Meta description adalah sebuah bagian tag HTML yang berisi penjelasan singkat muncul pada SERP. Meta description berisi keyword dan sentuhan persuasif.
Meta description tidak boleh terlalu pendek maupun terlalu panjang. Meta deskripsi tidak memiliki limit. Namun jika terlalu panjang maka Google akan memotong meta desc dan tampilan akan menjadi “…” pada akhir kalimat deskripsi. Ada baiknya jika deskripsi tampil utuh.
Meta description length yang disarankan adalah sekitar 400 – 750 pixel. Dengan memenuhi ukuran tersebut, meta desc dapat tampil utuh pada mobile version dan desktop version.
Tag meta deskripsi berada pada bagian head. Namun jika anda menggunakan Wordpress, terdapat plugin yang dapat memudahkan anda.
Contoh Meta Description Tag pada source code :
<meta name="description" content="Meta description atau meta deskripsi adalah Tag
yang berisi penjelasan singkat dari artikel atau situs yang diunggah pada google."> * meta description di atas memiliki panjang 747 px.
Terdapat beberapa alat yang bisa digunakan untuk mengatur panjang meta description :
Penerapan meta description yang menarik dan mengandung cuplikat informasi memiliki beberapa manfaat bagi situs web, antara lain:
Anda perlu membuat meta description sesuai kaidah SEO untuk mendapatkan hasil yang optimal di penelusuran orgnaik. Berikut beberapa cara membuat meta description sesuai kaidah SEO:
Pastikan meta description yang Anda buat mengandung kata kunci yang berpotensi ditelusuri pengguna. Dengan begitu, konten Anda akan ditampilkan sebagai hasil pencarian yang relevan. Sematkan kata kunci secara natural dan hindari keyword stuffing agar tidak dinilai spam oleh mesin telusur.
Jangan sampai meta description yang Anda buat tidak dapat ditampilkan secara utuh. Hal ini bisa menurunkan minat pengunjung untuk mengunjungi situs Anda. Gunakan tools di atas untuk memeriksa panjang meta description yang Anda buat. Pastikan panjangnya tidak lebih dari 155 - 160 karakter atau sekitar 400 – 750 pixel.
Buat meta description yang relevan dengan isi konten. Dengan begitu, pengunjung akan betah menjelajahi halaman web Anda dalam waktu yang lama. Jika dirasa bermanfaat, pengunjung akan senang membagikan konten Anda.
Menyebutkan isi konten secara gamblang dalam meta description, bukanlah startegi SEO yang tepat. Tujuan meta description adalah menarik calon pengunjung agar mengklik konten Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda hanya mencantumkan cuplikan isi konten secara singkat. Menambahkan call-to-action juga dapat meningkatkan click-through rate.
Contoh call-to-action yang dapat digunakan seperti, “baca selengkapnya”, “temukan jawabannya disini”, “cek disini”. Kalimat tersebut dapat membuat calon pengunjung tertarik untuk membaca dan mengeksplorasi konten Anda.
Anda bisa menyertakan locational keywords dalam meta description. Mencantumkan nama wilayah tertentu dapat membuat konten Anda menjangkau audiens pada wilayah tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pengunjung yang berpotensi menjadi calon pelanggan.
Katakanlah Anda tinggal di Kota Malang dan sedang membutuhkan jasa penulisan konten. Kemudian Anda melakukan penelusuran jasa tulis konten di mesin pencari. Tentu meta description yang berisi kata kunci seperti “Jasa tulis konten Malang” akan membuat Anda tertarik untuk mengeklik halaman tersebut.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami