Kami menggunakan cookies

Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..

Dimana Anda dapat melihat hasil karya kami?
Tempat kecil membuat kombinasi, namun persilangan yang terjadi didalamnya tidak memberikan banyak kombinasi. Jadi, berhati-hatilah dalam membuat justifikasi, terutama SEO.

Keyword Adalah: Pengertian dan Contohnya

Terakhir diperbarui: May 28, 2024

Keyword Adalah: Pengertian dan Contohnya
Gambar sampul: ilustrasi dari topik utama yang akan dibahas dalam panduan SEO ini, yaitu keyword. Seolah-olah menggambarkan bahwa keyword adalah segala sesuatu yang diketikkan oleh pengguna di search engine. Ketahui cara menggunakannya dengan tepat pada panduan ini

Disclaimer: Panduan SEO cmlabs ini berisi informasi lengkap tentang SEO, seperti pengantar dan panduan umum. Anda mungkin saja mengunjungi laman SEO Terms di cmlabs.co melalui pihak ketiga atau tautan website asing. Kami tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau keandalan informasi apa pun yang ditawarkan oleh situs web pihak ketiga.

Keyword adalah elemen penting dalam SEO. Saat melakukan pencarian di internet, hal pertama yang dilakukan oleh pengguna adalah memasukkan keyword ke dalam kolom pencarian. Di dalam panduan ini, kami akan membahas secara lengkap apa itu keyword beserta jenis, dan cara menggunakannya.

Apa Itu Keyword?

Keyword adalah kata atau frasa yang dimasukkan pengguna untuk mencari sesuatu di search engine. Keyword juga dikenal dengan sebutan “kueri penelusuran”. Search engine akan merayapi halaman web yang relevan dengan kueri penelusuran tersebut dan menampilkannya pada hasil pencarian organik. 

Pemilik web ataupun penulis konten tentunya ingin target keyword di halaman web mereka relevan dengan kueri penelusuran pengguna. Dengan begitu, konten yang dihasilkan dapat menjangkau pengguna tersebut dan mendatangkan lebih banyak kunjungan organik pada situs web.

Seperti yang disebutkan, keyword adalah sebuah kata atau frasa sehingga seringkali tidak hanya terdiri dari satu kata tapi juga terdiri dari beberapa kata. Target keyword sebaiknya mencerminkan informasi penting yang akan dibahas dalam konten Anda. Sebelum menggunakan keyword tertentu, simak pembagian jenis keyword berikut.

Mengapa Keyword Penting Dalam SEO?

Keyword adalah elemen penting dalam SEO karena dapat membantu Google maupun search engine lainnya untuk mengetahui konten yang dibahas pada situs Anda. Dengan begitu, Anda akan memudahkan Google dalam melakukan crawling dan indexing.

Ketika pengguna melakukan penelusuran, maka search engine akan menampilkan situs yang paling relevan. Jika situs Anda memuat keyword yang sesuai dengan kueri penelusuran, bisa jadi search engine menayangkan konten Anda di hasil penelusuran teratas.

Hal tersebut akan mendatangkan lebih banyak kunjungan organik menuju situs Anda. Apabila halaman web Anda mendapatkan banyak kunjungan berkualitas, tentu tingkat konversi yang akan terjadi semakin tinggi. Oleh karena itu, keyword adalah salah satu hal yang dapat Anda manfaatkan untuk mengoptimalkan performa situs di pencarian organik.

Dari sisi pemasaran, pemilihan keyword juga akan mempengaruhi total klik yang dihasilkan dari iklan berbayar. Penggunaan layanan iklan ini akan membuat konten Anda ditayangkan di atas hasil pencarian organik. Semakin menarik keyword yang digunakan sebagai copywriting, tentu akan mendatangkan lebih banyak klik pada iklan tersebut.

