Claude AI: Cara Kerja, Keunggulan, dan Strategi Agar Brand Dikutip

Dipublikasikan Sep 24, 2026
Claude AI: Cara Kerja, Keunggulan, dan Strategi Agar Brand Dikutip Image Cover

Claude AI adalah asisten kecerdasan buatan dari Anthropic yang dapat membantu user untuk menulis, menganalisis dokumen, melakukan riset, coding, dan menyelesaikan berbagai tugas berbasis teks. 

Bagi sebuah perusahaan, Claude juga relevan sebagai kanal pencarian informasi karena fitur web search memungkinkan Claude mengambil informasi dari internet dan menyertakan citation pada sumber yang digunakan. Sedangkan bagi bisnis, memahami Claude AI bukan hanya soal mengetahui cara menggunakannya. 

Ketika seorang calon customer memakai AI untuk mencari informasi, membandingkan penyedia layanan, atau mempertimbangkan suatu produk, brand yang informasinya mudah ditemukan dan diverifikasi memiliki peluang untuk muncul dalam jawaban AI. Lalu, apakah Claude AI terbaik dalam memberikan jawaban tersebut? Untuk pembahasan lengkapnya, simak artikel ini hingga tuntas!

Apa Itu Claude AI?

Claude AI adalah platform AI generatif yang dikembangkan oleh Anthropic untuk membantu user memahami instruksi dan menghasilkan respons berdasarkan konteks yang diberikan. 

Claude menggunakan large language model (LLM) dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menulis dan mengedit konten, menganalisis dokumen, melakukan riset, serta membantu pekerjaan yang membutuhkan coding.

Kemampuan tersebut membuat Claude dapat menangani tugas sederhana hingga pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan informasi dalam jumlah besar. 

Cara Kerja Claude AI?

Cara menggunakan Claude AI sebenarnya tak jauh berbeda dengan platform AI lainnya. Secara sederhana, cara kerja Claude AI dimulai dengan menganalisis prompt user, lalu menghasilkan respons berdasarkan konteks dan pola yang dipelajari model. 

Claude menggunakan LLM dengan arsitektur transformer untuk memahami hubungan antara kata dan informasi dalam teks. Berikut penjelasan seputar cara kerjanya:

1. Memahami Bahasa dan Konteks

Claude dilatih menggunakan data dalam jumlah besar, termasuk teks dan kode, sehingga dapat mengenali pola bahasa dan memahami konteks instruksi. Model ini juga menggunakan arsitektur deep learning bernama transformer untuk memproses hubungan antarkata dan informasi dalam teks.

Selain itu, Claude juga dilengkapi dengan context window yang membuat model AI ini memproses informasi dalam jumlah besar, seperti dokumen panjang atau percakapan yang kompleks, dengan batas konteks yang dapat memengaruhi performa model.

2. Menghasilkan Respons Berdasarkan Pola

Ketika menerima instruksi, Claude memprediksi bagian berikutnya dari respons berdasarkan konteks yang tersedia. Menurut Claude, proses ini berkaitan dengan konsep next-token prediction, pengetahuan, working memory, steerability, dan batas context.

Claude juga telah dilengkapi dengan Constitutional AI, yaitu prinsip yang membantu mengarahkan respons agar lebih membantu, jujur, dan aman. Pendekatan ini menjadi bagian dari cara Anthropic mengembangkan dan menyelaraskan model Claude.

3. Menangani Tugas yang Kompleks

Claude dapat membantu memproses tugas yang terdiri dari beberapa tahapan dengan mempertahankan konteks dari instruksi dan informasi yang diberikan. Kemampuan ini membuat Claude dapat digunakan untuk pekerjaan seperti menganalisis dokumen, melakukan riset, menulis, hingga membantu coding.

Keunggulan Claude AI 

Berikut adalah beberapa kemampuan Claude yang relevan untuk kebutuhan bisnis, antara lain:

  • Mendukung pekerjaan profesional: Claude dapat membantu riset, penulisan, analisis, coding, dan berbagai tugas berbasis dokumen.
  • Menangani konteks panjang: Context window membantu ketika perusahaan perlu menganalisis dokumen atau informasi dalam jumlah besar.
  • Mendukung workflow kompleks: Fitur seperti Projects, Skills, Connectors, dan Research dapat digunakan untuk kebutuhan kerja yang lebih terstruktur.
  • Menyediakan web search: Claude dapat mengambil informasi dari web dan memberikan citation ketika pencarian digunakan.

Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan cara Claude menemukan informasi ketika pengguna membutuhkan jawaban yang memerlukan sumber dari web. Karena itu, penting untuk melihat bagaimana proses pemilihan sumber tersebut bekerja.

Bagaimana Claude AI Memilih Sumber Informasi untuk Dikutip?

Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti ingin perusahaan menjadi referensi atau bahkan dikutip sebagai rekomendasi saat pelanggan mencari sesuatu melalui Claude. Lantas, bagaimana cara dikutip oleh Claude? Berikut adalah cara Claude dalam memilih sumber informasi untuk dikutip:

1. Claude Menggunakan Brave Search

Menurut analisis Oltre AI, Claude Research menggunakan hasil web secara langsung dari Brave Search. Artinya, visibilitas halaman di Brave dapat berpengaruh terhadap peluang halaman tersebut dipertimbangkan oleh Claude.

2. Claude Lebih Sering Mengutip Halaman Spesifik

Dari 2.170 URL yang dianalisis, hanya sekitar 3% yang merupakan homepage. Ini menunjukkan bahwa Claude lebih sering menggunakan halaman artikel atau halaman spesifik sebagai sumber citation.

3. Artikel Blog Menjadi Sumber Utama

Sebanyak 56% URL dalam dataset berada di bawah jalur /blog/. Pola ini menunjukkan bahwa artikel blog dan halaman informatif menjadi bagian penting dari sumber yang dikutip Claude.

4. Claude Memilih Konten yang Mudah Diekstrak

Oltre AI juga mencatat pentingnya halaman dengan struktur yang jelas dan mudah dipahami. Heading, definisi yang spesifik, serta informasi yang memiliki tanggal dapat membantu konten lebih mudah diekstrak dan diverifikasi.

Jadi, apa artinya bagi pemilik website?

Pola tersebut menunjukkan bahwa bisnis sebaiknya tidak hanya mengandalkan homepage. Halaman yang membahas pertanyaan, use case, perbandingan, atau topik tertentu secara mendalam juga perlu dioptimalkan untuk menjadi sumber yang lebih relevan agar lebih mudah memperoleh citation Claude.

Dari pola tersebut, muncul pertanyaan berikutnya, yaitu seperti apa halaman website yang informasinya lebih mudah digunakan sebagai sumber oleh Claude?

Karakteristik Website yang Disitasi oleh Claude AI

Karakteristik halaman website menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam strategi AI Search. Selain relevansi terhadap pertanyaan pengguna, struktur dan cara informasi disajikan dapat memengaruhi seberapa mudah sistem AI menemukan, memahami, dan menggunakan informasi dari sebuah halaman sebagai referensi.

1. Memiliki Jawaban Jelas dan Mudah Diekstrak

Claude cenderung memilih halaman yang menjawab pertanyaan secara langsung, terutama ketika informasi utama berada di bagian awal halaman, contohnya melalui query fan-out. 

Dalam hal ini, penggunaan heading yang deskriptif, tabel, list, data spesifik, serta informasi mengenai waktu pembaruan dapat membantu memperjelas struktur dan konteks informasi. Namun, elemen-elemen tersebut bukan jaminan bahwa halaman akan digunakan sebagai citation oleh Claude.

Oleh karena itu, sebuah halaman website sebaiknya tidak hanya berisi klaim promosi. Informasi seperti definisi layanan, cakupan pekerjaan, data pendukung, pengalaman, dan sumber rujukan juga perlu disampaikan secara jelas agar setiap bagian halaman dapat menjadi sebuah jawaban yang informatif dan berpotensi disitasi oleh Claude.

2. Sinyal SEO Tidak Otomatis Menjamin Citation

Sinyal SEO konvensional tetap relevan dalam membangun visibilitas website, tetapi tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa sebuah halaman akan dikutip oleh Claude. Sebab, proses retrieval pada AI dapat menggunakan berbagai sumber dan mempertimbangkan relevansi informasi terhadap konteks pertanyaan.

Beberapa contohnya meliputi:

  • Ranking Google: Posisi tinggi di Google tidak otomatis membuat halaman memperoleh posisi yang sama dalam hasil retrieval Claude.
  • Keyword density: Frekuensi penggunaan keyword saja tidak cukup untuk menunjukkan bahwa sebuah halaman relevan dengan suatu pertanyaan.
  • Jumlah backlink: Banyaknya backlink merupakan salah satu sinyal dalam SEO, tetapi tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk memprediksi apakah suatu halaman akan mendapatkan citation.

Artinya, strategi optimasi untuk Claude perlu melihat lebih dari sekadar sinyal SEO tradisional. Relevansi semantik terhadap konteks pertanyaan, struktur dan kelengkapan informasi, kredibilitas sumber, serta aksesibilitas teknis website juga perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, tidak ada satu karakteristik yang dapat menjamin sebuah website akan disitasi oleh Claude. Strategi AI Search lebih tepat dibangun dengan menggabungkan fondasi teknis yang baik, konten yang relevan dan terstruktur, serta sumber informasi yang kredibel.

Baca juga: Apa Itu AEO? Panduan Lengkap Optimalkan Bisnis di Era AI Search

Cara Mengoptimasi Konten agar Mendapat Citation dari Claude AI 

Optimasi untuk mendapatkan AI citation dari Claude perlu mencakup beberapa aspek teknis dan kualitas konten. Selain memastikan website dapat diakses oleh crawler, pola informasi juga perlu disusun agar mudah ditemukan, dipahami, dan diverifikasi oleh sistem AI. Berikut langkah-langkah optimasi yang bisa diterapkan:

1. Pastikan Crawler Dapat Mengakses Website

Periksa aturan robots.txt agar crawler Anthropic yang relevan tidak terblokir. Claude-SearchBot dan Claude-User berkaitan dengan pencarian dan penggunaan web, sedangkan ClaudeBot digunakan untuk pengumpulan data pelatihan. Karena memiliki fungsi yang berbeda, pengaturan aksesnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan website.

2. Susun Halaman dengan Pendekatan Answer-First

Mulai setiap bagian penting dengan informasi yang langsung menjawab pertanyaan pengguna. Gunakan H2 dan H3 yang deskriptif, paragraf yang ringkas, serta tabel atau bullet point ketika format tersebut dapat membuat informasi lebih mudah dipahami.

3. Pastikan Konten Mudah Diekstrak

Letakkan informasi utama dalam HTML yang dapat dibaca dan hindari terlalu bergantung pada JavaScript untuk menampilkan konten penting. Struktur halaman yang sederhana membantu informasi lebih mudah ditemukan dan diproses oleh sistem.

4. Perkuat Informasi dengan Data dan Sumber

Gunakan data, angka, tanggal, definisi, nama sumber, atau bukti pendukung ketika relevan. Informasi yang spesifik dan dapat diverifikasi memberikan konteks yang lebih jelas dibandingkan dengan klaim yang bersifat umum. 

Freshness signals, HTML semantik, dan struktur informasi yang mudah diekstrak juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan teknis saat mengoptimalkan konten untuk AI Search.

5. Perjelas Brand Entity 

Pastikan nama brand, produk, layanan, dan kategori bisnis digunakan secara konsisten. Informasi yang jelas dan tidak saling bertentangan membantu memperkuat pemahaman terhadap entity yang dibahas.

6. Gunakan Sumber yang Dapat Diverifikasi

Untuk klaim yang penting, sertakan sumber primer atau referensi yang kredibel. Data, penelitian, regulasi, statistik, dan informasi faktual lainnya sebaiknya dapat ditelusuri kembali ke sumber aslinya untuk meningkatkan kredibilitas konten.

7. Jangan Mengandalkan llms.txt Saja

Jika menggunakan llms.txt, posisikan file tersebut sebagai elemen pendukung, bukan jaminan citation. Crawlability, indexation, struktur konten, dan kualitas informasi tetap harus menjadi bagian penting dari optimasi.

8. Pantau Citation dan AI Visibility

Setelah optimasi dilakukan, Anda juga perlu memantau apakah brand muncul pada query yang relevan, halaman apa yang dikutip, dan bagaimana brand direpresentasikan di platform AI. Hasil tersebut dapat digunakan untuk menentukan bagian yang perlu diperbarui atau diperkuat.

Buat Brand Dikutip & Direkomendasikan Claude AI dengan cmlabs!

Jika ingin mengetahui kondisi AI Visibility brand Anda, cmlabs dapat membantu melakukan AI Visibility Audit secara gratis, tanpa terikat kontrak, dengan proses hingga 3 hari kerja. Audit ini dapat menjadi titik awal untuk melihat bagaimana brand muncul di berbagai platform AI dan menemukan area yang masih perlu dioptimalkan.

Setelah mengetahui kondisi awal, bisnis dapat memanfaatkan Jasa AI Search Optimization (GEO/AEO) cmlabs untuk mengoptimalkan visibilitas di berbagai platform AI yang ditargetkan, termasuk Claude. 

Di cmlabs, proses optimasi AI Search ini tidak disamaratakan karena kami memahami bahwa setiap AI dapat memiliki sumber informasi, mekanisme retrieval/grounding, dan cara memproses informasi yang berbeda.

Beberapa cakupan Jasa GEO/AEO di cmlabs meliputi:

  • Strategi AI optimization yang tertarget: pendekatan disesuaikan dengan karakteristik platform AI yang menjadi target.
  • Optimasi teknis dan konten: membantu memastikan informasi bisnis lebih mudah diakses, dipahami, dan digunakan oleh sistem AI.
  • Optimasi entitas dan struktur informasi: memperkuat pemahaman AI terhadap identitas, produk, layanan, dan informasi bisnis.
  • Monitoring AI Visibility: memantau bagaimana brand muncul dalam query yang relevan dan mengidentifikasi peluang optimasi berikutnya.

Jika Anda ingin mengetahui cakupan layanan kami selengkapnya, Anda juga bisa menghubungi cmlabs untuk mendiskusikan kebutuhan dan strategi AI Search Optimization yang sesuai dengan bisnis Anda. Jadi, jangan ditunda lebih lama lagi, ya!

Baca juga: Gemini AI: Cara Kerja dan Cara Mengoptimalkannya untuk Bisnis

Blog Card

Risca Fadillah

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?

Berlangganan Newsletter kami

Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami

Layanan SEO
Penulisan Konten SEO
Penulisan Ahli
Pembelian Media