Google mengakui bahwa sebanyak 2.500 halaman dokumen internal yang berkaitan dengan mesin pencarinya “bocor” ke publik.
Perusahaan mesin pencari ternama ini selalu merahasiakan cara kerja mesin pencarinya, meskipun data-data tersebut sebenarnya berperan sangat besar terhadap traffic, pendapatan iklan online, dan arus informasi.
Namun, ribuan dokumen mendadak muncul di muka publik, menjabarkan detail cara Google memberikan peringkat pada konten yang ada di mesin pencari.
Dokumen internal Google yang memiliki 2.500 halaman tersebut diduga berisi lebih dari 14.000 faktor pemeringkatan yang digunakan Google untuk mengelola situs web, dari situs web media hingga bisnis.
Faktor-faktor itu termasuk authority dari situs web terhadap sebuah subjek, ukuran situs web, atau jumlah klik yang didapatkan laman web.
Sebelumnya, Google membantah bahwa mereka menggunakan beberapa faktor pemeringkatan tersebut di Penelusuran, tetapi mereka mengonfirmasi bahwa dokumen-dokumen yang bocor itu asli, meskipun tidak sempurna.
Dokumen-dokumen tersebut tidak memiliki konteks yang cukup dan tidak seharusnya digunakan oleh publik untuk mendapatkan panduan bagaimana Penelusuran bekerja. Selain itu, dokumen tersebut tidak menunjukkan bagaimana elemen-elemen pemeringkat diukur pada pencarian.
Meski begitu, belum ada informasi apakah dokumen tersebut benar-benar “bocor” atau mungkin dipublikasi oleh Google secara tidak sengaja.
Kemudian, belum ada informasi yang menyatakan bahwa Google menerapkan faktor pemeringkatan yang dijabarkan pada dokumen atau hanya bereksperimen. Beberapa faktor juga mungkin belum digunakan sama sekali.
Meskipun muncul di muka publik sejak Maret 2024, kebocoran dokumen ini pertama kali diunggah oleh seorang praktisi SEO bernama Erfan Azimi. Ia menemukan dokumentasi API dirilis secara publik di Github. Kemudian, ia membawa dokumen-dokumen tersebut kepada Rand Fishkin dan Mike King.
Mike King pun berujar bahwa kejadian ini merupakan kebocoran data yang terbesar yang pernah ada di Google Penelusuran, di mana publik bisa melihat secara jelas bagaimana Google bekerja.
Terdapat beberapa faktor pemeringkatan yang diduga ada pada dokumen tersebut berdasarkan pengakuan Erfan Azimi dan Rand Fishkin, di antaranya:
Dokumen yang bocor menunjukkan bahwa Google mengumpulkan dan berpotensi menggunakan data yang, menurut mereka, tidak berkontribusi pada peringkat halaman web di Google Penelusuran, seperti klik, data pengguna Chrome, dan banyak lagi.
Akan tetapi, informasi bocornya dokumen ini tetap menggemparkan industri SEO, pemasaran, dan penerbit. Pasalnya, Google selalu merahasiakan algoritma pencarian mereka. Namun, dokumen yang terbit ke publik ini memberikan informasi yang sangat jelas tentang bagaimana Google melihat pemeringkatan situs web.
Selain itu, banyak pemerhati industri SEO menganggap dokumen-dokumen ini sebagai konfirmasi atas apa yang telah lama mereka curigai, yaitu situs web yang dianggap populer oleh Google mungkin menerima peringkat Penelusuran yang lebih tinggi untuk sebuah kueri meskipun situs yang kurang dikenal mungkin memiliki informasi yang lebih baik.
Cara Google memutuskan hal-hal pada Penelusuran tentu berpengaruh pada setiap orang yang bergantung pada situs web, seperti bisnis online, rumah makan, penerbit kecil, dan lain sebagainya.
Orang-orang yang bekerja pada industri terkait pun berusaha untuk memecahkan algoritma Google, meskipun hasil yang disampaikan terkadang bertentangan.
Namun, dokumen Google yang bocor setidaknya memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana Google bekerja.
Sumber Artikel
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
- Rand Fishkin pada SparkToro - https://sparktoro.com/blog/an-anonymous-source-shared-thousands-of-leaked-google-search-api-documents-with-me-everyone-in-seo-should-see-them/
- Michael King pada iPullrank - https://ipullrank.com/google-algo-leak
- Gizmodo - https://gizmodo.com/google-search-seo-leak-reveal-gatekeeps-internet-1851508410
- The Verge - https://www.theverge.com/2024/5/29/24167407/google-search-algorithm-documents-leak-confirmation
Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:
E-mail :
marketing@cmlabs.coTelepon : (0341) 475665
Alivia Ariatna
cmlabs berhasil meraih medali perunggu & Top Outstanding Project pada BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dengan Orion, AI untuk data-driven marketing.
cmlabs hadir sebagai Guest Speaker pada pertemuan BRI Group, membahas pentingnya SEO dalam mendukung PR dan corporate branding di industri keuangan digital.
cmlabs memantapkan langkah sebagai “game changer”, dengan menyegarkan struktur manajemen dan resmi bertransformasi menjadi all-in-one 360° digital marketing partner.