
Google secara konstan telah menyempurnakan tampilan pencarian menjadi lebih sederhana. Kali ini, Google menghapus indented result yang memungkinkan pengguna untuk menemukan beberapa hasil dari domain yang sama. Berikut beritanya.
Untuk menyederhanakan tampilan pencarian, Google memutuskan untuk menghapus indented result dari SERP. Indented result adalah salah sau fitur SERP yang mengelompokkan hasil dari website yang sama. Berikut informasinya.
Pada September 2021, Google memperkenalkan fitur SERP baru yang dikenal sebagai "indented result" dengan tujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Fitur ini dapat mengelompokkan daftar hasil pencarian dari satu domain, sehingga memudahkan pengguna dalam menavigasi hasil pencarian.
Namun, baru-baru ini, Google mengumumkan bahwa mereka dengan resmi menghapus fitur ini. Untuk mengetahui informasi lebih detailnya, baca artikel ini hingga akhir.
Penghapusan tampilan SERP menandakan volatilitas Google yang signifikan. Ketidakstabilan ini membuat Google merancang serangkaian pembaruan besar menyederhanakan hasil pencarian. Sebelumnya, Google telah menghapus rich result How-To dan FAQ dengan alasan yang sama.
Sebelumnya, Google menampilkan hasil pencarian indented result sebagai fitur SERP inti yang membantu pengguna dalam menemukan informasi dengan lebih efisien. Namun, Google sekarang telah mengubah pendekatannya dengan mengelompokkan kembali hasil pencarian untuk situs web yang muncul lebih dari satu kali dalam SERP.
Liaison Pencarian Google menjelaskan keputusan ini di Twitter, menyatakan, "We stopped doing "indented results" a few weeks ago, and it's unrelated to the core update. Especially with continuous scroll, it wasn't as helpful as in the past. Our site diversity system still works to generally show only two results from the same site in the top results, though -- as has long been the case”
Berikut adalah gambaran sebelum dan sesudah indented result:

Perubahan pendekatan Google ini menimbulkan beberapa kekhawatiran. Salah satu isu yang muncul adalah bahwa pada beberapa kueri pencarian, muncul lebih dari dua hasil untuk hasil non-branded. Hal ini bertentangan dengan niat Google untuk membatasi tampilan maksimal dua hasil dari situs yang sama.
Ada pula yang berpendapat bahwa mereka menemukan 7 halaman web yang sama muncul di satu SERP. Hal ini dianggap mengganggu dan merusak nilai keberagaman hasil pencarian.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa hal ini bukanlah suatu masalah, asalkan halaman yang ditampilkan memang benar-benar hasil relevan dengan kueri.
Hal ini menunjukkan bahwa Google telah melakukan banyak perubahan demi mengedepankan pengalaman pengguna saat melakukan pencarian. Bagaimana pendapat Anda?
Sumber Artikel
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
1. Google Search Liaison di Twitter: https://twitter.com/searchliaison/status/1712543851225952437
Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:
E-mail :
marketing@cmlabs.coTelepon : (0341) 475665
Tati Khumairoh


cmlabs berhasil meraih medali perunggu & Top Outstanding Project pada BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dengan Orion, AI untuk data-driven marketing.
cmlabs hadir sebagai Guest Speaker pada pertemuan BRI Group, membahas pentingnya SEO dalam mendukung PR dan corporate branding di industri keuangan digital.
cmlabs memantapkan langkah sebagai “game changer”, dengan menyegarkan struktur manajemen dan resmi bertransformasi menjadi all-in-one 360° digital marketing partner.