Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Kehadiran AI tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga cara calon pelanggan menemukan dan memilih produk. Salah satu perubahan yang paling terasa ada pada buyer journey dan search journey, mulai dari mencari informasi hingga memutuskan vendor mana yang akan dipilih.
Sebelum AI search, journey tersebut umumnya dimulai dari mesin pencari tradisional seperti Google atau Bing. Pengguna mengetik kata kunci, membuka beberapa halaman hasil pencarian, lalu menyusun kesimpulan sendiri.
Kini, semakin banyak pengguna yang melompati langkah itu dan langsung bertanya kepada AI assistant. Alih-alih daftar tautan, penerima menerima jawaban yang sudah dirangkum, lengkap dengan rasionalisasi, perbandingan, dan rekomendasi.
Lantas, apa dampak AI search bagi bisnis? Pengguna kini memiliki “jalan pintas” untuk melakukan riset awal, sehingga shortlist vendor bisa terbentuk bahkan sebelum calon pembeli mengunjungi satu pun website. Artinya, bisnis tidak cukup hanya muncul di halaman pertama Google, tetapi juga harus dapat muncul, dikutip, dan direkomendasikan dalam jawaban AI.
Artikel ini akan membahas apa itu AI search behaviour, perbedaannya dengan perilaku pencarian tradisional, serta langkah-langkah yang dapat diambil agar bisnis mampu beradaptasi dan tetap ditemukan oleh pengguna. Mari simak sampai akhir.
Search journey adalah rangkaian proses yang dilakukan pengguna untuk mencari informasi, mulai dari mengajukan pertanyaan, membandingkan berbagai sumber, hingga akhirnya menentukan pilihan.
Prosesnya jarang selesai dalam satu kali pencarian. Pengguna dapat mengubah kata kunci, mengubah arah pencarian, atau membuka kembali halaman yang sama berulang kali, tergantung pada kompleksitas kebutuhan dan banyaknya pilihan yang tersedia.
Sementara itu, buyer journey melihat proses yang sama dari sudut pandang pembelian. Perjalanan ini umumnya dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:
Perlu diingat bahwa search journey dan buyer journey tidak berjalan secara linier. Calon pembeli dapat melompat antartahap, kembali ke tahap sebelumnya, atau mencari informasi dari banyak kanal sekaligus. Dengan kata lain, search journey adalah bagaimana pengguna mencari, sedangkan buyer journey adalah mengapa dan sejauh mana proses itu berjalan hingga pembelian.
Sebagai pelaku bisnis, Anda tidak perlu khawatir karena kehadiran AI tidak akan menghapus buyer journey. Tahap awareness, consideration, dan decision tetap ada. Perubahan muncul pada tahap-tahapnya, di mana tiap tahap berlangsung dan siapa yang ikut membentuk shortlist sebelum calon pembeli menyentuh website mana pun.
Perubahan paling mendasar terlihat pada titik awal pencarian. Dulu, hampir semua perjalanan riset dimulai dari mesin pencari. Kini, sebagian pengguna memilih bertanya langsung ke AI. Studi Similarweb di Amerika Serikat (Januari 2026) menunjukkan bahwa 35% konsumen memulai penemuan produk dari AI, sementara hanya 13,6% yang memulainya dari mesin pencari.
Pergeseran serupa terlihat di Indonesia. Survei Jurnal Globresco pada Maret 2026 mencatat bahwa 74,6% responden pernah memakai AI untuk meriset produk. Data ini diperkuat oleh riset Macromill South East Asia terhadap 4.114 responden di Indonesia yang menunjukkan bahwa AI paling banyak dipakai pada tahap sebelum pembelian, yaitu untuk membandingkan produk, meminta rekomendasi yang sesuai kebutuhan, dan mengecek kredibilitas brand.
Yang lebih penting, AI tidak hanya berperan sebagai alat untuk mencari informasi, melainkan juga ikut memengaruhi keputusan. Di Indonesia, 52,3% responden pada Jurnal Globresco mengaku terpengaruh oleh brand yang disebut oleh AI, dan 79,8% merasa AI mempercepat proses pengambilan keputusan mereka.
