
John Mueller membagikan pendapatnya mengenai penggunaan gambar AI dan Stock Photo melalui Shower Thought LinkedIn. Berikut lengkapnya.
John Mueller membagikan pendapatnya mengenai penggunaan gambar AI dan Stock Photo melalui Shower Thought LinkedIn. Ia juga membagikan gambar jenis apa yang seharusnya digunakan untuk menunjang SEO. Berikut lengkapnya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:
E-mail :
marketing@cmlabs.coTelepon : (0341) 475665
Tati Khumairoh


John Mueller, anggota tim Search Relation di Google, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai penggunaan gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan foto stok. Pendapatnya ini dibagikan melalui platform LinkedIn.
Dalam pandangannya, Mueller menuliskan bahwa penggunaan gambar AI sepenuhnya dapat diterima jika tujuannya hanya untuk mempercantik konten. Gambar AI juga dapat digunakan untuk menambah pemahaman tentang konten, menambah nilai seni, bahkan meningkatkan keterbacaan.
Namun, ia menekankan pentingnya menyertakan gambar asli untuk jenis konten tertentu seperti tutorial, halaman produk, resep, dan konten lain yang memerlukan gambar asli.
Mueller menggarisbawahi bahwa meskipun gambar AI dapat memberikan nilai estetika yang menarik, penggunaan gambar asli tetap dianggap penting untuk konten yang memerlukan gambaran asli.
John Mueller juga membagikan pandangannya dari sisi SEO atas penggunaan gambar AI. Dari sisi SEO, penggunaan gambar asli lebih dibutuhkan untuk mendukung konten yang relevan.
Misalnya, untuk kueri “koper merah kecil” pengguna jelas menginginkan gambar produk asli dibandingkan dengan gambar yang dihasilkan oleh AI.
Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu jika ingin menggunakan gambar yang dihasilkan oleh AI dalam konten. Jika fungsi gambar untuk mendukung pemahaman dan pengetahuan pembaca, maka stock photo mungkin lebih baik dari sisi SEO.
Pendapat John Mueller membuka diskusi seputar penggunaan AI tools seperti DALL-E dan AI gambar lainnya. Pada kolom komentar, terdapat banyak tanggapan pengguna yang dapat memperluas pendapat Mueller. Berikut contohnya:
Penggunaan AI-generated images di konten resep masakan:
John Mueller mengasumsikan konten resep masakan dengan gambar AI sebagai low-effort content dan spam. Hal ini dikarenakan konten resep masakan memerlukan gambar asli untuk memvisualisasikan hasil dari resep tersebut.
Penggunaan gambar AI dalam produk:
Salah satu pengguna mengungkapkan bahwa penggunaan gambar AI boleh digunakan dalam halaman produk asalkan web owner dapat memastikan AI tersebut mampu menghasilkan gambar yang sesuai.
Namun, John Mueller menyanggah pendapat ini dengan mengatakan bahwa halaman semacam itu dianggap sebagai low-cost-imported product yang tidak menguntungkan pengguna.
Itulah beberapa pendapat berbeda yang diambil dari post John Mueller yang dibagikan melalui LinkedIn.
Sumber Artikel
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
LinkedIn John Mueller: https://www.linkedin.com/posts/johnmu_showerthought-ai-midjourney-activity-7146025394947764224-9psK/