Di sisi lain, tim marketing harus mempertimbangkan berapa biaya per klik (CPC) yang dibutuhkan untuk tiap target keyword. Sehingga dapat mengevaluasi efektivitas antara biaya yang digunakan dengan jumlah traffic yang dihasilkan oleh keyword tersebut. Jika menargetkan keyword yang tidak tepat, artikel Anda mungkin akan sulit untuk menarik pengunjung berpotensi.

 

Jenis Keyword

Tim pemasaran biasanya mengkategorikan target berdasarkan beberapa jenis keyword. Penjelasan selengkapnya untuk masing-masing jenis keyword adalah sebagai berikut:

Branded Keywords

Jenis keyword ini meliputi segala kueri penelusuran yang berhubungan dengan nama produk (merek), nama perusahaan, atau kata yang mengandung identitas. Contoh dari branded keywords yang mungkin ditelusuri oleh pengguna internet seperti “Samsung Note 3” atau “Tas Louis Vuitton".

Selain itu, branded keywords juga dapat berupa navigational intent atau keyword yang digunakan pengguna untuk menuju situs web tertentu. Misalnya, pengguna ingin melakukan login ke suatu web perusahaan namun tidak yakin domain mana yang tepat. Pengguna tersebut dapat menuliskan kueri penelusuran “login cmlabs” untuk membuka laman resmi dari cmlabs.

Commercial Keywords

Keyword komersial adalah keyword yang digunakan pengguna dalam menemukan informasi tambahan sebelum membeli suatu produk. Kueri penelusuran yang dimasukkan terkait ulasan produk, rekomendasi produk, atau perbandingan produk. Misalnya, pengguna menelusuri keyword “Rekomendasi laptop gaming murah”, “Review skincare terbaik”, dan lainnya.

Transactional Keywords

Keyword transaksional menggambarkan tujuan bertransaksi yang ditunjukkan oleh pengguna internet. Kueri penelusuran yang dimasukkan cenderung lebih spesifik dibandingkan jenis lainnya sebab pengguna internet telah mengetahui dengan pasti hal yang ingin mereka cari atau beli.

Keyword jenis ini biasanya mengandung kata-kata seperti “beli”, “berlangganan”, “jual”, “diskon”, dan lainnya. Sebagai contoh, pengguna mungkin menuliskan kueri penelusuran seperti “berlangganan youtube premium”, "jual mobil BMW", "beli baju batik", dan sebagainya.

Locational Keywords

Locational keywords adalah jenis keyword yang memuat kueri geografis seperti negara, kota, atau nama lokasi. Contoh kueri penelusuran yang digunakan meliputi “Hotel di Malang”, “Restoran terenak di Surabaya”, “Tempat wisata terdekat”, atau “Supermarket di dekat saya”. Jenis keyword  ini cocok digunakan sebagai target keyword untuk SEO lokal.

Long-tail Keywords

Long-tail keywords merupakan keyword yang terdiri dari 3-4 kata. Keyword ini cukup spesifik, biasanya digunakan ketika pengguna ingin melakukan kegiatan transaksional. Oleh karena itu, long-tail keyword cenderung menghasilkan tingkat konversi yang lebih tinggi dibanding jenis keyword lainnya.

Contoh long-tail keyword pada artikel commercial seperti, “harga laptop gaming terbaru” atau “beli smartphone samsung murah”. Dalam artikel informational, long-tail keyword yang digunakan dapat berupa “cara menggunakan google keyword planner”, “tutorial melakukan riset keyword”, atau “tips memilih keyword”.

Tidak terlalu banyak situs web yang menggunakan long-tail keyword sebagai keyword utama sehingga tingkat kompetisinya pun cukup rendah. Ketika Anda menargetkan jenis keyword ini, peluang artikel ditayangkan akan semakin besar karena terdiri dari gabungan beberapa kata.

Informational Keywords

Meliputi segala keyword yang digunakan orang-orang untuk mencari informasi tertentu. Biasanya didasari dengan penggunaan 5W+1H. Misalnya, orang akan menuliskan kueri penelusuran seperti “SEO adalah” atau “bagaimana cara menulis artikel SEO?”. Keyword jenis ini sangat jarang digunakan untuk iklan berbayar.

