Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Kami menggunakan cookies
Situs ini menggunakan cookies dari cmlabs untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas..
Dipublikasikan Apr 20, 2026 09:04 | Terakhir diperbarui pada Apr 20, 2026 09:04 oleh Risca Fadillah
Dalam proses kreatif, desainer dan desain brief tidak dapat dipisah layaknya arsitek dengan blueprint rumah. Tapi, apa itu desain brief? Singkatnya, desain brief adalah dokumen yang menjadi pedoman dalam suatu proyek kreatif.
Nah, di artikel ini, Anda akan belajar tentang desain brief, mulai dari definisi hingga cara membuatnya.
Pengertian desain brief adalah dokumen yang berisi informasi dari satu proyek desain dan digunakan antara klien dan desainer. Biasanya, desain brief mencakup hal-hal seperti tujuan proyek hingga arah visual yang diinginkan.
Dalam desain brief, juga terdapat timeline dan anggaran proyek tersebut. Dengan adanya dokumen ini, proses komunikasi antara klien dan desainer menjadi lebih terarah sehingga meminimalkan kesalahpahaman selama pengerjaan proyek.
Desain brief dapat dianggap sebagai panduan utama yang membantu desainer memahami kebutuhan klien secara menyeluruh. Mulai dari latar belakang brand, target audiens, hingga pesan yang ingin disampaikan melalui desain, semuanya dirangkum dalam satu dokumen yang jelas dan terstruktur.
Desain brief penting karena beberapa hal. Pertama, desain brief berfungsi sebagai jalur komunikasi antara desainer dengan klien atau stakeholder yang terlibat dalam proyek tersebut.
Kedua, desain brief membantu mempercepat alur kerja (workflow) proyek tersebut. Mengapa? Karena dengan adanya dokumentasi ini, desainer memiliki panduan yang terstruktur untuk diikuti. Nah, hal tersebut membantu meminimalisir revisi selama proyek berjalan.
Lalu, manfaat desain brief yang ketiga adalah menjaga konsistensi hasil desain akhir. Hal ini penting agar proyek sesuai dengan identitas brand serta tujuan bisnis Anda.
Setelah mengetahui apa itu desain brief dan mengapa dokumen itu penting, sekarang Anda perlu tahu apa saja yang perlu dicantumkan. Meski format desain brief dapat disesuaikan sesuai detail proyek, berikut adalah aspek inti yang Anda harus cantumkan:
Aspek ini termasuk ringkasan umum, nama proyek, tipe desain (logo, website, atau media sosial). Pada bagian ringkasan ini, Anda juga perlu menjelaskan konteks di balik proyek tersebut, seperti mengapa proyek ini ada serta masalah apa yang ingin dipecahkan.
Menambahkan info mengenai deliverables (seperti format file atau platform) juga dapat membantu menetapkan ekspektasi yang jelas sejak awal.
Di bagian ini, Anda perlu jelaskan apa yang ingin dicapai dalam proyek tersebut. Memahami pengertian desain brief sejak awal akan membantu Anda merumuskan tujuan yang lebih jelas dan terarah.
Beberapa contoh tujuan desain brief adalah meningkatkan brand awareness, mendapatkan audiens baru, atau meningkatkan penjualan.
Baca juga: Jenis Brand Awareness Campaign & Contohnya dari Brand Ternama
Di bagian ini, masukkan detail atau informasi profil perusahaan, value dari brand, tone of voice, dan target audiens. Terkadang, desain brief juga memasukkan visual identity dari brand atau perusahaan terkait.
Selain itu, Anda juga dapat memasukkan informasi seperti kompetitor dan posisi perusahaan di pasar (market positioning).
Anggaran dan timeline proyek juga salah satu bagian penting dari desain brief. Jadi, Anda perlu memasukkan anggaran proyek yang telah ditentukan agar proses desain sesuai dengan angka tersebut.
Anda juga perlu cantumkan timeline proyek, seperti deadline, milestone penting, dan jumlah revisi desain.
Kedua aspek ini biasanya didiskusikan oleh kedua pihak (klien dan desainer) untuk mengelola ekspektasi, memprioritaskan task yang perlu dilakukan, dan memastikan proyek berjalan secara efektif dan sesuai dengan jadwal.
Biasanya, desain brief juga memiliki arahan desain yang berguna untuk menyesuaikan ekspektasi dari klien dan mengurangi ambiguitas. Arahan ini termasuk mood board, preferensi warna, tipografi, dan juga contoh desain yang diinginkan klien.
Baca juga: Peran Penting Brand Advocacy Marketing & Tips Membangunnya
Secara singkat, inilah contoh desain brief yang bisa Anda gunakan sebagai langkah awal:
Brief ini bisa dimasukkan ke dalam dokumen seperti Google Docs, PDF, atau Notion agar mudah diakses atau dibagikan.
Terkadang, brief juga sering diintegrasikan ke dalam tools manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau ClickUp agar seluruh tim dapat memantau progres.
Nah, sekarang bagaimana cara membuat desain brief untuk proyek Anda? Berikut adalah panduan selengkapnya:
Mulai dengan mendefinisikan tujuan utama dari proyek desain. Apa yang ingin Anda capai? Apakah untuk meningkatkan sales atau memperkenalkan campaign baru? Tujuan yang jelas akan membantu desainer memahami arah yang diinginkan.
Baca juga: 8 Contoh Customer Loyalty Program untuk Pancing Repeat Order
Siapkan informasi terkait brand Anda, seperti nilai-nilai perusahaan, target audiens, tone of voice, serta identitas visual yang sudah ada. Informasi ini akan menjadi dasar bagi desainer dalam mengembangkan konsep.
Tentukan apa saja hasil akhir yang Anda butuhkan. Contohnya, logo, banner, poster, atau desain media sosial. Sertakan juga detail teknis seperti ukuran, format file, dan platform yang akan digunakan.
Jelaskan anggaran yang tersedia serta tenggat waktu pengerjaan. Anda juga bisa menambahkan milestone atau tahapan revisi agar proses kerja lebih terstruktur. Jika memungkinkan, tambahkan beberapa hari atau 1 minggu sebagai buffer waktu.
Sertakan referensi visual, mood board, atau contoh desain yang Anda sukai (dan tidak sukai). Bagi desainer, hal ini akan membantu mereka memahami preferensi Anda dalam segi estetika dan membantu mengurangi revisi besar.
Pastikan seluruh informasi disampaikan secara jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Hindari penjelasan yang ambigu untuk menghindari miskomunikasi.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat desain brief yang efektif dan memudahkan kolaborasi antara seluruh pihak yang terlibat.
Jika Anda mau, cmlabs menawarkan Jasa Kreatif Visual untuk bantu buat desain brief. Tim profesional kami akan membantu sesuai kebutuhan Anda agar proses kreatif berjalan lebih efektif.
Ayo, hubungi tim kami untuk tahu lebih lanjut mengenai jasa ini, seperti cakupan, harga, dan informasi lainnya.
Baca juga: Pengertian dan Jenis Design Pattern untuk Pembuatan Software
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami. Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini. Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?