Mesin Telusur

Google Bayar Apple 20 Miliar Dolar untuk Jadi Mesin Pencari Safari

Dipublikasikan May 7, 2024
Terakhir diperbarui pada Jul 24, 2024 Oleh Risca Fadillah

Dibagikan 16 kali

Disclaimer: Kami menawarkan konten berita organik dan bebas iklan kepada para pembaca kami.
Google Bayar Apple 20 Miliar Dolar untuk Jadi Mesin Pencari Safari

Gambar sampul: Google membayar Apple sebesar 20 miliar dolar pada tahun 2022 agar bisa menjadi mesin pencari bawaan Safari.

Google membayar Apple sebesar 20 miliar dolar pada tahun 2022 agar bisa menjadi mesin pencari bawaan Safari. Simak selengkapnya di sini.

Pokok Bahasan
  • Dokumen pemerintah Amerika Serikat menunjukkan bahwa Google telah membayar Apple sebesar 20 miliar dolar pada tahun 2022 agar bisa menjadi mesin pencari bawaan Safari. 
  • Kesepakatan antardua perusahaan teknologi itu dinilai memonopoli pencarian online.
  • Bing pernah mencoba membuat kesepakatan yang sama dengan Apple, tetapi Apple tetap memilih Google karena pertimbangan kualitas. 

Google membayar Apple sebesar 20 miliar dolar pada tahun 2022 untuk bisa menjadi mesin pencari bawaan pada Safari, peramban bawaan Apple yang dapat diakses pada semua produk Apple. 

Jumlah fantastis ini tersebar melalui dokumen terbuka milik pemerintah Amerika Serikat terkait gugatan antimonopoli terhadap Google.

Faktanya, Google telah membayar Apple hingga miliaran per tahunnya agar bisa terpilih menjadi opsi mesin pencari bawaan di Safari. 

Namun, baik Google dan Apple merahasiakan nominal pembayaran sampai akhirnya dokumen terbuka untuk publik dirilis.

 

Nominal Pembayaran Naik pada Tahun 2022

Harga 20 miliar dolar yang dibayarkan Google kepada Apple pada tahun 2022 setara dengan lebih dari 1 miliar dolar per bulannya, mengutip ucapan Presiden Senior Layanan Apple, Eddy Cue. 

Sebelumnya, di tahun 2021, nominal yang disepakati adalah sekitar 15 miliar dolar. Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat berargumen bahwa Google mengandalkan nominal pembayaran yang besar untuk memastikan bahwa mesin pencarinya dapat diakses di semua produk Apple.

The Feds berujar bahwa kesepakatan antara Google dan Apple ini dapat melanggengkan monopoli ilegal yang dilakukan Google pada pencarian online dan sekitar 90% dari keseluruhan pangsa pasar. 

 

Gugatan DOJ Mengklaim Bahwa Google Telah Menghalangi Kompetisi di Pencarian Online

Gugatan antimonopoli yang diajukan DOJ menduga bahwa kesepakatan Google dan Apple, serta kesepakatan serupa lainnya, dapat membuat Google menghalangi kompetisi dan memonopoli pencarian online serta periklanan online.

Hal ini dikarenakan Google sebagai opsi mesin pencari bawaan di Safari dapat mengungguli mesin pencari lainnya, seperti Bing milik Microsoft.

Argumen final gugatan ini akan diadakan minggu ini, dengan keputusan yang diharapkan dapat keluar pada tahun ini.

Jika Google kalah dari gugatan tersebut, maka Google harus berhenti membayar Apple agar bisa menjadi mesin pencari bawaan Safari. 

 

Microsoft Pernah Mencoba Membuat Kesepakatan yang Sama

Berdasarkan dokumen terbuka tersebut, Microsoft pernah berulang kali mengajukan kesepakatan dengan Apple agar Bing bisa menjadi mesin pencari bawaan Safari.

Bahkan, Microsoft menawarkan 90% dari pendapatan iklan yang dihasilkan Bing pada Apple. Namun, Eddy Cue berkata bahwa Apple lebih memilih Google sebagai mesin pencari bawaan Safari karena Google dinilai memiliki kapabilitas dan kualitas yang lebih baik daripada Bing. 

Pada tahun 2020, ketika kesepakatan Apple berada di bawah pengawasan antimonopoli DOJ, Microsoft terus mendorong Apple untuk mengganti Google dengan Bing sebagai pencarian bawaan Safari agar bisa menginvestasikan miliaran dolar untuk mengontrol pencarian dan meningkatkan hasil pencarian Bing.

Namun, Google tetap mempertahankan statusnya sebagai mesin pencari bawaan Safari karena khawatir akan kehilangan kesepakatan dengan Apple dan mengalami kerugian hingga miliaran dolar. 

Sumber Artikel

Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.

  1. New York Post - https://nypost.com/2024/05/02/business/google-paid-apple-20b-in-2022-alone-for-default-status-docs/
  2. Times of India - https://timesofindia.indiatimes.com/technology/tech-news/google-vs-us-government-new-documents-show-billions-google-paid-to-apple-to-remain-iphones-default-search-engine/articleshow/109787121.cms
  3. Ars Technica - https://arstechnica.com/tech-policy/2024/02/unsealed-court-doc-shows-why-apple-rejected-microsofts-offer-to-buy-bing/ 

Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:

Telepon : (0341) 475665

Disclaimer: Semua berita yang dipublikasikan oleh cmlabs telah melalui proses verifikasi dan pengolahan data yang ketat dan berdasar pada Panduan Publikasi cmlabs Meski begitu, data atau inti berita yang kami tulis mungkin saja mengalami perubahan, pengurangan, atau penambahan. Oleh karena itu, cmlabs tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang mungkin timbul karenanya. Kami mendorong pembaca untuk melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tertera di halaman ini.

Dibagikan 16 kali

R

Risca Fadillah

Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri  untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Tulisan lainnya dari Risca

6 Contoh Strategi Kampanye Politik untuk Kuasai Era Digital
Wed, Jul 26, 2023, 3:24 PM GMT + 7
Tujuan Kampanye Pemilu, Aturan, & Metodenya Secara Digital
Thu, Jul 27, 2023, 8:30 AM GMT + 7
8 Strategi Pemasaran Bisnis Online untuk Merdekakan Omzet
Thu, Jul 27, 2023, 9:00 AM GMT + 7
9 Panduan Content Optimization untuk Tingkatkan Traffic
Fri, Dec 1, 2023, 10:43 AM GMT + 7