Changing the way you receive insight through tools and analyitcs
Continues learning of on-going lifetime risk in keyword
Niche/market monitoring and prioritization
Early detection of anomalies of Google SERPs
Home SEO Guidelines Keamanan Jaringan
Written by cmlabs
|

Keamanan Jaringan

Disclaimer: This cmlabs SEO guidelines contain comprehensive information about SEO, such as an introduction and general guidelines. You may be sent through SEO Terms in cmlabs.co from third parties or links. Such external links are not investigated, or checked for accuracy and reliability by us. We do not assume responsibility for the accuracy or reliability of any information offered by third-party websites.

Written by cmlabs

Setiap tahun, serangan pada jaringan cyber telah mengakibatkan hilangnya data penting yang membuat jutaan perusahaan menghabiskan banyak biaya. The 2017 Travelers Risk Index menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang khawatir tentang keamanan jaringan dan risiko cyber. Strategi perlindungan yang agresif dan komprehensif dapat membantu Anda menghindari serangan eksternal dan menjaga keamanan jaringan lebih efektif.

Membuat lapisan perlindungan atau “pertahanan mendalam”  dapat membantu meningkatkan strategi keamanan jaringan yang baik. Pendekatan ini menggunakan banyak perangkat, produk, dan prosedur bukan hanya mengandalkan metode tunggal untuk menjaga keamanan jaringan.

10 Langkah Panduan Keamanan Jaringan:

1. Tetapkan Administrator Privileges yang Jelas

Langkah pertama yang penting dalam memberikan keamanan untuk jaringan Anda adalah membuat dan menerapkan hak istimewa administrator, mengelola siapa yang berwenang untuk menginstal perangkat lunak dan mengubah pengaturan konfigurasi sistem.

2. Perhatikan Keamanan Jaringan Pribadi Anda

Banyak jaringan intranet atau pribadi terdiri dari beberapa jaringan area lokal (LAN) yang dirancang untuk menghubungkan komputer Anda ke device lain, seperti printer, server dan aplikasi lainnya. Lacaklah aktivitas bisnis departemen dari komputer pengguna ke server fisik yang menampung data mereka. Desain jaringan Anda harus memberikan akses informasi apapun yang dibutuhkan pengguna untuk melakukan pekerjaan mereka, tanpa mengizinkan mereka mengakses informasi lain yang tidak terkait dengan pekerjaan.

3. Amankan Endpoints dengan Mengkonfigurasi Zona Demiliterisasi (DMZ)

Dalam keamanan jaringan, keamanan endpoint adalah perlindungan jaringan pribadi yang juga berhubungan dengan jaringan publik. Perangkat umum yang digunakan pada endpoint ini terhubung ke jaringan publik termasuk server mail untuk mengirim dan menerima email, server web untuk meng-host situs web, dan server proxy untuk menangani permintaan dari klien yang mencari sumber daya.

Konfigurasi keamanan umum untuk melindungi endpoint ini adalah Zona Demiliterisasi (DMZ). DMZ adalah jaringan komputer dengan firewall dan sistem pencegahan lain yang dimasukkan sebagai “zona netral” antara jaringan pribadi perusahaan dan jaringan publik luar. Semua komunikasi masuk dan keluar melewati firewall, sistem deteksi, dan pencegahan intrusi sebelum memasuki jaringan pribadi.

4. Monitor Jaringan

Anda dan penyedia keamanan cyber Anda harus menerapkan strategi logging jaringan dan pemantauan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memantau transfer data yang tidak wajar dan upaya untuk mengakses jaringan pribadi Anda yang tidak wajar. Sistem deteksi harus memberikan peringatan yang sesuai kepada pihak yang bertanggung jawab dan memberikan laporan terjadwal.

5. Tingkatkan Firewall

Firewall adalah solusi keamanan jaringan yang paling mendasar. Firewall hanya mengizinkan traffic yang valid untuk masuk dan keluar dari jaringan komputer pribadi. Selain menggunakan firewall untuk melindungi jaringan pribadi Anda dari Internet, firewall yang dipasang dalam jaringan pribadi Anda dapat digunakan untuk membagi jaringan ke dalam domain keamanan unik yang mendukung peningkatan lapisan pertahanan.

6. Membangun Sistem Deteksi dan Pencegahan Intrusi

Sistem deteksi intrusi (IDS) dan sistem pencegahan intrusi (IPS) dapat bekerja sama dengan firewall untuk menganalisis traffic untuk mendeteksi adanya bahaya. Produk IDS akan memberikan peringatan tentang traffic yang tidak valid, sementara IPS akan memblokirnya.

7. Lindungi Akses Jarak Jauh

Jika karyawan Anda diizinkan mengakses jaringan pribadi Anda dari jaringan jarak jauh, akses ini seharusnya hanya melalui firewall yang melindungi jaringan pribadi Anda. Pilihan lain adalah memanfaatkan Virtual Private Network (VPN) yang menggunakan enkripsi dan otentikasi multi-faktor untuk memberikan keamanan yang lebih kuat.

8. Pisahkan Tamu/Pengunjung pada Wireless Local Area Network (WLAN)

Jika perusahaan Anda mengoperasikan jaringan area lokal nirkabel (WLAN) untuk pelanggan, tamu, dan pengunjung, pastingan jaringan ini tetap terpisah dari jaringan utama perusahaan.

9. Gunakan Program Enkripsi

Ketika digunakan dengan benar, teknologi enkripsi dapat mencegah file, direktori, atau disk agar tidak jatuh ke tangan yang tidak berwenang.

10. Terapkan Rencana Kelangsungan Bisnis / Pemulihan Pasca Bencana

Setelah Anda selesai memetakan dan mengamankan jaringan Anda, periksa semua peralatan atau sistem penting dan evaluasi dampak bisnis potensial jika gagal.

Perusahaan harus mempersiapkan hal-hal yang tidak terduga dengan membentuk Rencana Kelangsungan Bisnis dan Pemulihan Pasca Bencana yang komprehensif.
Ikuti SEO guides lain yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan kualitas web.

For pricing, licensing, renewals, quotes, payments, and other related questions, please contact us at hello@cmlabs.co.
Share Now




Copied to Clipboard !