Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Mengukur ROI dari GEO dan AEO sejatinya tidak sesederhana membandingkan biaya optimasi dengan pendapatan yang dihasilkan. Pasalnya, dampak optimasi di ranah pencarian AI tidak selalu terlihat secara langsung dalam bentuk konversi.
GEO dan AEO dapat memengaruhi berbagai aspek, mulai dari seberapa sering brand muncul dalam jawaban AI, seberapa banyak brand dikutip dan disebut, hingga traffic yang datang dari platform AI. Oleh karena itu, pengukuran ROI perlu melihat lebih dari sekadar revenue.
Lalu, metrik apa saja yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan GEO dan AEO? Kemudian, bagaimana cara menghitung AEO & GEO ROI yang tepat dalam strategi bisnis? Yuk, temukan jawaban selengkapnya di bawah ini.
Pengukuran ROI (Return on Investment) membantu bisnis mengetahui apakah investasi pada GEO dan AEO memberikan hasil yang sepadan. Namun, mengukur ROI GEO & AEO memang cenderung lebih kompleks dibandingkan dengan ROI SEO karena dampak dari AI search tidak selalu bisa terlihat secara langsung.
Berikut adalah beberapa alasan pentingnya memperhatikan ROI GEO & AEO:
Baca juga: Apa Itu AEO? Panduan Lengkap Optimalkan Bisnis di Era AI Search
SEO dan GEO/AEO memang saling berkaitan. Fondasi SEO yang kuat tetap penting untuk membantu brand membangun visibilitas di pencarian berbasis AI. Namun, metrik SEO saja belum dapat menggambarkan keseluruhan dampak GEO dan AEO. Ada beberapa alasan yang perlu diperhatikan::
Dengan kata lain, SEO memang sangat membantu performa website bisnis di mesin pencari, namun untuk mengukur GEO ROI, Anda perlu melihat lebih jauh dari sekadar ranking dan organic traffic.
Secara umum, ROI dapat dihitung dengan membandingkan nilai yang dihasilkan dengan biaya investasi yang dikeluarkan. Adapun rumus GEO ROI adalah sebagai berikut:
GEO & AEO ROI = (Nilai yang Dihasilkan dari GEO/AEO - Biaya Optimasi) ÷ Biaya Optimasi × 100%
Biaya optimasi dapat mencakup sumber daya internal, jasa freelancer atau agensi, serta biaya tool subscription dan platform monitoring yang digunakan.
Namun, perlu diingat juga bahwa kini pengguna dapat menemukan dan mempertimbangkan sebuah brand melalui AI tanpa langsung mengunjungi website. Artinya, mereka mungkin saja melakukan branded search, mengakses website melalui direct traffic, atau melakukan konversi melalui channel lain.
Oleh karena itu, pengukuran ROI GEO dan AEO sebaiknya tidak hanya berfokus pada revenue yang dapat diatribusikan secara langsung. Bisnis juga perlu melihat indikator lain yang menunjukkan dampak optimasi, seperti peningkatan AI visibility, brand mentions, citations, AI referral traffic, leads, hingga conversion.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, pengukuran GEO dan AEO dapat dibagi menjadi tiga layer, yaitu visibility metrics, content performance metrics, dan business impact metrics. Berikut penjelasannya:
Layer pertama menjawab pertanyaan sederhana, apakah brand Anda muncul dalam jawaban AI?
Pada tahap ini, fokus pengukuran tidak hanya pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada seberapa sering brand muncul dan bagaimana AI merepresentasikan brand tersebut.
AI Share of Voice mengukur seberapa sering brand muncul dalam jawaban AI untuk kumpulan query yang telah ditentukan dibandingkan dengan kompetitor.
Misalnya, bisnis Anda dapat menentukan 20 pertanyaan yang sering diajukan calon pelanggan, lalu menjalankannya secara berkala di ChatGPT, Perplexity, Gemini, atau platform AI lainnya. Catat brand yang muncul pada setiap jawaban dan bandingkan porsinya dengan kompetitor.