Artinya, AI kini berperan besar di tahap consideration dan ikut memengaruhi hasil di tahap decision. Di tahap consideration, AI merangkum, membandingkan, dan merekomendasikan dalam satu jawaban, sehingga pembeli tidak perlu lagi membuka website satu per satu.
Baca juga: Struktur Konten untuk Optimasi AI Search, Yuk Terapkan!
AI tidak hanya mengubah buyer journey, melainkan juga search journey. Sebelum AI diterapkan dalam mesin pencari, perjalanan pencarian dimulai dari kata kunci yang menerjemahkan kebutuhan pengguna. Kini, di era AI search, pembeli datang dengan konteks masalahnya, ditulis dalam kalimat sehari-hari yang bisa sangat panjang.
Lalu, apa itu searching dalam AI? Searching dalam AI, atau AI search, adalah cara pengguna mencari informasi dengan bertanya langsung kepada AI assistant seperti ChatGPT atau Gemini. Pengguna menerima jawaban yang sudah dirangkum dari berbagai sumber, bukan daftar tautan yang harus dibuka satu per satu.
Perubahan di titik awal tersebut membawa perbedaan di sepanjang proses pencarian berikutnya. Berikut lima perbedaan utamanya:
Pada mesin pencari, pengguna mengetik kata kunci singkat seperti “jasa produksi video korporat Jakarta”. Di AI search, pembeli menuliskan jenis proyek, skala perusahaan, tenggat waktu, hingga pengalaman yang diharapkan dari vendor.
Hasilnya, jawaban yang diberikan terasa lebih dipersonalisasi karena kandidat yang di-shortlist sesuai dengan kondisi mereka.
Dengan mesin pencari, tugas menyusun daftar kandidat ada di tangan pembeli. Mereka membuka hasil teratas satu per satu, menilai setiap website, lalu mencatat vendor yang dianggap layak. Google memberi opsi, dan pembelilah yang memilihnya.
Dengan AI, urutannya terbalik. Jawaban yang muncul sudah memuat beberapa nama vendor beserta alasan pemilihannya. Artinya, AI memberikan rekomendasi, sehingga shortlist sudah terbentuk bahkan sebelum satu website pun dibuka.
Pencarian tradisional umumnya berupa rangkaian query yang berdiri sendiri. Untuk mempersempit pilihan, pembeli akan memilih kata kunci baru dan mengulang pencarian dari awal.
Sementara itu, dengan AI search, prosesnya berupa percakapan yang berlanjut. Setelah mendapat beberapa nama vendor, pembeli bisa langsung bertanya mana yang paling berpengalaman di bidang tertentu, lalu meminta perbandingan kisaran harga, tanpa perlu mengulang konteks dari awal.
Dalam pencarian tradisional, peringkat ditentukan oleh relevansi halaman dan tautan dari situs lain (backlink), sehingga vendor bersaing melalui optimasi website. Di AI search, rekomendasi dibentuk berdasarkan seberapa sering dan konsisten sebuah brand disebut di berbagai sumber, seperti media, direktori, situs ulasan, dan asosiasi industri.
Pengunjung dari mesin pencari biasanya datang dengan pengetahuan yang masih terbatas, sehingga website harus menjawab semua pertanyaan dan meyakinkan mereka dari nol. Namun, pengunjung yang datang setelah riset di AI umumnya sudah lebih paham dan siap masuk ke tahap decision.
Baca juga: Apa Itu AI Brand Authority? Begini Cara Mengukur dan Membangunnya!
Tidak, bisnis tetap bisa ditemukan oleh calon pelanggan selama bisnis tetap hadir di jawaban AI. AI search tidak menghilangkan visibilitas, hanya mengubah bentuknya. Di pencarian tradisional, visibilitas berarti peringkat dan klik.
Sementara itu, di AI search, visibilitas dapat berupa AI mention dan AI citation. Keduanya sama-sama menempatkan bisnis di hadapan calon pembeli, terutama saat shortlist vendor sedang dibentuk.
Pada kedua sistem, visibilitas tidak datang secara otomatis. Namun, cara untuk meningkatkan visibilitas di AI search sedikit berbeda dari pencarian tradisional. Bukan hanya soal peringkat halaman, tetapi juga soal seberapa jelas, kredibel, dan konsisten sebuah brand dibicarakan, baik di website-nya sendiri maupun di sumber pihak ketiga.
Oleh karena itu, setiap bisnis memerlukan langkah strategis dan pengoptimalan yang disesuaikan agar peluang AI visibility benar-benar bisa dimanfaatkan.
Normalisasi perilaku AI search menuntut bisnis untuk beradaptasi agar tidak tertinggal dan visibilitasnya tetap terjaga. Dalam hal ini, cmlabs menyediakan layanan untuk membantu bisnis Anda mengoptimalkan konten dan website, mulai dari struktur konten hingga aspek teknisnya, seperti optimasi entity, analisis citation gap, dan optimasi schema.
Melalui jasa optimasi AI search dari cmlabs, Anda tidak perlu khawatir lagi karena cmlabs dapat membantu bisnis Anda beradaptasi dan membangun strategi yang nyata serta terukur di tengah perubahan perilaku pencarian pelanggan di era AI.
Berikut beberapa cara cmlabs membantu Anda dalam mengoptimalkan peluang di AI search bagi bisnis:
Sebelum melakukan upaya optimasi apa pun, cari tahu terlebih dahulu posisi bisnis Anda saat ini, seperti pertanyaan apa yang memunculkan brand Anda di jawaban AI, kompetitor mana yang muncul saat Anda tidak disebut, dan konten mana yang dikutip.
Hasilnya dapat menjadi baseline untuk mengevaluasi hasil optimasi secara berkala. Tidak perlu repot melakukan audit secara manual, Anda dapat menggunakan AI Visibility Audit GRATIS dari cmlabs. Anda dapat menerima hasil audit dalam 3-5 hari kerja, 100% gratis, dan bebas kontrak.
Untuk struktur konten agar optimal di AI search, gunakan format pertanyaan untuk judul atau subjudul, kemudian langsung buka paragraf dengan jawaban yang singkat. Penjelasan lainnya dapat ditulis dalam format tabel perbandingan dan daftar poin agar setiap bagian mudah diambil dan dikutip oleh AI. Gunakan blok tanya-jawab untuk menjawab pertanyaan tambahan yang belum terjawab dalam paragraf utama.
Buat satu halaman utama yang membahas topik secara garis besar, lalu gunakan halaman pendukung untuk mengulas detail seperti definisi, perbandingan, dan cara memilih. Kemudian, hubungkan seluruhnya dengan backlink, agar AI tercapai topical authority.
Tambahkan schema markup yang relevan (misalnya FAQ, Article, dan Organization) agar konteks konten mudah dipahami oleh mesin, dan pastikan AI crawler tidak terblokir dari website.
Baca juga: SEO vs AI Search Optimization: Mana yang Kini Lebih Penting?
Sebagai langkah untuk memperkuat entity, pastikan nama brand, deskripsi layanan, dan profil penulis konsisten di seluruh platform, serta tampilkan kredensial penulis dan riwayat pembaruan konten.
Publikasikan studi kasus berbasis data, riset atau benchmark orisinal, testimoni, dan informasi layanan yang jelas, karena bukti seperti inilah yang membantu AI merekomendasikan bisnis kepada pengguna.
Bangun mention melalui media industri, situs ulasan, direktori, dan asosiasi. Lalu, cek situs mana yang dirujuk AI saat menyebut kompetitor. Upayakan agar bisnis Anda juga hadir di platform-platform tersebut untuk menutup citation gap.
Bandingkan seberapa sering brand Anda disebut dan dikutip oleh AI, serta kontribusinya terhadap konversi, dengan baseline dari audit awal, bukan hanya klik dari mesin pencari.
Segera optimalkan bisnis Anda, karena setiap saat bisnis Anda tidak muncul dalam jawaban itu, brand lain mendapat kesempatan untuk disebut dalam pencarian AI dan dipertimbangkan oleh pelanggan. Semakin lama Anda menunggu, semakin sering brand lain disebut.
Tim cmlabs siap membantu Anda memahami posisi bisnis Anda saat ini di AI search dan menentukan strategi optimasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Hubungi kami sekarang untuk mempelajari layanan AI Search Optimization dari cmlabs lebih lanjut.
Risca Fadillah
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami