Conversion Rate Optimization (CRO) adalah proses optimasi untuk meningkatkan jumlah pengunjung website yang melakukan konversi. Konversi sendiri merupakan tindakan pengunjung di halaman web yang diharapkan oleh pengelola website.
Tindakan ini biasanya akan memberikan keuntungan bagi bisnis. Contohnya seperti berlangganan email, mengisi formulir data diri, mengunduh aplikasi, atau melakukan pembelian.
Persentase pengunjung yang melakukan konversi disebut sebagai conversion rate. Cara mengetahuinya adalah dengan menggunakan rumus berikut ini:
Conversion rate = (total konversi / total pengunjung) x 100%
Jika website Anda memiliki conversion rate yang tinggi, maka website tersebut didesain dengan baik dan menarik bagi pengunjung. Oleh sebab itu, strategi Conversion Rate Optimization adalah hal yang penting untuk meningkatkan keuntungan bisnis.
Supaya pemahaman Anda bisa lebih dalam mengenai Conversion Rate Optimization, ketahui apa saja manfaat yang akan website Anda dapatkan. Manfaat Conversion Rate Optimization adalah sebagai berikut:
Inti dari Conversion Rate Optimization adalah proses memahami pelanggan agar mereka bersedia melakukan konversi. Untuk meningkatkan conversion rate, Anda akan mempelajari hal-hal tentang calon konsumen seperti kebiasaan, kendala, dan keinginan mereka. Lalu, Anda akan melakukan uji coba untuk menemukan format terbaik yang bisa menjawab kebutuhan pelanggan.
Search Engine Optimization dan Conversion Rate Optimization adalah dua strategi yang saling berkaitan. Dengan menerapkan CRO, pengunjung akan lebih lama berada di website karena website tersebut dapat menjawab kebutuhan mereka.
Lamanya durasi kunjungan dan tingginya engagement rate akan menjadi sinyal baik bagi search engine sehingga website Anda akan mendapatkan ranking tinggi di SERP.
CPA atau Cost per Acquisition adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap konsumen yang berhasil didapatkan. Tingginya nilai CPA tergantung pada jumlah konsumen dan total biaya yang dikeluarkan. CRO bisa membantu menurunkan nilai dari CPA.
Tujuan utama dari CRO adalah meningkatkan peluang melakukan pembelian dari para pengunjung website. Semakin baik strategi CRO yang diterapkan, semakin banyak pengunjung website yang melakukan pembelian. Artinya, semakin tinggi pula keuntungan yang akan dihasilkan oleh website Anda.
Setelah memahami pengertian dan berbagai manfaat yang akan didapatkan dari penerapan CRO, kini saatnya Anda mempelajari strategi optimasi conversion rate. Ada lima strategi yang perlu Anda terapkan. Kelima strategi Conversion Rate Optimization adalah:
Blog post memiliki peran yang penting untuk menarik banyak pengunjung ke sebuah website. Namun, pengunjung yang sudah membaca artikel pada blog tersebut tidak boleh Anda biarkan untuk meninggalkan website. Di sinilah peran dari CTA.
CTA atau call-to-action adalah elemen yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan. Umumnya, elemen tersebut berupa tombol atau hyperlink dan berisi kata perintah. Contohnya seperti tombol ‘Download’ atau hyperlink ‘Baca Juga’. Dengan menggunakan CTA, blog post Anda bisa mengarahkan pembaca untuk melakukan konversi.
Salah satu strategi ampuh dalam penerapan Conversion Rate Optimization adalah dengan menggunakan lead flow. Lead flow adalah elemen pop-ups pada website yang didesain untuk menarik perhatian serta memberikan penawaran kepada audiens.
Ada banyak pilihan jenis pop-ups yang bisa digunakan sebagai lead flow. Beberapa contoh diantaranya seperti slide-in box, drop-down banner, atau pop-up box. Anda bisa menggunakan setiap jenis pop-ups tersebut sesuai kebutuhan dan penawaran yang diberikan.
Landing page berperan penting dalam conversion rate optimization. Hal ini karena landing page adalah tempat bagi konsumen untuk melakukan konversi. Landing page yang didesain dengan baik dan menarik mampu mendorong pengunjungnya untuk melakukan konversi.
Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan pengujian atau A/B testing untuk mengetahui format landing page dengan hasil conversion rate terbaik. Beberapa elemen yang bisa Anda uji antara lain adalah copywriting, gambar, konten penawaran, struktur konten, tombol CTA, dan sebagainya.
Website akan lebih mudah untuk meningkatkan conversion rate apabila ia memiliki banyak lead atau prospek konsumen yang berkualitas. Untuk mendapatkan lead berkualitas, Anda harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan audiens. Gunakan strategi seperti email marketing atau bangun komunitas online.
Anda juga bisa memberikan penawaran seperti free trial atau products demo agar calon konsumen lebih tertarik dengan produk Anda dan peluang untuk melakukan konversi menjadi semakin tinggi.
Periksa setiap halaman website Anda yang mendapatkan ranking tinggi. Apakah halaman tersebut sudah memiliki CTA? Berapa persentase dari conversion rate-nya? Jika halaman tersebut memiliki conversion rate rendah, maka organic traffic yang datang dari halaman tersebut akan menjadi sia-sia.
Oleh sebab itu, lakukan Conversion Rate Optimization pada halaman dengan ranking tinggi, namun conversion rate rendah. Caranya, lihat halaman website Anda yang paling banyak menghasilkan konversi, lalu terapkan formulanya ke halaman yang belum dioptimasi.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami