Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Perplexity AI dan ChatGPT merupakan dua platform AI yang dapat membantu user mencari informasi, melakukan riset, membuat konten, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan. Keduanya juga semakin sering digunakan untuk membantu user memahami pilihan produk, layanan, dan informasi sebelum mengambil keputusan.
Meski memiliki fungsi yang saling beririsan, Perplexity AI dan ChatGPT memiliki pendekatan yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari mekanisme grounding, kemampuan riset, analisis data, hingga fitur agentic AI pada masing-masing platform.
Lantas, apa saja perbedaan Perplexity AI vs ChatGPT dan platform mana yang lebih sesuai untuk kebutuhan Anda? Simak selengkapnya pada ulasan berikut!
Perplexity AI dikembangkan pada 2022 dan dikenal sebagai answer engine yang menelusuri web untuk menghasilkan jawaban dengan sumber yang dapat diperiksa. Perplexity menjelaskan bahwa setiap jawaban didasarkan pada sumber web secara real-time dan dilengkapi citation. Menurut Counterpoint Research, Perplexity memiliki sekitar 45 juta monthly active users pada kuartal pertama 2026.
Sementara itu, OpenAI memperkenalkan ChatGPT pada November 2022. Sejak diluncurkan, ChatGPT berkembang dari chatbot percakapan menjadi platform AI yang mencakup Search, Deep Research, analisis file dan data, pembuatan gambar, coding, serta berbagai kemampuan agentic AI. Dari basis penggunanya sendiri, OpenAI menyatakan bahwa ChatGPT telah menjangkau lebih dari 1 miliar weekly active users pada 2026.
Lantas, apa bedanya ChatGPT dan Perplexity? Perplexity dan ChatGPT hampir memiliki fitur yang serupa. Namun, pengalaman dan kemampuan yang ditawarkan keduanya berbeda pada sejumlah aspek berikut:
Aspek | Perplexity AI | ChatGPT |
| Pricing | Free, Pro, Max, dan paket untuk organisasi | Free dan paket berbayar dengan fitur serta batas penggunaan berbeda |
| Cara Grounding & Citation | Pencarian web menjadi bagian utama dan jawaban dilengkapi citation | Search dan Deep Research dapat mengambil informasi dari web serta menyertakan sumber |
| Kemampuan Riset | Pro Search, Deep Research, dan pencarian berbasis sumber | Search dan Deep Research |
| Kualitas Jawaban | Berorientasi pada pencarian dan sintesis informasi dari web | Lebih luas untuk percakapan, penalaran, penulisan, analisis, dan pencarian |
| Analisis Data | Mendukung analisis file dan pembuatan file/aplikasi | Mendukung analisis data, file, spreadsheet, dan eksekusi kode |
| Ekosistem & Integrasi | Multi-model, Comet, Computer, dan Create files and apps | Custom GPTs, Apps, Work, Codex, dan berbagai kemampuan multimodal |
| Coding | Mendukung coding dan pembuatan aplikasi | Mendukung coding, debugging, analisis kode, dan eksekusi kode |
| Pembuatan Aset | Pembuatan file, aplikasi, gambar, dan fitur lain pada paket tertentu | Pembuatan teks, gambar, file, serta berbagai output lainnya |
| Agentic AI | Perplexity Computer dan Comet | Berbagai kemampuan agentic dan Workspace Agents |
| Memory | Memory dan Brain untuk mempertahankan konteks pekerjaan, dengan ketersediaan yang bergantung pada fitur/paket | Memory untuk menyimpan informasi dan preferensi tertentu, tergantung pengaturan dan paket |
Baca juga: Generative Engine Optimization (GEO): Definisi & Strateginya di 2024
Setelah mengetahui perbandingan keduanya secara umum, berikut penjelasan lebih lengkap untuk membantu Anda menentukan platform yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Perplexity dibangun dengan pendekatan search-first. Perplexity akan mengambil informasi dari web dan menyajikan jawaban yang disertai citation sehingga pengguna dapat langsung memeriksa sumber di balik klaim. Perplexity juga menjelaskan bahwa pencariannya menggunakan indeks web yang terus diperbarui untuk menghasilkan jawaban berbasis informasi terkini.

Di sisi lain, ChatGPT menggunakan web sebagai salah satu kemampuan dalam percakapan. Dengan ChatGPT Search, pengguna dapat meminta informasi terbaru dan menerima jawaban yang dilengkapi dengan sumber. Namun, pencarian tersebut kemudian dapat dilanjutkan dalam percakapan yang sama, misalnya dengan meminta informasi dibandingkan, diringkas, dianalisis, atau diubah menjadi output tertentu.

Pada Perplexity, terdapat fitur Pro Search untuk melakukan pencarian yang lebih mendalam dengan menyintesis berbagai sumber sekaligus fitur Deep Research untuk memecah pertanyaan kompleks menjadi berbagai langkah pencarian dan menghasilkan laporan dengan citation.

Dengan kata lain, Perplexity lebih cocok ketika tujuan Anda adalah memperoleh hasil riset berbasis sumber dengan cepat, misalnya untuk mencari tren pasar, membandingkan kompetitor, atau mengumpulkan referensi dari berbagai situs.
ChatGPT memiliki Search untuk pencarian yang relatif cepat dan Deep Research untuk tugas yang membutuhkan riset multi-langkah. Selain itu, pengguna juga dapat menentukan situs atau file yang ingin digunakan sebagai sumber.

Intinya, hasil penelitian dari ChatGPT bisa Anda bawa ke dalam percakapan untuk dianalisis, dikritisi, diringkas, atau dikembangkan menjadi strategi dan output lain.
Baca juga: Apa Itu AEO? Panduan Lengkap Optimalkan Bisnis di Era AI Search
Perplexity dan ChatGPT sama-sama dapat digunakan untuk membantu proses coding dan analisis data. Namun, kemampuan dan pengalaman penggunaannya dapat berbeda berdasarkan model, fitur, dan paket yang digunakan.
Sebagai contoh, ChatGPT dapat digunakan untuk menganalisis data dan file serta menjalankan kode dalam workflow tertentu. Di sisi lain, Perplexity bisa menyediakan analisis file dan fitur Create files and apps pada produknya.
Namun, sejumlah riset menunjukkan bahwa ChatGPT cenderung memberikan hasil yang lebih baik dalam tugas coding dan analisis data, sedangkan Perplexity lebih unggul di sisi pencarian dan riset, terutama pada tugas tertentu.
ChatGPT dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis konten, mulai dari artikel, ide kampanye, ringkasan, hingga gambar. Platform ini juga dapat bekerja dengan file dan membantu mengembangkan output berdasarkan percakapan.
Tak jauh berbeda, Perplexity juga menawarkan fitur Create files and apps untuk membuat file dan aplikasi, sedangkan paket tertentu menyediakan kemampuan seperti pembuatan gambar.
Kemampuan agentic AI memungkinkan AI menjalankan serangkaian tugas dengan lebih sedikit intervensi langsung dari user. Perplexity memiliki Computer yang dapat menjalankan tugas secara bertahap, sedangkan OpenAI juga mengembangkan kemampuan agentic untuk pekerjaan personal dan profesional.
Perplexity terus mengembangkan Computer dengan kemampuan seperti Brain, subagents, integrasi aplikasi, dan otomasi. Di sisi lain, OpenAI menyebut produk agentic-nya mencakup ChatGPT, ChatGPT Work, Codex, dan Workspace Agents.
Perplexity dan ChatGPT kini sama-sama berkembang dari chatbot menjadi platform AI dengan berbagai fitur dan integrasi. Jika Perplexity mengembangkan ekosistem yang berfokus pada search, research, dan task execution melalui fitur seperti Comet, Computer, serta Create files and apps, ChatGPT membangun ekosistem yang lebih luas untuk berbagai jenis pekerjaan melalui Custom GPTs, Apps, Codex, kemampuan multimodal, hingga analisis file dan data.
Perbedaannyaa, Perplexity lebih kuat pada workflow yang berawal dari pencarian dan riset, sedangkan ChatGPT menawarkan ekosistem yang lebih general-purpose untuk mengolah informasi hingga menghasilkan berbagai output.
ChatGPT memiliki fitur Memory yang memungkinkan sistem mengingat informasi dan preferensi tertentu untuk memberikan respons yang lebih relevan. Tak jauh berbeda, Perplexity juga mengembangkan Memory dan Brain untuk mempertahankan konteks dari pekerjaan sebelumnya.
Dari segi memory dan personalisasi, ChatGPT cenderung lebih menekankan personalisasi interaksi, sementara Perplexity mengembangkan memory sebagai bagian dari konteks dan kelanjutan workflow.
Baca juga: Gemini vs ChatGPT: Panduan Memilih untuk Kebutuhan Bisnis
Secara garis besar, Perplexity lebih cocok untuk kebutuhan yang berfokus pada pencarian informasi, riset berbasis web, dan penelusuran sumber, sementara ChatGPT bisa digunakan untuk analisis, pembuatan konten, coding, hingga pengembangan ide.
Namun, bisnis tidak harus memilih salah satunya. Keduanya dapat digunakan dalam satu workflow. Misalnya, Perplexity digunakan untuk mencari dan memvalidasi informasi, lalu ChatGPT digunakan untuk menganalisis hasilnya, menyusun strategi, atau mengubahnya menjadi output yang siap digunakan.
Nah, sembari menggunakan Perplexity dan ChatGPT platform ini untuk membantu proses operasional bisnis, mengapa tidak sekalian memanfaatkan keduanya untuk meningkatkan AI visibility bisnis Anda?
Jadi, ketika calon pelanggan menggunakan AI untuk mencari informasi dan rekomendasi produk atau layanan, bisnis Anda bisa muncul sebagai jawabannya, baik dalam bentuk AI citation atau mention.
Citation dan mention dari Perplexity dapat membantu bisnis memperoleh visibilitas ketika sumber atau website bisnis digunakan sebagai referensi dalam jawaban AI.
Sementara itu, pada ChatGPT, brand bisa terbantu apabila muncul sebagai rekomendasi ketika user melakukan pencarian. Jadi, tidak ada platform yang secara mutlak lebih bagus. Citation di Perplexity maupun mention dan citation di ChatGPT sama-sama dapat bernilai, selama muncul dalam konteks yang relevan dengan kebutuhan audiens dan bisnis Anda.
Baca juga: ChatGPT vs Claude: Perbandingan & Strategi Optimasinya untuk Bisnis
Untuk meningkatkan peluang bisnis mendapatkan citation dan mention di Perplexity dan ChatGPT, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengecek dan mengaudit AI visibility bisnis. cmlabs menyediakan AI Visibility Audit GRATIS dari cmlabs yang dapat membantu Anda mengidentifikasi bagaimana bisnis muncul di berbagai platform AI.
Proses audit ini hanya membutuhkan waktu sekitar 3–5 hari kerja, gratis, dan tidak terikat kontrak. Setelah mengetahui kondisi AI visibility, Anda juga bisa menggunakan Jasa AI Search Optimization (GEO/AEO) dari cmlabs.
Jasa GEO cmlabs dapat membantu bisnis Anda meningkatkan visibilitas di platform AI yang ditargetkan dengan pendekatan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan bisnis.
Pendekatan dan strategi optimasi kami juga akan menyesuaikan platform AI yang ingin Anda targetkan, sebab setiap AI memiliki cara yang berbeda dalam memproses informasi, memilih sumber, dan melakukan grounding. Kami akan mengoptimalkan seluruh aspek teknis, mulai dari entitas, schema markup, hingga citation sesuai kebutuhan bisnis.
Jika Anda ingin mengetahui strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis atau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan AI Search Optimization, Anda dapat menghubungi tim kami.
Risca Fadillah
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami