Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Dipublikasikan Jan 05, 2026 15:01
AI sekarang tersebar di mana-mana, dan banyak brand serta pemilik website yang mulai panik dan berlomba-lomba “mengoptimasi” situs mereka untuk AI. Namun, sayangnya, Google baru saja memperjelas bahwa semua strategi dan anggapan tersebut, bisa berakhir sia-sia.
Memang benar, AI cukup banyak kini mengubah cara orang mencari informasi, tapi sistemnya mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan.
Dalam pembahasan pada podcast Google Search Off the Record, John Mueller dan Danny Sullivan (dua figur informan terkenal dari tim Google Search, penghubung antara Google dan komunitas SEO) mengungkapkan beberapa fakta baru.
Menurut mereka, AI SEO itu sebenarnya bukan hal baru. Tidak ada panduan yang benar-benar berbeda, dan tidak ada trik khusus untuk “mengakali” AI.
Pada dasarnya, SEO untuk AI masih bertumpu pada fondasi SEO yang sama seperti sebelumnya. Jadi, daripada sibuk mencari jalan pintas atau trik instan seputar AI search, Google justru mengajak para pemilik website untuk kembali fokus pada fondasi yang krusial.
Buatlah konten yang benar-benar informatif, bermanfaat, dan autentik. Bagikan pengalaman nyata, pastikan konten bernilai, dan tujukan konten untuk audiens Anda.
AI mungkin mengubah cara informasi ditampilkan, tapi AI tidak mengubah apa yang disebut sebagai konten berkualitas. Dan itu baru sebagian dari pembahasan mereka. Masih banyak insight menarik lainnya dari diskusi Google ini, jadi lanjutkan membaca sampai akhir, yuk!

Kalau Anda mulai pusing dengan sederet istilah baru seperti AEO, AIO, GEO, atau istilah baru lainnya yang mungkin muncul minggu depan, Danny Sullivan dan John Mueller justru mengajak setiap pemilik website untuk lebih santai menanggapinya.
Menurut mereka, aturan mainnya sebenarnya tidak berubah sejauh dan serumit itu. AI-powered search itu bukan “alam semesta” baru. Pada dasarnya, AI search tetap menggunakan fondasi dasar SEO, namun dengan “kemasan” yang sedikit berbeda.
AI mungkin menyajikan hasil dengan cara baru, tetapi fondasinya tetaplah sama. Mereka menegaskan bahwa yang terpenting adalah membuat konten yang benar-benar membantu, orisinal, autentik, dan relevan bagi audiens.
Jadi, daripada terlalu fokus mengejar trik atau strategi optimasi terbaru, mereka justru menyarankan untuk kembali fokus pada hal-hal mendasar, seperti relevansi, keahlian sang penulis, dan kejujuran yang tercermin dari konten Anda.
Mengapa demikian? Sebab, AI sudah sangat mahir mengemas informasi generik di SERP, namun belum ada AI yang mampu menggantikan pengalaman nyata dari manusia serta insight berbasis data dan fakta paling baru.
Baca juga: SEO Strategy untuk LLM, Solusi Bangun Online Presence di Era AI-Search
Berikut adalah poin-poin penting, sudut pandang, dan klarifikasi yang dibahas dalam episode tersebut:
1. Fondasi SEO tradisional tidak serta-merta berubah hanya karena AI kini hadir untuk meningkatkan pengalaman pencarian.
2. Melakukan optimasi untuk fitur “AI Search” seperti AI Overviews atau AI Mode bukan berarti meninggalkan prinsip dasar SEO.
3. Istilah seperti AIO, GEO, dan AEO hanyalah format yang berkembang dalam dunia pencarian, dan tetap berada dalam payung SEO, bukan disiplin yang benar-benar terpisah.
4. Meski cara penyajian hasil pencarian kini berubah, tujuannya tetap sama, yaitu menghadirkan konten faktual yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
5. Komentar atau analisis ahli akan jauh lebih bernilai jika dilengkapi dengan sudut pandang pribadi, pengalaman nyata, serta interpretasi unik, bukan sekadar memparafrase informasi yang sudah ada di SERP.
6. Banyak ahli SEO yang mengaku bahwa banyak klien mulai menuntut “strategi AI SEO yang baru.” Namun, Google menegaskan bahwa fondasi strategi jangka panjang tetaplah sama, dan sistem AI search Google tetap bergantung pada strategi dasar SEO serta kualitas konten tersebut.
7. Sinyal ranking untuk AI search tetap sama dengan yang digunakan pada pencarian tradisional. Fokusnya tetap pada relevansi, keahlian, otoritas, dan kualitas konten.
8. Google mendorong para kreator untuk berhenti mengejar trik khusus di sejumlah platform, dan kembali memprioritaskan nilai untuk audiens. Mengejar trik-trik baru khusus AI tidak akan menjamin hasil positif dalam jangka panjang.
9. Sistem AI Google dirancang untuk menjawab pertanyaan manusia sehingga konten artikel tetap harus dibuat dengan berfokus pada audiens manusia, bukan untuk mengejar algoritma sistem.
10. Fitur AI Search dan generative search biasanya merangkum informasi yang sudah banyak beredar. Karena itu, “konten komoditas,” jelas Danny Sullivan dan John Mueller, atau konten umum yang mudah dikenali AI, tanpa sudut pandang, pengalaman, atau nilai tambah baru yang berbeda, akan lebih berisiko kehilangan visibilitas di hasil AI search.
11. Hasil pencarian yang didukung AI tetap didasarkan pada prinsip indexing dan relevansi yang sama seperti pencarian web tradisional.
12. Fitur AI search seperti Google AI Overviews lebih merubah bagaimana cara jawaban disajikan, bukan untuk menggantikan kontennya.
13. Para ahli SEO disarankan untuk tidak membuat konten hanya untuk “mengakali” format hasil AI. Sebaliknya, tulislah konten yang benar-benar menjawab pertanyaan pengguna dengan lengkap dan bermakna.
14. Sullivan dan Mueller juga mengingatkan agar tidak terpaku pada taktik optimasi sesaat yang mungkin memberi hasil cepat namun merugikan strategi jangka panjang.
15. Dalam era pencarian yang dipengaruhi AI, orisinalitas dan nilai unik dalam konten justru menjadi semakin penting.
16. SEO dan visibilitas di mesin pencari juga bisa meningkat dengan penggunaan format multimodal, misalnya dengan menggabungkan teks, gambar, dan video, selama media tersebut benar-benar memberi nilai tambah bagi pengguna.
17. Sistem ranking Google tetap mengutamakan sinyal relevansi yang sejak lama telah menjadi fondasi dasar SEO.
18. Website dengan konten yang memiliki penjelasan jelas, sudut pandang unik, serta riset orisinal berbasis keahlian cenderung lebih tahan perubahan dan tetap terlihat di hasil pencarian, meskipun format AI terus berkembang.
19. Pemilik website perlu memahami apa yang membuat konten mereka benar-benar berbeda dan lebih bernilai dibandingkan konten lain yang membahas hal serupa.
20. Daripada terlalu fokus pada hype sejumlah akronim, seperti AEO, GEO, dan sejenisnya, yang paling penting adalah tetap membuat konten yang benar-benar membantu pengguna.
Baca juga: Mode AI Search Google: Dampak & Cara Optimalkan Performa Website Anda
Pada akhirnya, semua akronim seperti AIO, AEO, GEO, bahkan LMNOPEO (kata Google) sebenarnya hanyalah variasi dari satu prinsip inti. Ya, penerapan SEO yang baik.
Jika konten Anda benar-benar membantu, orisinal, terstruktur dengan baik, dan dibuat dengan memikirkan audiens, maka sebenarnya Anda sudah melakukan “AIO”, sudah memenangkan “AEO”, dan sudah siap menghadapi “GEO”.
Dalam podcast Search Off the Record, Danny Sullivan dan John Mueller menekankan bahwa semua istilah tersebut hanyalah bagian dari fondasi SEO yang sejak lama kita kenal. Jadi, optimasi yang berkaitan dengan AI sebaiknya dipandang sebagai bagian dari SEO, bukan sesuatu yang benar-benar terpisah.
Artinya, Anda tidak perlu pusing membuat strategi yang berbeda-beda untuk setiap akronim baru yang muncul. Daripada itu, fokuslah untuk terus memperkuat fondasi SEO Anda, misalnya dengan menulis konten yang jelas, memperdalam keahlian, menyusun konten dengan struktur yang baik dan mudah dipahami, serta memanfaatkan format lain seperti video dan audio, jika memang bisa memberi nilai tambah bagi pengguna.
Singkatnya, SEO yang baik akan menghasilkan AIO, AEO, GEO, dan …. bahkan LMNOPEO yang baik, atau istilah apa pun yang akan muncul berikutnya.
Karena pada akhirnya, Anda hanya perlu fokus ke satu hal, yaitu hadir untuk audiens Anda saat mereka membutuhkan informasi, produk, atau layanan Anda. Untuk itu, pastikan untuk terus menyajikan konten yang faktual, kredibel, benar-benar bermanfaat, dan dibuat dengan intent yang jelas serta mengutamakan audiens.
Jika semua hal di atas terdengar berat untuk dijalankan sendiri, maka jangan khawatir, sebab Anda bisa berkolaborasi bersama cmlabs. cmlabs telah bekerja sama dengan ratusan brand besar, kompleks, dan berkembang pesat, membantu mereka membangun strategi SEO yang berkelanjutan dan benar-benar menghasilkan dampak positif bagi bisnis.
Jika Anda ingin menerapkan prinsip SEO sekaligus beradaptasi dengan era AI search, tim ahli kami siap membantu merancang, mengeksekusi, dan mengoptimasi strategi Anda melalui Jasa SEO cmlabs. Tentunya, tim kami sudah dibekali dengan pengalaman dan hasil yang terbukti.
Hubungi tim kami untuk konsultasi gratis, dan mari buat strategi SEO Anda siap menghadapi masa depan digital yang semakin kompleks!
Baca juga: AI untuk SEO: Pengaruh, Kegunaan, dan Contoh Implementasinya
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami. Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini. Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?