Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Terakhir diperbarui: Jan 03, 2023
Disclaimer: Panduan SEO cmlabs ini berisi informasi lengkap tentang SEO, seperti pengantar dan panduan umum. Anda mungkin saja mengunjungi laman SEO Terms di cmlabs.co melalui pihak ketiga atau tautan website asing. Kami tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau keandalan informasi apa pun yang ditawarkan oleh situs web pihak ketiga.
Ketika mengelola sebuah website, Anda tentu memerlukan sebuah CMS atau Content Management System. Dengan CMS, Anda bisa memanajemen konten website dengan mudah dan efisien. Salah satu CMS yang paling banyak digunakan adalah Joomla. Jika Anda merupakan pengguna Joomla, sudahkah Anda mengoptimalkan performa SEO di dalamnya?
Berikut ini penjelasan tentang apa itu Joomla, best practice, rekomendasi plugin, serta tips pendukung untuk memaksimalkan SEO Joomla bagi website Anda. Simak penjelasannya di bawah ini.
Joomla adalah salah satu Content Management System (CMS) yang dirilis pada tahun 2005. Memiliki sifat open source, Joomla memungkinkan Anda untuk membangun website atau aplikasi secara gratis. Meskipun penggunanya tak sebanyak WordPress, Joomla dikenal sebagai CMS yang mudah dan simpel untuk digunakan.
Adapun kelebihan yang dimiliki oleh Joomla antara lain: memudahkan Anda untuk mengontrol dan memanajemen akses pengguna, sudah mendukung berbagai bahasa asing, dan memiliki fleksibilitas yang lebih baik dibanding CMS lainnya.
Akan tetapi, bagi Anda yang awam dan masih baru menggunakan Joomla, jangan heran bila Anda masih memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi. Sebab, Joomla memang didesain dengan orientasi developer website sebagai target pengguna utamanya.
Bagi Anda yang menggunakan Joomla, ingin mengoptimalkan bisnis website dengan SEO? Berikut ini beberapa best practice teknik SEO Joomla yang perlu Anda ketahui.
Untuk mengoptimalkan SEO Joomla, langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah mengkonfigurasi pengaturan SEO yang ada di Joomla. Mengatur konfigurasi SEO di Joomla memang memerlukan waktu yang cukup panjang, akan tetapi Anda akan mendapatkan hasil yang sangat baik.
Salah satu konfigurasi SEO Joomla sederhana yang bisa Anda lakukan adalah ‘pembersihan’ link. Gunakan URL yang singkat, padat, jelas, dan relevan dengan website Anda. Sebab, URL yang mempertimbangkan kenyamanan pengguna merupakan salah satu faktor mengapa suatu website menempati ranking teratas di SERP.
Membuat sitemap merupakan salah satu cara mudah dalam strategi SEO Joomla, untuk menaikkan ranking website Anda. Sederhananya, sitemap mampu membantu mesin pencari untuk mengetahui banyak informasi mengenai website Anda secara kritikal.
Sitemap dapat membuat mesin pencari paham bahwa konten-konten Anda relevan dengan kueri yang dicari oleh pengguna. Untuk membuat sitemap sederhana, Anda bisa menggunakan tools sitemap generator, kemudian submit sitemap tersebut ke dalam Google Search Console. Setelahnya, Anda tinggal menunggu mesin pencari untuk melakukan crawling terhadap website Anda.
Meski terdengar sederhana, menggunakan ekstensi versi terbaru bisa mengoptimalkan SEO for Joomla bagi website Anda. Sebab, ekstensi yang telah diperbarui bisa membantu menciptakan fitur terkini bagi website Anda.
Menggunakan ekstensi versi terbaru mampu menjaga kinerja website Anda sesuai yang diharapkan, serta menghasilkan user experience (UX) yang positif bagi para pengguna.
Faktanya, menggunakan strategi linking mampu menjadi salah satu dari tiga faktor utama mengapa sebuah website bisa menempati urutan teratas di Google. Maka dari itu, Anda juga harus memiliki strategi pemasangan link yang bagus untuk memaksimalkan SEO Joomla bagi website Anda.
Beberapa jenis link yang memiliki peran besar dalam gaining traffic bagi website Anda antara lain:
Menerapkan local SEO mampu membantu mesin pencari mengenali di mana tempat Anda tinggal sekarang. Misalnya, ketika Anda merancang fitur presensi online di Joomla, hal ini berarti bahwa Anda sudah menerapkan local SEO.
Gunakanlah location-based keyword pada website Anda, sehingga baik pengguna maupun mesin pencari dapat mengetahui dengan mudah di mana Anda berdomisili saat ini. Jangan lupa untuk turut mendaftarkan website Anda ke Google My Business, karena hal ini bisa membantu untuk mengetahui local search, yang diperkuat oleh peta lokasi Anda.
Bingung menentukan plugin mana yang tepat digunakan untuk mengoptimalkan SEO Joomla bagi website Anda? Berikut ini beberapa rekomendasi plugin SEO Joomla yang bisa Anda jadikan referensi:
Ada beberapa tips pendukung untuk memaksimalkan SEO Joomla bagi website Anda. Simak penjelasannya berikut ini.
Pikirkan ide konten yang menarik dan relevan bagi website Anda. Jelajahi mesin pencari untuk mengetahui search intent dari sebuah kueri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konteks dari artikel atau konten yang memuat kueri tersebut.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan Google Trends untuk mengetahui apa saja topik-topik up to date yang sedang ramai dicari oleh pengguna. Sebab, konten yang baik, menarik, dan sesuai dengan keinginan pengguna mampu membantu website Anda untuk naik ke urutan teratas mesin pencari.
Jika ingin bisnis pada website Anda berkembang, siapkanlah actual plan untuk mengatur strategi SEO-nya. Salah satu strategi besar untuk mengembangkan bisnis dengan SEO adalah melakukan riset keyword. Carilah berbagai keyword yang paling relevan dengan niche bisnis website Anda.
Selain itu, jangan hanya menggunakan satu tools untuk melakukan riset keyword. Untuk menemukan lebih banyak varian keyword, Anda bisa menggunakan beberapa tools sekaligus, seperti Google Keyword Planner, Ahrefs, Semrush, dan Ubersuggest.
Anda juga bisa memodifikasi short-tail keyword menjadi long-tail keyword untuk konteks yang lebih spesifik, serta menurunkan tingkat kompetisi di mesin pencari. Selain itu, LSI keyword juga bisa membantu Anda mendapatkan lebih banyak variasi keyword.
Anda harus rajin mengukur performa website secara intens, untuk mengetahui bagaimana kelayakan dari website tersebut. Untuk mempermudah Anda, gunakanlah Google Analytics dan Google Search Console sebagai paket bundling-nya.
Google Analytics mampu menunjukkan bagaimana kinerja website, sedangkan Google Search Console berfokus pada masalah teknikal dan analisis trafik organik pada website tersebut.
Demikianlah pembahasan mengenai SEO Joomla yang telah dirangkum, mulai dari apa itu Joomla, best practice SEO for Joomla, rekomendasi plugin, hingga tips pendukung untuk mengoptimalkan performanya bagi website Anda.
Gunakanlah jasa SEO untuk membantu mengelola SEO Joomla pada website Anda. Jasa SEO mampu bekerja secara detail dan menyeluruh demi menunjang bisnis Anda.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?