Microsite adalah versi mini dari sebuah website yang terpisah dari website utama bisnis. Tujuan dibuatnya microsite adalah sebagai platform alternatif yang ditujukan bagi calon konsumen untuk melakukan tindakan tertentu.
Microsite dibuat terpisah dari website utama bisnis karena microsite dirancang khusus untuk tujuan bisnis spesifik seperti promosi produk, pengumuman sebuah event, atau publikasi artikel. Biasanya, brand akan menggunakan microsite untuk kampanye yang sedang mereka jalankan.
Meskipun terpisah dari website utama, microsite tetap memiliki komponen brand yang sama seperti logo, warna, atau font. Hanya saja, tampilan microsite dapat dibuat unik dan berbeda dari website utama.
Perbedaan antara website biasa yang menjadi platform utama sebuah bisnis dengan microsite adalah dari sisi tujuan, nama domain, isi konten, jangka waktu, dan strategi yang digunakan.
Anda sudah mengetahui apa itu microsite dan apa yang membedakannya dari website utama. Selanjutnya, Anda juga perlu memahami apa saja keuntungan yang akan didapat dari microsite. Berikut adalah penjelasannya:
Microsite adalah jenis website yang dirancang khusus untuk tujuan spesifik. Hal ini membuat implementasi SEO menjadi lebih mudah dilakukan pada jenis website ini. Sebuah microsite bisa dengan cepat memenangkan sebuah niche dan mendapatkan ranking pada keyword yang spesifik.
Perbedaan website biasa dengan microsite adalah isi konten yang terfokus. Perbedaan ini memberikan keuntungan bagi microsite dari sisi engagement. Konten yang terfokus dan minim distraksi akan membuat audiens menjadi lebih mudah diarahkan untuk melakukan tindakan.
Karena microsite terpisah dari website utama, Anda bisa dengan bebas membuat konten dan desain interface yang kreatif, unik, dan stand out sesuai dengan kebutuhan dari kampanye yang dijalankan. Tentunya hal ini tidak akan mengganggu website utama Anda.
Setelah memahami keuntungan yang bisa didapat dari microsite, tentunya Anda juga ingin mengetahui bagaimana cara membuat microsite. Berikut ini adalah tips bagaimana cara membuat microsite yang baik dan benar:
Karena microsite dibuat dengan tujuan spesifik untuk membuat konsumen potensial melakukan suatu tindakan maka penentuan nama domain microsite juga harus dibuat sesuai dengan niche dari pembeli potensial tersebut.
Anda bisa memilih nama domain berdasarkan kampanye yang Anda jalankan agar konsumen potensial lebih mudah membedakan microsite Anda dengan website utama bisnis. Namun, pastikan bahwa nama domain tersebut tidak terlalu panjang dan sulit diingat.
Microsite yang baik harus bisa memberikan konten yang menarik bagi konsumen potensial. Tanpa konten yang menarik, konsumen potensial tidak akan melakukan tindakan yang kita inginkan sehingga microsite gagal dalam mencapai tujuannya.
Oleh karena itu, konten yang Anda sajikan pada microsite harus bisa menjawab kebutuhan konsumen potensial dan selaras dengan obyektif dari kampanye yang dijalankan
Anda bisa menggunakan social signal pada microsite sebagai tolak ukur dalam menilai relevansi konten di media sosial. Social signal berperan penting dalam memberikan sinyal engagement dan visibility konten kepada search engine. Sehingga, konten pada microsite akan lebih mudah mendapatkan ranking di halaman pencarian.
Microsite dengan navigasi yang baik dan tersusun rapi akan lebih nyaman digunakan oleh penggunanya. Anda akan lebih mudah mengarahkan calon konsumen untuk menavigasi microsite dengan baik.
Hal ini tentunya tidak bisa Anda capai jika microsite yang Anda bangun tidak memiliki navigasi yang jelas dan berantakan. Calon konsumen akan merasa bingung dan hal ini akan menghambat mereka dalam melakukan tindakan tertentu.
Untuk bisa membuat struktur navigasi website yang baik, Anda bisa membaca lebih lanjut melalui panduan struktur website dari cmlabs.

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami