
Gambar sampul: Joe Biden mendukung pemblokiran TikTok di AS dan akan menandatangani RUU yang memaksa ByteDance menjual media sosial tersebut.
Presiden AS, Joe Biden, menyebut dirinya mendukung pelarangan TikTok di seluruh AS dan akan menandatangani RUU-nya jika disetujui Kongres.
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan bahwa ia akan menandatangani RUU yang memaksa ByteDance, perusahaan pemilik TikTok, untuk menjual media sosial tersebut jika tidak ingin dicegah penggunaannya di negara tersebut.
RUU tersebut memungkingkan presiden, melalui FBI, untuk menunjuk aplikasi media sosial yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional jika di bawah kendali musuh asing. Apabila TikTok masih berada pada kepemilikan perusahaan Tiongkok tersebut, maka media sosial untuk berbagi video ini akan diblokir penggunaannya.
Pada 14 Maret 2024, RUU ini telah disepakati oleh Badan Legislatif Amerika Serikat, dengan 352 suara mendukung dan 65 suara menentang. Presiden Joe Biden mengatakan bahwa ia akan menandatangani RUU ini jika disetujui Kongres.
Alasan diblokirnya TikTok adalah pemerintah AS mewaspadai media sosial ini sebagai alat propaganda Tiongkok. Kemudian, pemerintah AS juga berniat untuk memaksa ByteDance untuk melepaskan aplikasi tersebut. Mereka khawatir aplikasi buatan perusahan Tiongkok ini dapat mengakses data pengguna AS.
Jika peraturan ini disahkan, ByteDance memiliki 165 hari untuk mendivestasikan aplikasi tersebut. Jika tidak dipenuhi, app store yang dikelola Apple, Alphabet, Google, dan pihak lainnya tidak bisa menyediakan TikTok atau layanan web hosting untuk aplikasi di bawah ByteDance secara legal.
Shou Zi Chew, CEO TikTok, mengunggah tanggapannya terkait RUU ini di akun resmi TikTok pada 14 Maret 2024. Ia menjelaskan bahwa TikTok selalu berkomitmen untuk menjaga keamanan data penggunanya dan menegaskan bahwa media sosial ini bebas dari tindak manipulasi data.
Tidak hanya itu, ia juga menggarisbawahi bahwa dengan diblokirnya TikTok, kreator dan usaha kecil harus merogoh kocek lebih untuk mencari alternatif lainnya dan membuat lebih dari 300.000 pekerjaan di AS terancam keberadaannya.
Shou menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan yang terbaik untuk mempertahankan eksistensi TikTok di AS, termasuk melaksanakan hak hukum. Ia juga mengajak pengguna aplikasi ini untuk terus menyuarakan hak konstitusinya.
Pemblokiran ini tentu akan berdampak secara signifikan pada perusahaan periklanan yang menargetkan Gen Z. Pasalnya, banyak generasi muda di AS yang menggunakan TikTok dan mengaku lebih menyukainya daripada Google.
Selain banyak disukai, keberadaan TikTok juga telah memberdayakan lebih dari 7 juta bisnis di AS dan menjadi aplikasi yang sangat berpengaruh bagi usaha-usaha kecil di Amerika Serikat.
Sumber Artikel
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
- Akun resmi TikTok: https://www.tiktok.com/@tiktok/video/7345981888646941994?_r=1&_t=8kersLWpx1j
Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:
E-mail :
marketing@cmlabs.coTelepon : (0341) 475665
Alivia Ariatna
cmlabs berhasil meraih medali perunggu & Top Outstanding Project pada BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dengan Orion, AI untuk data-driven marketing.
cmlabs hadir sebagai Guest Speaker pada pertemuan BRI Group, membahas pentingnya SEO dalam mendukung PR dan corporate branding di industri keuangan digital.
cmlabs memantapkan langkah sebagai “game changer”, dengan menyegarkan struktur manajemen dan resmi bertransformasi menjadi all-in-one 360° digital marketing partner.