
Gambar sampul: Core Web Vitals memasukkan INP sebagai indikator baru pada pelaporan untuk menggantikan FID, indikator sebelumnya.
Core Web Vitals kini menggunakan INP pada Google Search Console untuk menggantikan FID. INP menilai keseluruhan daya tangkap laman pada interaksi.
Core Web Vitals mengumumkan indikator baru dalam laporannya, yaitu INP (Interaction to Next Paint) yang menggantikan FID (First Input Delay). Google telah menyiarkan perubahan ini pada bulan Januari dan telah memasukkan INP pada Google Search Console sebagai elemen kelas satu sejak Juni lalu.
INP atau Interaction to Next Paint adalah metrik yang menilai respon laman secara keseluruhan terhadap interaksi pengguna, seperti klik, tap, dan keyboard. Indikator ini mampu mengamati waktu yang diperlukan sebuah laman dalam merespons interaksi yang terjadi sepanjang masa kunjungan pengguna.
Nilai akhir INP merupakan interaksi terpanjang yang berhasil diamati tanpa mengikutsertakan outlier (titik data yang nilainya jauh berbeda dari titik lainnya). Jika nilai INP rendah, artinya laman bisa merespons sebagian besar interaksi pengguna secara cepat dan konsisten.
Lantas, bagaimana respons laman yang baik itu? Respons yang baik dapat dinilai dari seberapa cepat laman memberi tindakan. Ketika sebuah laman merespons sebuah interaksi, peramban akan memberikan visual feedback yang di-render di frame berikutnya dan menunjukkan bahwa interaksi berhasil.
Tujuan metrik ini adalah untuk mengurangi waktu dari saat pengguna mulai berinteraksi dengan laman sampai frame painting berikutnya.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, INP akan menggantikan FID pada pelaporan Core Web Vital. Namun, apa yang membedakan kedua metrik ini?
Pada dasarnya, INP dan FID adalah indikator yang menilai seberapa responsif sebuah laman terhadap interaksi pengguna.
Namun, FID hanya mengukur penundaan input interaksi pertama pada suatu halaman. Di sisi lain, INP meningkatkan pengukuran dari FID dengan mempertimbangkan interaksi semua laman dari awal penundaan input, waktu yang diperlukan untuk menjalankan event handlers, hingga peramban melakukan frame painting.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa INP dan FID menilai tingkat daya tangkap yang berbeda. FID mengukur daya tangkap untuk menilai impresi pertama laman pada pengguna, sedangkan INP menilai keseluruhan daya tangkap tanpa menghiraukan kapan interaksi terjadi.
Sumber Artikel
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
- Search Console Help: https://support.google.com/webmasters/answer/9205520#inp_description
- Web.dev: https://web.dev/articles/inp
- Twitter Google Search Central: https://twitter.com/googlesearchc/status/1767892330697089270
Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:
E-mail :
marketing@cmlabs.coTelepon : (0341) 475665
Risca Fadillah
Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.
cmlabs berhasil meraih medali perunggu & Top Outstanding Project pada BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dengan Orion, AI untuk data-driven marketing.
cmlabs hadir sebagai Guest Speaker pada pertemuan BRI Group, membahas pentingnya SEO dalam mendukung PR dan corporate branding di industri keuangan digital.
cmlabs memantapkan langkah sebagai “game changer”, dengan menyegarkan struktur manajemen dan resmi bertransformasi menjadi all-in-one 360° digital marketing partner.