaimana data mengalir di antara dua perangkat yang terhubung. 
  • Menentukan bagaimana node atau perangkat yang berbeda diatur pada sebuah jaringan. 
  • Mendefinisikan transmission rate. 
  • Menyinkronisasi bits dengan menyediakan clock yang mengontrol pengirim dan penerima. 

 

Contoh perangkat Physical Layer adalah kabel, modem, hub, dan lain sebagainya. Physical Layer juga biasa disebut Lower Layer atau Hardware Layer.

 

2. Data Link Layer (DLL)

OSI layers selanjutnya adalah Data Link Layer yang bertanggung jawab untuk mengantarkan data dari node satu ke node lainnya pada jaringan yang sama. Adapun contoh perangkat DLL adalah switch dan bridge.

DLL mendapatkan packet dari Network Layer dan membuatnya menjadi bagian-bagian kecil bernama frame

Lapisan ini memastikan bahwa data dapat dikirimkan antarnode tanpa masalah. Kemudian, ketika data sampai pada sebuah jaringan, DLL bertanggung jawab untuk mentransmisikannya ke host menggunakan alamat MAC. 

DLL memiliki sublayer lainnya, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC). Adapun fungsi lainnya dari DLL adalah sebagai berikut:

  • Sublayer MAC memastikan perangkat mana yang memiliki kontrol atas sebuah saluran ketika sebuah saluran komunikasi tunggal dibagikan ke banyak perangkat. 
  • Mengontrol aliran dengan mengoordinasikan jumlah data yang dapat dikirim.
  • Memastikan kecepatan data tetap konstan di kedua sisi agar data tidak rusak. 
  • Mendeteksi dan mengirimkan ulang frame yang rusak atau hilang. 
  • Menambahkan alamat MAC penerima dan/atau pengirim pada header dari setiap frame
  • Menyediakan cara mentransfer bits kepada penerima. 

 

3. Network Layer

Network Layer adalah OSI layers selanjutnya yang mengatur transmisi data dari satu host ke host lain yang berada pada jaringan berbeda. Network Layer juga bertanggung jawab atas lalu lintas packet, seperti memilih rute tercepat agar packet bisa sampai ke tujuan. 

Beberapa contoh perangkat Network Layer adalah router dan switch. Lapisan ini juga memiliki fungsi lain, seperti:

  • Menentukan skema addressing untuk mengidentifikasi perangkat internetwork yang berbeda. Perangkat yang beredar pada jaringan memiliki alamat IP yang berbeda, yang kemudian ditempatkan pada header oleh Network Layer.
  • Menentukan rute yang sesuai (routing).
  • Memecah segment dari Transport Layer menjadi bagian-bagian kecil bernama packet, kemudian menyatukannya kembali saat packet sudah sampai di perangkat penerima.  

 

4. Transport Layer

Lapisan keempat dari 7 OSI layers adalah Transport Layer. Lapisan ini bertugas untuk memberikan layanan ke Application Layer dan menerima layanan dari Network Layer. Contoh perangkat Transport Layer adalah Transmission Control Protocol (TCP), User Datagram Protocol (UDP), dan lain-lain. 

Transport Layer dioperasikan oleh sistem operasi dan berkomunikasi dengan Application Layer. Adapun fungsi lainnya dari Transport Layer adalah sebagai berikut:

  • Menyampaikan data secara end-to-end
  • Menentukan keberhasilan transmisi data dan mengirimkannya kembali jika terdapat kesalahan (flow and error control). 
  • Pada sisi pengirim, Transport Layer berfungsi menerima data dari Session Layer dan melakukan segmentation (memecah data menjadi bagian kecil).
  • Pada sisi penerima, Transport Layer menerima data dan menyatukannya kembali. Lapisan ini juga menambahkan nomor port sumber dan tujuan pada header.
  • Menentukan alamat service point address agar data dapat terkirim ke tujuan yang tepat. 

 

5. Session Layer

Selanjutnya, Session Layer adalah lapisan OSI layers yang bertanggung jawab untuk membuat koneksi, mempertahankan sesi, melakukan autentifikasi, dan memastikan keamanan. Secara umum, fungsi lapisan ini adalah membuka dan menutup koneksi dari dua perangkat.

Waktu terbuka dan tertutupnya koneksi disebut dengan session. Lapisan ini memastikan bahwa koneksi memiliki waktu yang cukup untuk terbuka sehingga transmisi data bisa berjalan lancar, kemudian menutupnya agar tidak ada sumber daya yang terbuang sia-sia. 

Tidak hanya itu, fungsi OSI layers ini adalah sebagai berikut:

  • Membuat, menggunakan, dan mengakhiri koneksi. 
  • Menambahkan pos pemeriksaan, yang mana adalah titik sinkronisasi data. Titik ini dapat mengidentifikasi kesalahan sehingga data dapat disinkronisasi ulang, memastikan bahwa hulu pesan tidak terpotong sebelum waktunya, dan memastikan data tidak hilang. 
  • Memfasilitasi dua sistem untuk berkomunikasi. 

 

6. Presentation Layer

OSI layers ini mengekstraksi data dan mengubahnya ke format yang dibutuhkan. Singkatnya, Presentation Layer mempersiapkan data agar bisa digunakan oleh Application Layer

Lapisan ini bertugas untuk menerjemahkan, mengenkripsi, dan mengompresi data. Enkripsi data adalah proses penerjemahan data ke format kode. Data yang terenkripsi disebut ciphertext dan data yang didekripsi adalah plaintext

Sementara itu, fungsi kompresi data adalah mengurangi jumlah bits yang harus ditransmisikan pada jaringan. 

 

7. Application Layer

OSI layers terakhir dan terletak pada puncak lapisan adalah Application Layer. Lapisan ini memproduksi data yang akan dikirimkan ke seluruh jaringan.  

Lapisan ini juga memungkinkan aplikasi mengakses jaringan dan memberikan informasi kepada pengguna.

Lapisan ini adalah satu-satunya lapisan yang berinteraksi dengan pengguna. Contoh perangkatnya adalah peramban. Lapisan ini memiliki protokol, seperti HTTP dan SMTP (Simple Mail Transfer Protocol, protokol untuk komunikasi email).

Mitra kami yang berharga
Aliansi strategis ini memungkinkan kami untuk menawarkan kepada klien-klien kami berbagai solusi inovatif SEO dan pelayanan yang luar biasa. Pelajari Lanjut
cmlabs

cmlabs

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?

Update Terkini
Terakhir diperbarui: Jul 12, 2024
Terakhir diperbarui: Jul 10, 2024
Terakhir diperbarui: Jul 16, 2024

Permudah proses analisis dengan SEO Tools yang terpasang langsung di peramban Anda. Saatnya menjadi ahli SEO sejati.

Gratis di semua peramban berbasis Chromium

Pasang di peramban Anda sekarang? Jelajahi sekarang cmlabs chrome extension pattern cmlabs chrome extension pattern

Butuh bantuan?

Ceritakan tentang kebutuhan SEO Anda, tim marketing kami akan membantu menemukan solusi terbaik.

Berikut daftar tim kami secara resmi dan diakui, hati-hati terhadap penipuan oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan PT CMLABS INDONESIA DIGITAL (cmlabs). Baca lebih lanjut
Marketing Teams

Agita

Marketing

Tanya Saya
Marketing Teams

Irsa

Marketing

Tanya Saya
Marketing Teams

Yuliana

Business & Partnership

Tanya Saya
Marketing Teams

Thalia

Business Development Global

Tanya Saya
Marketing Teams

Dwiyan

Partnership

Tanya Saya
Marketing Teams

Rochman

Product & Dev

Tanya Saya
Marketing Teams

Said

Career & Internship

Tanya Saya

Mohon maaf, saat ini tool Mobile Friendly Test tidak dapat diakses karena sedang dalam tahap pemeliharaan sistem sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Cek

Tetap up-to-date dengan tool baru kami, cmlabs Surge. Jelajahi tren & event populer!

Cek

Pendapat Anda Berharga! Beri masukan untuk Survei Plagiarism Checker kami?

Cek

Temukan tren bisnis Anda dengan mudah! Kalkulator proyeksi trafik adalah alat yang sempurna untuk membantu Anda memahami permintaan di sektor bisnis Anda. Pilih sektor Anda dan lihat proyeksi trafiknya sekarang!

Cek

Peningkatan Layanan Media Buying cmlabs dengan Pembayaran Xendit

Cek

Saat ini tidak ada notifikasi...