 

 

Cara Menggunakan Keyword 

Sebelum menargetkan keyword, Anda harus merencanakan konten seperti apa yang ingin dibuat dan cari tahu search intent pengguna. Selanjutnya, Anda perlu melakukan riset untuk menentukan keyword mana yang paling tepat dan sesuai dengan ide konten maupun ceruk bisnis Anda. Dengan demikian, Anda dapat memproduksi artikel yang relevan.

Langkah paling mudah dalam menggunakan keyword adalah mengatur posisi keyword pada konten dengan sebaik mungkin. Pastikan target keyword mirip dengan kueri penelusuran yang mungkin diketikkan oleh pengguna. Sehingga artikel Anda berpotensi ditampilkan sebagai hasil pencarian yang relevan dan dapat menjangkau pengguna tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan keyword adalah:

1. Lakukan Riset Keyword Terlebih dahulu

Riset keyword adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan keyword yang tepat untuk artikel Anda. Sebelum melakukan riset, sebaiknya Anda telah mengantongi topik-topik yang relevan dengan ceruk bisnis (niche) Anda yang dapat digunakan sebagai ide keyword.

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan riset keyword adalah:

  • Menemukan keyword yang relevan dengan ceruk bisnis (niche) dan search intent pengguna. Hal ini dapat membantu Anda memproduksi artikel yang tepat sasaran.
  • Mempertimbangkan volume pencarian. Semakin tinggi volume pencarian menunjukkan minat audiens pada keyword tersebut cukup tinggi. Ketika Anda menargetkan keyword dengan volume pencarian tinggi, harapannya artikel Anda bisa mendapatkan lebih banyak traffic organik.
  • Amati tingkat persaingan keyword di pencarian organik. Tingkat persaingan dikategorikan menjadi rendah (low), sedang (medium), dan tinggi (high). Jika Anda menargetkan keyword dengan tingkat persaingan tinggi, maka akan sulit bagi artikel Anda untuk menguasai pencarian organik.
  • Perhatikan berapa rata-rata klik yang diperoleh dari keyword tersebut setiap bulannya. Dengan begitu, Anda dapat mengestimasikan seberapa besar kunjungan organik yang akan diperoleh ketika menargetkan keyword tersebut.
  • Apabila Anda melakukan riset keyword untuk copywriting iklan, maka penting untuk mengetahui berapa biaya per klik (CPC) dari keyword tersebut. Sehingga Anda dapat menentukan anggaran biaya yang harus dikeluarkan dan dapat mengukur efektivitas biaya dengan jumlah trafik yang dihasilkan.
  • Tentukan keyword utama dan variannya. Menggunakan keyword utama saja tidak cukup, tambahkan varian keyword untuk meningkatkan visibilitas artikel di pencarian organik.

 

2. Gunakan Secara Natural

Hindari memasukkan keyword yang terkesan memaksa. Cara terbaik dalam menggunakan keyword adalah menggunakannya secara natural. Pastikan target keyword cocok dengan kalimat yang disampaikan dalam konten Anda sehingga pembaca dapat memahami informasi dengan baik.

Tujuan utama dari SEO adalah menghasilkan konten yang dapat memberikan informasi bermanfaat bagi pengguna sehingga dapat menjawab pertanyaan mereka. Oleh karena itu, memperhatikan distribusi keyword adalah sebuah keharusan bagi pembuat konten agar keyword yang disebutkan dalam artikel terlihat lebih natural.

 

3. Pahami Peletakkan Keyword

Search engine akan merayapi artikel Anda untuk menemukan keyword yang sesuai dengan pencarian pengguna. Oleh karena itu, Anda perlu memahami peletakkan keyword guna  membantu search engine mengetahui informasi yang disampaikan pada artikel. Dengan begitu, search engine bisa menemukan relevansi antara konten Anda dan kata penelusuran pengguna.

Jika artikel Anda memuat keyword tersebut maka potensi artikel ditayangkan semakin besar. Dengan begitu, artikel Anda akan memperoleh lebih banyak kunjungan organik dan jika dirasa bermanfaat pengguna akan senang membagikannya.

Terdapat beberapa rekomendasi posisi terbaik untuk meletakkan keyword, antara lain:

  • Judul
  • Paragraf pertama
  • Heading
  • Link artikel (slug)
  • Meta description
  • Caption gambar dan alt tag
  • Konten

 

4. Hindari Keyword Stuffing

Hal yang harus dihindari dalam penggunaan keyword adalah keyword stuffing. Memang benar Google atau search engine lainnya melakukan crawling dan indexing dengan mencari keyword yang sesuai dengan kueri penelusuran pengguna. Namun, menyisipkan keyword secara berlebihan dalam artikel juga tidak baik.

Alih-alih ditayangkan sebagai hasil pencarian yang relevan, situs Anda justru akan dianggap sebagai spam oleh search engine. Untuk mengatasi hal ini, periksa keyword density artikel melalui cmlabs Word Counter. Idealnya, pengulangan keyword adalah sekitar 1-2% agar performa konten semakin baik. 


Demikian panduan lengkap terkait keyword, mulai dari pengertian, jenis keyword, hingga cara penggunaannya. Keyword adalah salah satu hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh performa yang lebih baik di pencarian organik. Target keyword yang tepat bisa mendatangkan lebih banyak trafik hingga meningkatkan tingkat konversi pada situs Anda.


 

Mitra kami yang berharga
Aliansi strategis ini memungkinkan kami untuk menawarkan kepada klien-klien kami berbagai solusi inovatif SEO dan pelayanan yang luar biasa. Pelajari Lanjut
cmlabs

cmlabs

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?

Permudah proses analisis dengan SEO Tools yang terpasang langsung di peramban Anda. Saatnya menjadi ahli SEO sejati.

Gratis di semua peramban berbasis Chromium

Pasang di peramban Anda sekarang? Jelajahi sekarang cmlabs chrome extension pattern cmlabs chrome extension pattern

Permudah proses analisis dengan SEO Tools yang terpasang langsung di peramban Anda. Saatnya menjadi ahli SEO sejati.

Gratis di semua peramban berbasis Chromium

Pasang di peramban Anda sekarang? Jelajahi sekarang cmlabs chrome extension pattern cmlabs chrome extension pattern

Butuh bantuan?

Ceritakan tentang kebutuhan SEO Anda, tim marketing kami akan membantu menemukan solusi terbaik.

Berikut daftar tim kami secara resmi dan diakui, hati-hati terhadap penipuan oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan PT cmlabs Indonesia Digital (cmlabs). Baca lebih lanjut
Marketing Teams

Agita

Marketing

Tanya Saya
Marketing Teams

Irsa

Marketing

Tanya Saya
Marketing Teams

Yuliana

Business & Partnership

Tanya Saya
Marketing Teams

Thalia

Business Development Global

Tanya Saya
Marketing Teams

Robby

Business Development ID

Tanya Saya
Marketing Teams

Dwiyan

Partnership

Tanya Saya
Marketing Teams

Rochman

Product & Dev

Tanya Saya
Marketing Teams

Said

Career & Internship

Tanya Saya

Mohon maaf, saat ini tool Mobile Friendly Test tidak dapat diakses karena sedang dalam tahap pemeliharaan sistem sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Cek

Tetap up-to-date dengan tool baru kami, cmlabs Surge. Jelajahi tren & event populer!

Cek

Pendapat Anda Berharga! Beri masukan untuk Survei Plagiarism Checker kami?

Cek

Temukan tren bisnis Anda dengan mudah! Kalkulator proyeksi trafik adalah alat yang sempurna untuk membantu Anda memahami permintaan di sektor bisnis Anda. Pilih sektor Anda dan lihat proyeksi trafiknya sekarang!

Cek

Saat ini tidak ada notifikasi...