Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Terakhir diperbarui: Jan 15, 2024
Disclaimer: Panduan SEO cmlabs ini berisi informasi lengkap tentang SEO, seperti pengantar dan panduan umum. Anda mungkin saja mengunjungi laman SEO Terms di cmlabs.co melalui pihak ketiga atau tautan website asing. Kami tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau keandalan informasi apa pun yang ditawarkan oleh situs web pihak ketiga.
Microservices adalah sebuah metode pengembangan aplikasi yang banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan, terutama mereka yang beroperasi secara digital.
Mulai dari penyedia layanan transportasi, e-commerce, dan banyak industri startup, microservices adalah solusi terbaik untuk memaksimalkan pelayanan sekaligus merespons request pelanggan dengan lebih cepat.
Untuk memahami apa itu microservices, karakteristik arsitekturnya, hingga kelebihan dan kekurangan microservices architecture, pelajari pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Microservices adalah sebuah arsitektur desain dalam pengembangan aplikasi yang membagi aplikasi besar ke dalam unit-unit layanan kecil, tetapi tetap terhubung satu sama lain.
Pendekatan microservices memungkinkan setiap unit layanan di dalam aplikasi menyediakan fungsi independen dan berbeda namun tetap saling mendukung.
Untuk menjadikan seluruh unit atau fitur di dalam microservices architecture tetap terhubung, umumnya tim pengembang akan memanfaatkan Application Programming Interface (API).
Anda tidak perlu bingung memikirkan apa itu microservices karena pada dasarnya desain arsitektur ini sering Anda jumpai saat menggunakan aplikasi terkemuka (super-app).
Adapun beberapa contoh microservices adalah: Penyedia layanan transportasi (Grab, Gojek), E-commerce (Shopee, Tokopedia, Lazada), atau aplikasi keuangan (OVO, Dana).
Menurut Statista, setidaknya 85% perusahaan telah memanfaatkan metode microservices architecture dalam mengembangkan aplikasi.
Namun, Anda mungkin masih penasaran apa itu microservices dan mengapa metode ini banyak digunakan oleh berbagai perusahaan, bukan?
Hasil riset oleh GlobeNewswire menunjukkan bahwa microservices adalah sebuah metode app development yang sangat membantu meningkatkan efisiensi, memangkas pengeluaran bisnis hingga 63%, serta memaksimalkan CX (customer experience).
Dengan microservices architecture, perusahaan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat, mempercepat waktu pengembangan dan rilis dari sebuah aplikasi, serta meningkatkan skalabilitas secara keseluruhan.
Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan tim developer untuk fokus pada pengembangan dan perbaikan bagian-bagian aplikasi tertentu tanpa mengganggu fungsi keseluruhan sehingga pembaruannya bisa menjadi lebih mudah.
Setelah Anda mengenal apa itu microservices, mari telusuri apa saja karakteristik dari metode pengembangan satu ini. Berikut selengkapnya.
Microservices adalah metode yang diterapkan dengan membagi aplikasi besar ke dalam fitur atau layanan mikro sehingga proses routing di dalamnya pun menjadi lebih sederhana.
Microservices dapat dikembangkan, dikelola, dan di-deploy secara independen. Artinya, setiap fitur dapat langsung menerima dan memproses permintaan tanpa perlu melakukan koordinasi lanjutan dengan fitur lain.
Salah satu ciri khas microservices adalah independensi tiap komponen atau layanannya. Komponen-komponen ini dapat mencakup berbagai aspek, seperti layanan, produk, server, dan database.
Untuk memastikan komponen tersebut saling terhubung, aplikasi dengan arsitektur ini biasanya menggunakan REST API yang memfasilitasi komunikasi melalui protokol HTTP.
Microservices adalah pendekatan yang cocok dikembangkan oleh bisnis di berbagai niche karena memungkinkan penyusunan serta pengaturan yang strategis dan fleksibel.
Karena unit-unit mikro di dalam aplikasi berjalan secara terpisah, maka tim pengembang dapat menaruh prioritas utama pada layanan yang sekiranya memiliki dampak langsung pada keberlangsungan bisnis.
Kemampuan desentralisasi operasional berarti bahwa metode ini memberi keleluasaan tinggi tanpa dependensi antar layanan.
Desentralisasi ini juga mencakup proses pengembangan. Artinya, tim pengembangan yang bertanggung jawab atas suatu layanan mikro memiliki kebebasan penuh dalam memilih metode pengembangan, alat, dan siklus pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik layanan tersebut.
Karakteristik lain dalam microservices adalah mampu mengembangkan dan memperbarui setiap layanan secara independen.
Kapan pun muncul kebutuhan baru atau perubahan dalam persyaratan, tim pengembang dapat fokus pada layanan terkait tanpa merusak integritas keseluruhan aplikasi.
Pada dasarnya, monolith dan microservices adalah dua konsep yang berkebalikan. Monolith merupakan metode yang menjadikan seluruh komponen menyatu di dalam sebuah server aplikasi.
Sistem monolith dipercaya lebih sederhana karena lebih mengutamakan logika, server, database, dan UI yang sama pada setiap unit.
Namun sayangnya, pendekatan seperti itu menjadikan monolith tidak fleksibel dan rentan terhadap perombakan secara keseluruhan. Apabila server mengalami masalah, maka seluruh layanan akan terkena dampaknya.
Adapun kelebihan microservices yang dapat menguntungkan perusahaan atau bisnis Anda antara lain:
Kelebihan pertama dari microservices adalah memudahkan proses deteksi error serta memisahkannya pada area tertentu (isolation).
Karena setiap layanan mikro beroperasi secara independen, maka ketika terjadi kesalahan, sistem dapat dengan cepat mengidentifikasi lokasi dan sumber error tersebut.
Error isolation dapat memastikan bahwa kesalahan dalam satu bagian sistem tidak merambat dan membahayakan keseluruhan aplikasi.
Ketika sebuah aplikasi dikembangkan sebagai monolith, maka upgrade atau perubahan pada satu bagian dapat mempengaruhi keseluruhan sistem sehingga upgrade akan sering mengalami penundaan.
Namun, salah satu keunggulan microservices adalah proses upgrade aplikasi bisa menjadi lebih mudah serta meminimalisir dampak negatif terhadap sistem secara keseluruhan.
Dalam arsitektur microservices, setiap fitur dalam service suatu perusahaan dibangun dengan menggunakan teknologi yang dapat dioptimalkan untuk masing-masing tugas spesifik.
Hal ini mencakup pemilihan berbagai framework, seperti Kubernetes, Laravel, Docker, atau bahkan bahasa pemrograman yang berbeda seperti Java, Python, Objective-C, dan lainnya.
Intinya, metode microservices adalah pendekatan digemari karena tim developer bisa lebih leluasa dalam membangun setiap infrastruktur.
Karena aplikasi dengan arsitektur microservices terdiri atas beberapa layanan mikro di dalamnya, maka proses pemeliharaan atau maintenance juga menjadi lebih mudah.
Setiap tim developer bisa berfokus pada layanan yang memang dalam kuasa mereka dan tidak perlu memelihara seluruh aplikasi yang mana akan sangat menyita waktu.
Selain itu, arsitektur ini juga memungkinkan tim untuk mengadopsi metodologi pengembangan seperti Continuous Integration dan Continuous Deployment (CI/CD) dengan lebih efisien.
Setiap arsitektur dalam metode ini dapat dikembangkan secara independen oleh tim yang berbeda tanpa perlu bergantung satu sama lain.
Selain mempercepat proses pengembangan, proses pengembangan software juga bisa menjadi lebih modular dan tidak bertentangan, berkat adanya sistem manajemen serta kontrol kode sumber yang terstruktur.
Meski banyak kelebihan yang ditawarkan oleh metode ini, nyatanya terdapat beberapa kekurangan microservices yang juga perlu Anda pertimbangkan sebelum mulai menerapkannya.
Adapun kekurangan microservices adalah:
Meskipun tujuan utama dari microservices adalah memecah aplikasi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola secara independen, namun proses pengelolaannya dapat menjadi tantangan tersendiri.
Dalam microservices architecture, koordinasi antar layanan menjadi kunci untuk menjaga konsistensi dan integritas data sekaligus menjaga keberlangsungan layanan.
Dengan meningkatnya jumlah layanan dalam arsitektur mikro, tugas monitoring dan debugging menjadi lebih rumit.
Karena sistem terdiri dari berbagai komponen yang terpisah, maka pemantauan harus dilakukan secara terdistribusi, dan koordinasi antar layanan memerlukan alat dan praktik yang lebih canggih.
Meskipun dapat meningkatkan fleksibilitas, komunikasi yang berlebihan antar layanan mikro ini juga dapat menimbulkan overhead yang signifikan.
Kinerja siste dapat terpengaruh jika mekanisme komunikasi tidak dioptimalkan dengan baik. Selain itu, gangguan jaringan juga dapat menyebabkan masalah dalam interaksi antar layanan di dalam arsitektur ini.
Arsitektur microservices memang dapat memberi keuntungan jangka panjang. Namun, biaya untuk pengembangan awalnya juga relatif tinggi.
Seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung arsitektur microservices, seperti manajemen layanan, otomatisasi implementasi, dan monitoring tool, sering kali memerlukan investasi finansial dan sumber daya tambahan.
Anda sudah menyimak pembahasan seputar apa itu microservices, kekurangan, dan kelebihannya pada ulasan di atas.
Perlu diketahui bahwa bisnis perlu menerapkan berbagai macam strategi untuk memaksimalkan kesuksesan di ranah digital. Selain mengembangkan aplikasi dengan microservices, Anda juga perlu membangun website ramah SEO.
Apabila Anda sedang berencana memperluas ekosistem bisnis secara digital dan membutuhkan bantuan developer berpengalaman untuk mengembangkan atau melakukan website revamp, maka cmlabs dapat membantu Anda.
cmlabs menyediakan paket layanan yang akan memberi Anda keuntungan secara menyeluruh mulai dari proyeksi SEO, penulisan artikel berdasarkan saran ahli, hingga layanan revamp website. Gunakan Paket Layanan cmlabs dan jadilah bisnis yang terdepan di mesin pencari.
Mari berkolaborasi sekarang!
Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?
Gratis di semua peramban berbasis Chromium
Gratis di semua peramban berbasis Chromium
Sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam wacana pemasaran, saya ingin menanyakan perspektif Anda tentang dampak strategi pemasaran SEO dalam memfasilitasi ekspansi perusahaan dalam kaitannya dengan keberadaan virtual