Semakin sering brand Anda muncul dalam query yang relevan, semakin besar share of voice yang dimiliki di ruang pencarian AI.
Citation Frequency mengukur seberapa sering website atau halaman tertentu digunakan sebagai sumber dalam jawaban AI.
Metrik ini berbeda dari sekadar brand mention. Brand dapat disebut dalam jawaban tanpa halaman website dijadikan sumber. Mertik AI citation ini lebih menunjukkan apakah konten website digunakan untuk mendukung jawaban AI.
Metrik ini melihat apakah AI memahami informasi mengenai brand, produk, layanan, atau pihak terkait secara benar.
Contohnya, Anda dapat meminta AI menjelaskan apa yang dilakukan perusahaan, produk yang ditawarkan, atau perbedaan produk Anda dengan kompetitor. Kemudian, periksa apakah informasi yang diberikan sudah akurat.
Jika AI masih salah memahami nama, produk, layanan, atau positioning brand Anda, berarti masih terdapat informasi yang perlu diperjelas dalam ekosistem digital bisnis.
Baca juga: Apa Itu Sentiment Analysis? Ini Cara Kerja, Jenis, dan Perannya
Setelah mengetahui apakah brand Anda muncul atau tidak, tahap berikutnya adalah mencari tahu apakah konten yang dimiliki sudah cukup mudah dipahami dan digunakan oleh AI. Berikut beberapa metriksnya:
LLM Readability Score digunakan untuk menilai seberapa mudah konten dipahami dan diproses oleh large language model (LLM).
Penilaiannya dapat memperhatikan struktur tulisan, kejelasan informasi, penggunaan bahasa yang tidak ambigu, serta bagaimana informasi utama disajikan.
Konten dengan heading tag yang jelas, jawaban langsung, tabel, daftar, dan struktur informasi yang rapi lebih mudah dipindai dibandingkan paragraf panjang dengan struktur yang tidak jelas.
Query Fan-out Coverage melihat seberapa baik sebuah halaman menjawab pertanyaan lanjutan yang masih berkaitan dengan query utama.
Misalnya, pengguna bertanya, “Apa itu AEO?” Setelah mendapatkan jawaban, pengguna mungkin melanjutkan dengan pertanyaan seperti “Apa bedanya AEO dan SEO?”, “Bagaimana cara mengukur AEO?”, atau “Tools apa yang digunakan?”
Konten yang membahas hubungan antarpertanyaan tersebut secara komprehensif memiliki cakupan query fan-out yang lebih baik.
Schema validity mengukur apakah structured data pada website diterapkan dengan benar dan konsisten.
Schema membantu mesin memahami konteks halaman, entitas, serta hubungan antar-informasi di dalam website. Namun, schema yang valid tidak otomatis membuat sebuah halaman dikutip AI. Metrik ini lebih tepat digunakan sebagai salah satu indikator technical readiness dalam strategi GEO dan AEO.
Lapisan terakhir ini menghubungkan visibilitas AI dengan tujuan bisnis. Pertanyaannya adalah: apakah visibilitas tersebut menghasilkan traffic, conversion, atau peluang bisnis?
AI-referred traffic adalah kunjungan website yang berasal dari tautan pada jawaban atau citation AI.
Di GA4, traffic dari platform seperti ChatGPT, Perplexity, Gemini, atau Claude dapat dipantau dan dikelompokkan ke dalam channel khusus agar lebih mudah dibandingkan dengan organic traffic.
Namun, jangan menganggap bahwa seluruh dampak AI akan muncul sebagai referral, ya. Sebab, pengguna dapat melihat brand dalam jawaban AI lalu kembali melalui direct traffic atau melakukan branded search.
Setelah mengetahui jumlah traffic dari AI, ukur berapa banyak pengunjung yang melakukan tindakan penting, seperti mengisi formulir, meminta demo, melakukan pembelian, atau menghubungi bisnis.
Berikut rumusnya:
AI Conversion Rate = Jumlah konversi dari sesi AI ÷ Total sesi AI × 100%
Bandingkan hasilnya dengan conversion rate dari channel lain untuk mengetahui kualitas traffic yang datang dari AI.
Untuk bisnis B2B, pengukuran dapat dilanjutkan ke pipeline. Metrik ini melihat bagian dari sales pipeline yang memiliki titik interaksi dengan AI search dalam perjalanan calon pelanggan.
Misalnya, calon pelanggan mengetahui brand melalui ChatGPT, kemudian mengunjungi website dan mengisi formulir. Informasi tersebut dapat dicatat melalui field “Dari mana Anda tahu brand kami?”, CRM, atau metode attribution lain yang dimiliki perusahaan.
Baca juga: Cara Cek SEO Score & Tools yang Bisa Digunakan, Catat!
Keberhasilan GEO dan AEO tidak selalu langsung terlihat dari revenue. Oleh karena itu, bisnis Anda juga perlu menetapkan berbagai indikator keberhasilan untuk setiap lapisannya dan memantau perubahannya secara berkala.
Lapisan | KPI | Frekuensi Pengukuran | Indikator Kesuksesan |
| Visibilitas | Pangsa mention pada kumpulan pertanyaan calon pelanggan | Bulanan | Terus meningkat dibandingkan kompetitor |
| Visibilitas | Tingkat citation | Bulanan | Citation meningkat lebih cepat daripada mention |
| Visibilitas | Fetch oleh agen AI | Bulanan | Fetch terkonsentrasi pada halaman-halaman terbaik |
| Visibilitas | Impressions pada pertanyaan zero-click | Mingguan | Impressions meningkat dengan posisi di bawah 5 |
| Revenue | Leads yang menyebut AI sebagai sumber informasi | Bulanan | Mulai muncul leads dari AI pada kuartal kedua |
Ingat, setiap KPI memiliki timeline yang berbeda. Visibility mungkin bisa ditrack di tahap awal, sedangkan revenue mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, jangan langsung menyimpulkan strategi yang Anda terapkan gagal hanya karena revenue beum berubah ketika metrik visibility baru mulai bergerak.
Wajar jika Anda masih bertanya-tanya apakah brand sudah cukup terlihat di AI Search dan apakah GEO atau AEO memang perlu mulai dioptimalkan. Jika masih ragu untuk langsung melakukan strategi ini, Anda bisa memulainya dengan memeriksa AI visibility terlebih dahulu.
cmlabs menyediakan AI Visibility Audit secara gratis, tanpa terikat kontrak dan hasilnya bisa Anda terima dalam 3–5 hari kerja. Audit ini dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi visibilitas brand di berbagai platform AI.
Setelah mengetahui kondisi awal, Anda dapat melanjutkan ke Jasa AI Search Optimization (GEO/AEO) dari cmlabs. Layanan ini membantu bisnis mengoptimalkan visibilitas pada platform AI yang ditargetkan, termasuk ChatGPT, Gemini, Google AI Overviews, Google AI Mode, Copilot, dan Perplexity.
Strategi optimasi GEO dan AEO di cmlabs tidak dibuat sama untuk setiap platform. Sebab, kami paham bahwa setiap AI memiliki sumber informasi, mekanisme retrieval atau grounding, serta cara memproses informasi yang berbeda. Oleh karena itu, strategi akan ditargetkan berdasarkan karakteristik platform yang Anda pilih.
Jika Anda ingin mengetahui cakupan layanan kami, Anda dapat menghubungi tim cmlabs untuk mendiskusikan kebutuhan bisnis atau mengajukan personalisasi layanan berdasarkan kondisi website dan target AI Search Anda.
Risca Fadillah
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami