Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Selama lebih dari dua dekade, mesin pencari telah menjadi pintu utama bagi calon pelanggan untuk menemukan solusi atas permasalahan bisnisnya. Maka dari itu, Search Engine Optimization (SEO) menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk menjangkau konsumennya.
Namun, lanskap tersebut kini mulai bergeser. Kehadiran AI assistant dan mesin pencari berbasis AI kini berhasil membuat sebagian proses riset, mulai dari mencari informasi, membandingkan bisnis, hingga menyusun daftar kandidat, berlangsung dalam satu ruang percakapan tanpa perlu membuka banyak halaman web.
Perubahan ini membawa konsekuensi nyata bagi bisnis. Sebab, visibilitas industri kini juga ditentukan oleh apakah merek disebut dan direkomendasikan dalam jawaban AI.
Lantas, apakah strategi optimasi AI benar-benar menggantikan strategi SEO? Selain itu, di antara SEO vs AI Search, mana yang harus diutamakan oleh bisnis? Temukan jawaban selengkapnya di sini.
Penggunaan AI search memang meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Akan tetapi, sejauh ini kehadirannya belum bisa sepenuhnya menggantikan sejumlah platform pencarian, seperti Google, Bing, Yahoo, dan lainnya.
Data pola perilaku pengguna menunjukkan adanya tumpang tindih (overlap) sebesar 95% antara ChatGPT dan Google, yang mengindikasikan bahwa pengguna memakai kedua alat tersebut secara berdampingan, bukan sebagai pengganti mesin pencari.
Di sisi lain, pangsa ChatGPT dalam lalu lintas web AI generatif global turun dari sekitar 76% menjadi sekitar 53% menurut Similarweb, karena Gemini, Claude, Perplexity, dan DeepSeek ikut menyerap penggunaan. Artinya, perubahan yang terjadi adalah redistribusi di dalam ekosistem AI, bukan perpindahan total dari pencarian.
Baik mesin pencari maupun platform AI dipakai berdampingan karena masing-masing melayani kebutuhan yang berbeda. Pengguna cenderung beralih ke AI ketika membutuhkan pemahaman cepat, seperti memahami istilah baru di industri atau membandingkan fitur produk secara umum.
Sebaliknya, mesin pencari tradisional tetap dipakai ketika pengguna membutuhkan verifikasi dan detail yang dapat dipertanggungjawabkan, misalnya untuk memeriksa kebenaran jawaban AI hingga mengakses informasi yang berkaitan dengan YMYL, seperti kesehatan, keuangan, dan lain sebagainya.
Bagi bisnis, implikasinya jelas, yakni memiliki brand visibility di satu jalur saja tidak cukup. Upaya bisnis untuk unggul di mesin pencari dengan SEO tetap perlu digagas sembari mengupayakan AI visibility agar situs web menjadi sumber jawaban dan direkomendasikan di platform berbasis AI.
SEO adalah upaya mengoptimalkan situs web dan konten agar muncul di posisi teratas hasil pencarian organik (SERP), seperti di Google, Bing, dan lainnya.
Sementara itu, AI search optimization adalah upaya yang mencakup Generative Engine Optimization (GEO), yaitu strategi agar konten dirujuk oleh model generative AI, serta Answer Engine Optimization (AEO), yaitu strategi agar bisnis terpilih sebagai direct answer.
Berikut adalah sejumlah perbedaan antara traditional SEO dan AI search optimization yang perlu diketahui:
SEO bertujuan meraih peringkat tinggi dan click-through traffic dari hasil pencarian, sedangkan AI search optimization bertujuan menghadirkan brand di dalam jawaban AI itu sendiri, sehingga pengguna bisa melihat nama brand meski tak harus mengklik situs webnya.
Meski berbeda tujuan, keduanya bersifat saling mendukung, lho. SEO sejatinya merupakan fondasi untuk AI search optimization. Dengan strategi SEO yang tepat, situs atau konten Anda akan lebih mudah ditemukan oleh AI crawler.
Dari segi platform atau salurannya, SEO dan AEO/GEO juga berbeda. Misalnya, SEO beroperasi di mesin pencari tradisional, seperti Google, Bing, dan Yahoo. Sementara itu, AI search optimization beroperasi di platform berbasis AI, seperti Google AI Overviews, ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity.
Pada SEO, pola pengguna dimulai dari mengetik kata kunci, mengklik hasil pencarian, lalu mengunjungi situs web untuk melakukan riset. Pengguna biasanya membuka beberapa situs untuk mengumpulkan dan membandingkan informasi sendiri.
Sedangkan pada AI search optimization, pola pengguna dimulai dengan mengajukan prompt, lalu menerima jawaban langsung dari AI yang kerap disertai kutipan atau rujukan sumber. Seluruh proses ini dapat berlangsung dalam satu percakapan, tanpa perlu mengunjungi berbagai situs.
Keberhasilan SEO diukur melalui SERP ranking, Click-Through Rate (CTR), organic traffic, dan konversi. SERP ranking menunjukkan posisi halaman di hasil pencarian, sedangkan CTR mengukur persentase pengguna yang mengklik hasil setelah melihatnya.
Pada AI search optimization, ukurannya bergeser dari klik ke brand visibility di dalam jawaban. , Jika mengoptimalkan strategi ini, Anda perlu mengukur AI citation, AI mention, hingga AI share of voice dan sentiment analysis sebagai metode tracking secara rutin.
Strategi SEO berfokus pada penggunaan kata kunci yang relevan, pembangunan backlink untuk meningkatkan otoritas situs, serta pengoptimalan aspek teknis seperti title tag dan struktur heading.
Sementara itu, pada AI search optimization, strateginya bergeser ke format penulisan yang langsung ke inti agar mudah diekstraksi oleh AI.
Agar memudahkan proses grounding informasi AI, Anda perlu menyusun informasi dalam bagian-bagian terpisah dengan satu topik yang jelas di setiap bagiannya, lengkap dengan structured data agar AI dapat memahami konteks dan isi halaman dengan lebih akurat.
Berikut perbandingan SEO dan AI search optimization (GEO/AEO) secara langsung:
Aspek | SEO | AI Search Optimization |
| Tujuan Utama | Peringkat di mesin pencari | Muncul di jawaban AI |
| Saluran Utama | Mesin pencari seperti Google, Bing, dan Yahoo | AI platform seperti Google AI Overview, ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity |
| Perilaku Pengguna | Kata kunci > klik > mengunjungi situs web | Pertanyaan > jawaban AI |
| Metrik Pengukuran | SERP ranking, CTR, organic traffic, konversi | Mention, citation tracking, share of voice, sentiment analysis |
| Strategi Optimasi | Kata kunci, backlink, title tag, heading | Structured data |
Baca juga: Apa Itu Barnacle SEO? Pahami Teknik dan Keuntungannya!
Baik SEO maupun AI search optimization sama-sama berguna bagi bisnis dan pemanfaatannya cukup disesuaikan dengan kebutuhan dan target bisnis. Oleh karena itu, Anda dapat menentukan strategi yang sesuai dengan melihat beberapa situasi berikut:
Kapan SEO menjadi pilihan yang tepat?
Kapan AI search optimization menjadi pilihan yang tepat?
Bisnis tidak perlu bingung menentukan mana yang harus diprioritaskan, SEO atau AI search optimization. Pasalnya, kedua strategi ini memiliki tujuan yang selaras.
Dengan kata lain, Anda disarankan menerapkan keduanya secara bersamaan justru agar brand dapat ditemukan di mana pun calon pelanggan melakukan riset, baik di Google maupun platform AI.
Baca juga: Google vs GPT Search: Mana yang Lebih Unggul?
Mau menerapkan strategi SEO dan AI search optimization tapi bingung caranya mengelola dua strategi sekaligus? Tak perlu risau, berikut panduannya:
Riset kata kunci sebaiknya berangkat dari cara calon pelanggan benar-benar bertanya, bukan potongan kata kunci yang kaku. Bahasa percakapan seperti “Apa arti …..” atau “Kenapa … dipilih untuk ….” dapat membantu Google memahami search intent di balik pencarian, sekaligus cocok dengan prompt yang diketik ke AI assistant.
Saat menulis konten, sertakan angka, tools, dan proses pengerjaan yang relevan dengan topik di industri Anda. Dengan menyertakan detail seperti ini, Anda bisa memenuhi standar E-E-A-T yang diutamakan oleh mesin pencari, dan karena spesifik, konten juga lebih layak dikutip oleh AI.
Gunakan sub-judul berbentuk pertanyaan, letakkan jawaban di satu atau dua kalimat pertama setiap bagian, dan tulis paragraf yang tetap bermakna meski dikutip terpisah dari konteksnya.
Gunakan clean HTML, halaman yang cepat dimuat, serta schema seperti FAQPage atau HowTo membantu crawler mesin pencari dan crawler AI sekaligus, karena keduanya membaca markup yang sama.
Kumpulkan konten dengan topik serupa ke dalam satu kelompok (topic cluster), lalu hubungkan antar-kontennya lewat internal link. Dengan begitu, Anda bisa memperkuat topical authority, yaitu reputasi sebagai sumber yang kredibel dan mendalam di satu bidang tertentu.
Kinerja SEO dapat dipantau dengan Google Search Console. Sementara itu, kinerja AI search optimization diukur lewat audit prompt dan AI referral traffic.
Perlu diingat, kelima langkah pertama dikerjakan bersama, dan hanya pengukuran pada langkah keenam yang terpisahkan oleh dua metode berbeda.
Artinya, bisnis dapat menjalankan satu operasi konten yang hasilnya akan mampu dibaca dari dua sudut pandang, bukan menjalankan dua strategi yang berbeda.
Baca juga: KPI GEO & AEO: Cara Mengukur Optimasi AI & Metrik yang Wajib Dipantau
Sebagai pemilik bisnis, Anda mungkin bingung harus mulai dari mana dan strategi apa yang tepat agar SEO dan AI search optimization (AEO/GEO) sama-sama berjalan optimal.
Belum lagi tantangan soal evaluasi hasil dan penentuan langkah optimasi berikutnya yang sesuai dengan temuannya.
Nah, untuk ini, Anda dapat memulainya dengan langkah yang mudah, yaitu AI Visibility Audit GRATIS dari cmlabs. Dengan audit ini, Anda bisa melihat status visibility brand di berbagai platform AI. Proses auditnya 100% gratis dan tanpa ikatan kontrak, kemudian hasil audit bisa Anda terima dalam 3–5 hari kerja. Praktis, bukan?
Lalu, setelah mengetahui posisi dan performa bisnis melalui audit, Anda dapat melanjutkan dengan Jasa AI Search Optimization (GEO/AEO) dari cmlabs. Tim ahli kami akan membantu mengoptimalkan visibilitas bisnis Anda di berbagai platform AI, mulai dari ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, dan lainnya.
cmlabs adalah agensi digital marketing yang memiliki spesialisasi di bidang SEO dan GEO/AEO. Dengan kata lain, kami bisa membantu Anda meraih peringkat #1 di Google sekaligus memperkuat fondasi teknis agar bisnis Anda menjadi jawaban utama di Google AI Overview serta berbagai platform AI.
Tertarik mempelajari lebih lanjut layanan dan strategi yang kami tawarkan? Silakan menghubungi tim cmlabs untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penawaran kami, ya!
Risca Fadillah
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami