
Apabila Anda ingin mulai mengoptimalkan website bisnis, faktor teknis seperti kecepatan website harus mendapatkan perhatian besar. Pasalnya, hal tersebut akan berdampak langsung pada banyak hal, mulai dari user experience hingga pendapatan bisnis.
Salah satu teknologi yang berperan penting dalam optimasi kecepatan website adalah CDN. Apa itu CDN dalam website?
CDN ibarat cabang toko yang memudahkan customer membeli barang secara langsung di lokasi terdekat dengan domisilinya. Untuk memahami konsepnya secara mendalam, mari simak penjelasan berikut!
CDN atau Content Delivery Network adalah jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi geografis dan ditujukan untuk mengirim konten website kepada user secara lebih cepat.
Perlu dipahami, setiap website pasti memiliki satu server utama (host server). Apabila semua user mengakses informasi dari server tersebut, kemungkinan loading menjadi lambat, terlebih jika ukuran file besar dan lokasinya jauh.
Di sinilah pentingnya konten web disalin dan disimpan di edge server, yakni server CDN yang berada lebih dekat dengan user. Dengan demikian, user bisa merasakan pengalaman akses konten yang memuaskan karena lebih cepat dan stabil.
Di bawah ini adalah beberapa fungsi CDN yang perlu Anda ketahui:
Dulu, distribusi konten global banyak mengandalkan infrastruktur seperti satelit. Padahal, infrastruktur ini membutuhkan biaya dan latency (waktu jeda saat data dikirim dari server ke user) yang lebih tinggi.
Namun, sekarang distribusi konten sudah dioptimalkan menggunakan CDN yang dapat menyimpan konten di banyak lokasi sehingga memperpendek jarak ke user. Apabila satu server gagal, server lain dapat mengambil alih. Hasilnya, downtime pun bisa diminimalkan.
Selain membuat prosesnya lebih cepat, penggunaan CDN juga membantu mengurangi biaya bandwidth dari host server.
Pasalnya, tidak semua request dari user mengarah ke host server. Kondisi ini membuat beban server berkurang dan biaya hosting pun lebih hemat.
Sejatinya, server memiliki batas jumlah user. Apabila jumlahnya terlalu banyak, website berisiko down.
Di sinilah CDN berfungsi mengurangi beban pada host server melalui distribusi konten ke berbagai edge server. Alhasil, satu website mampu menangani banyak user sekaligus tanpa mengorbankan kecepatan.
Untuk melakukan streaming, ada beragam tantangan yang harus dihadapi, antara lain banyaknya penonton, tuntutan untuk meminimalkan buffering, dan kebutuhan bandwidth yang besar.
Dengan CDN, Anda bisa menjalankan live streaming yang minim delay meskipun ditonton oleh banyak user secara bersamaan.
Hal ini dilatarbelakangi oleh kemampuan CDN dalam mendistribusikan segmen video berukuran kecil (chunk) secara efisien melalui edge server di berbagai lokasi. Hal ini juga diperkuat oleh optimasi di jalur pengiriman data.
Baca juga: Cara Efektif Mempercepat Loading Blog dan Website
Setelah mengetahui fungsi CDN, mungkin Anda bertanya-tanya, “Komponen atau fitur CDN itu apa saja?” Perlu diketahui bahwa, di dalam CDN, terdapat sejumlah komponen yang bekerja sama untuk memastikan konten bisa dikirim secara cepat, stabil, dan efisien, di antaranya:
Domain Name System (DNS) merupakan sistem yang mengubah nama domain yang dapat dipahami manusia menjadi alamat IP (Internet Protocol) yang dapat dipahami server.
Dalam CDN, DNS berperan mengarahkan user ke server yang paling optimal, biasanya edge server terdekat, dengan mengembalikan alamat IP yang sesuai.
Mekanisme ini dikenal dengan dynamic routing, yakni proses pemilihan server terbaik berdasarkan lokasi geografis dan kondisi jaringan user.
Point of Presence (PoP) adalah lokasi fisik tempat server CDN berada. Dalam sebuah PoP, umumnya terdapat server, router, switch, firewall, power supply, dan UPS (Uninterruptible Power Supply).
Peran PoP dalam CDN adalah menyimpan konten (cache) di lokasi yang lebih dekat dengan user untuk memastikan pengirimannya lebih cepat dan efisien.
Website tertentu sangat diuntungkan dengan banyaknya PoP, misalnya e-commerce dan penyedia layanan streaming.
Sebab, website-website tersebut diakses oleh user dari banyak lokasi dan mendapatkan traffic tinggi yang sering kali bersamaan. Dengan banyaknya PoP, konten tersedia di banyak titik dan performanya stabil di berbagai wilayah.
Komponen CDN yang berikutnya adalah Internet Exchange Point (IXP). Komponen ini mengacu pada infrastruktur fisik yang menghubungkan penyedia layanan internet dan CDN.
Dengan adanya IXP, pertukaran data bisa terjadi secara langsung tanpa jalur panjang. Dampaknya, latency lebih rendah dan koneksi lebih efisien.
CDN memiliki perangkat jaringan yang berfungsi untuk mengoptimalkan pengiriman aplikasi. Perangkat ini dinamakan Application Delivery Controller (ADC) dan dapat berwujud hardware maupun software.
Dalam konteks CDN, ADC digunakan pada sistem berskala besar untuk membantu mempercepat respons dan menjaga stabilitas.
Dalam praktiknya, CDN dapat mengirimkan dua jenis konten berikut:
Baca juga: Content Strategy Adalah: Definisi, Manfaat, dan Langkah Membuatnya
CDN bekerja dengan membangun sekelompok edge server di berbagai lokasi geografis. Jaringan yang tersebar di banyak lokasi beroperasi menggunakan tiga prinsip utama berikut:
Caching adalah proses menyimpan salinan data supaya dapat diakses lebih cepat. Dalam konteks CDN, caching artinya proses menyimpan konten statis di banyak server dalam jaringan. Di bawah ini gambaran cara kerja caching:
Apabila caching berperan dalam penyimpanan konten statis, dynamic acceleration berperan untuk mempercepat konten dinamis.
CDN bertindak sebagai perantara user dengan host server. Meskipun harus mengambil data dari host server, CDN membantu mempercepat prosesnya dengan cara berikut:
CDN sebenarnya tak hanya mengirimkan data, tetapi juga dapat memprosesnya langsung di server terdekat dengan user. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan atau diproses langsung oleh CDN:
Sekian penjelasan mengenai apa itu CDN, fungsi, hingga cara kerjanya. Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa upaya peningkatan performa website juga membutuhkan optimasi di level infrastruktur, salah satunya dengan CDN.
Dengan memahami apa itu CDN dan apa manfaatnya, sekaligus mengeksekusinya secara optimal, Anda bisa meningkatkan efisiensi sistem, user experience, dan SEO.
Berbicara mengenai SEO, sudahkah bisnis Anda menjalankan strategi SEO yang terstrukur, terukur, dan profitable?
Jika Anda masih menemui banyak kendala dalam praktik SEO bisnis, Jasa SEO cmlabs siap membantu dengan pendekatan yang data-based dan in-depth.
Melalui jasa SEO ini, kami juga bisa membantu navigasi permasalahan seputar CDN atau mengoptimalkannya agar performa website bisnis Anda semakin baik. Jadi, jangan ragu untuk hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan Anda serta dapatkan penawaran menarik dari tim cmlabs!
Baca juga: Mengapa SEO untuk Website Penting untuk Pertumbuhan Bisnis?

cmlabs Team
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami