Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Query fan-out adalah teknik AI search yang memecah satu pertanyaan user menjadi banyak sub-pertanyaan, mencarinya secara paralel, lalu menggabungkan hasilnya menjadi satu jawaban. Oleh karena itu, kini bisnis Anda tidak lagi bersaing untuk satu keyword, melainkan untuk seluruh subpertanyaan yang dihasilkan oleh AI.
Bagi pemilik bisnis dan marketing manager, memahami query fan-out akan sangat membantu untuk mengetahui bagaimana brand Anda bisa muncul pada AI answer seperti ChatGPT, Perplexity, atau Google AI Mode.
Nah, artikel ini akan merangkum konsep, contoh, dan langkah praktis yang bisa langsung diterapkan oleh tim Anda. Yuk, simak hingga pembahasan terakhir!
Cara AI menyusun jawaban kompleks adalah dengan membagi satu pertanyaan menjadi beberapa bagian untuk ditelusuri secara bersamaan. Menurut blog resmi Google Indonesia, Google AI Mode memakai teknik ini dengan "memecah pertanyaan Anda menjadi beberapa pencarian terkait" di berbagai subtopik dan sumber data, termasuk Knowledge Graph dan data belanja.
Google memperkenalkan AI Mode di Indonesia pada 9 September 2025 dengan dukungan Gemini 2.5. Platform lain seperti ChatGPT dan Perplexity juga memakai pendekatan serupa.
Sedangkan menurut Ahrefs, pencarian tambahan dalam proses ini tidak terlihat oleh user, tetapi dapat memengaruhi sumber yang dikutip dalam AI answer. Pemahaman ini menjadi dasar strategi Generative Engine Optimization (GEO).
Query fan-out mengubah cara halaman bersaing untuk muncul dalam jawaban AI. Menurut analisis Seer Interactive dan Nectiv, satu prompt rata-rata membuat 9–11 pencarian tambahan, di mana:
Kondisi tersebut membuat peringkat pertama di hasil pencarian belum tentu membuat sebuah halaman dikutip oleh AI. Despina Gavoyannis, Senior SEO Specialist di Ahrefs, menyebut bahwa peringkat pertama untuk satu query saja tidak lagi cukup.
Berbagai studi lain juga menemukan bahwa halaman yang menjawab lebih banyak subquery dapat lebih relevan bagi AI, meskipun tidak berada di peringkat pertama untuk keyword tertentu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembaruan empat artikel setiap hari dapat meningkatkan jumlah sitasi dari dua menjadi sekitar lima dalam sebulan. Namun, perlu dipahami bahwa hasil optimasi tersebut masih berubah-ubah sehingga masih sebatas indikasi awal. Artinya, konten yang menjawab beberapa kebutuhan pengguna sekaligus berpotensi lebih sering dijadikan sumber oleh AI.
Baca juga: Apa Itu AEO? Panduan Lengkap Optimalkan Bisnis di Era AI Search

Meski setiap platform AI memiliki cara kerja yang berbeda, proses query fan-out umumnya terdiri dari 5 tahap yaitu sebagai berikut:
Proses dimulai ketika user mengirim pertanyaan ke platform AI. Sistem kemudian melihat tingkat kerumitan dan konteks pertanyaan. Pertanyaan sederhana seperti “Apa ibu kota Indonesia?” mungkin cukup dijawab dengan satu pencarian, sedangkan pertanyaan yang lebih kompleks dapat memicu query fan-out.
Jika diperlukan, AI memecah pertanyaan utama menjadi beberapa subquery yang lebih spesifik. Misalnya, satu pertanyaan dapat diuraikan menjadi pencarian tentang definisi, perbandingan, harga, dan informasi lain yang masih berkaitan.
AI menjalankan subquery tersebut secara bersamaan untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Sumbernya dapat berupa indeks web, Knowledge Graph, dan data produk.
Google, Bing, dan Brave adalah beberapa contoh indeks web yang dapat digunakan. Jika informasi yang ditemukan belum cukup, AI dapat membuat subquery tambahan.
Hasil dari setiap pencarian kemudian dibandingkan untuk menemukan informasi yang paling relevan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah reciprocal rank fusion (RRF), yang memberikan nilai lebih tinggi pada dokumen yang muncul secara konsisten di beberapa hasil pencarian.
Setelah informasi yang relevan terkumpul, AI menyusunnya menjadi satu jawaban yang runtut dan mencantumkan sumber yang digunakan. Karena itu, konten yang informasinya jelas dan mudah dipahami dapat membantu AI menemukan serta menggunakan bagian yang relevan dalam jawabannya.
Berikut adalah contoh query fan-out untuk membantu Anda memahami konsep ini lebih dalam:
Misalnya, seorang manajer keuangan UMKM mengetik prompt “software akuntansi terbaik untuk UMKM” di AI Mode. Contoh ini hanya ilustrasi karena daftar subquery yang digunakan oleh AI umumnya tidak ditampilkan secara lengkap kepada pengguna.
Prompt tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa jenis query fan-out, seperti:
Artinya, satu prompt dapat memicu beberapa pencarian untuk menggali informasi dari sudut pandang yang berbeda. Jika sebuah halaman hanya membahas satu aspek, misalnya rekomendasi software, informasi lain seperti harga, integrasi pajak, atau cara migrasi mungkin tidak tersedia.
Sebaliknya, konten yang mencakup berbagai kebutuhan tersebut memberikan AI lebih banyak informasi untuk dipertimbangkan saat menyusun jawaban. Semakin relevan aspek yang dibahas, semakin banyak pula konteks yang dapat digunakan AI untuk memahami dan menjawab prompt pengguna.
People Also Ask (PAA) dan query fan-out sama-sama berkaitan dengan pertanyaan tambahan, tetapi cara pembentukannya berbeda. PAA menampilkan pertanyaan yang sering dicari pengguna, sedangkan fan-out query dibuat berdasarkan informasi yang dibutuhkan AI untuk menjawab sebuah prompt.
Sebagai contoh, PAA untuk “tanda awal masalah ginjal” dapat menampilkan pertanyaan seperti “minuman apa yang harus dihindari?”. Pertanyaan tersebut mungkin populer di mesin pencari, tetapi belum tentu diperlukan AI untuk menjawab pertanyaan utama.
Aspek | People Also Ask (PAA) | Query Fan-Out |
| Dasar | Pertanyaan yang sering dicari pengguna | Informasi yang dibutuhkan AI untuk menjawab prompt |
| Volume pencarian | Dapat diketahui | Sering kali tidak diketahui |
| Kegunaan | Menemukan ide keyword dan topik konten | Memahami kebutuhan AI dalam menyusun jawaban |
Keduanya dapat digunakan untuk melengkapi strategi konten. PAA membantu melihat apa yang banyak dicari pengguna, sementara fan-out query membantu memahami informasi yang dicari AI saat menyusun jawaban.
Baca juga: Apa Itu Sentiment Analysis? Ini Cara Kerja, Jenis, dan Perannya
Lakukan beberapa langkah berikut untuk melakukan optimisasi query fan-out:
Memahami teknik query fan-out hanyalah langkah awal karena eksekusinya butuh data prompt, audit konten, dan pemantauan sitasi yang konsisten.
Bisnis Anda bisa mulai dengan AI Visibility Audit GRATIS dari cmlabs untuk melihat seberapa sering brand Anda muncul di jawaban AI.
Sebagai bagian dari Jasa AI Optimization (AEO/GEO), cmlabs mengoptimasi 8 aspek penting bagi AI, termasuk:
Ingin tahu strategi optimasi yang paling tepat agar bisnis Anda bisa menjadi referensi AI dan lebih sering muncul sebagai rekomendasi di platform AI? Jika ya, jangan ragu untuk menghubungi tim cmlabs dan jadwalkan diskusi langsung bersama tim ahli kami!
Baca juga: Apa Itu llms.txt? Contoh, Cara Membuat, & Pengaruhnya di GEO
Risca Fadillah
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami