Kolaborator

Apa Itu Taksonomi Website?

Taksonomi website adalah struktur yang digunakan oleh situs web untuk mengklasifikasikan konten berdasarkan karakteristik tertentu agar pengguna dapat dengan mudah melakukan navigasi isi website dan memahaminya. Sederhananya, taksonomi website adalah bagian atau halaman di website, atau kategori yang ada di blog.

Perencanaan dan penerapan yang baik terkait taksonomi website adalah salah satu hal yang menjadi tugas SEO specialist. Website dengan taksonomi yang baik akan mempermudah pengunjung ataupun web crawler dalam menjelajahi isi situs web.

Struktur URL dan taksonomi website adalah dua hal yang saling berkaitan. URL harus memiliki struktur yang terorganisir berdasarkan taksonomi website. Artinya, URL akan mencerminkan posisi halaman dalam struktur taksonomi situs web.

Sebagai contoh, sebuah halaman artikel memiliki URL sebagai berikut example.com/blog/article. Berdasarkan contoh tersebut, Anda bisa mengetahui bahwa struktur URL ini memiliki alamat domain example.com/, berada di dalam subfolder /blog/, dan slug yang mengidentifikasi halaman secara spesifik adalah /article.

Selain dengan struktur URL, cara lain dalam membangun taksonomi website adalah dengan menggunakan internal link.

Manfaat Taksonomi Website Bagi SEO

Taksonomi website adalah salah satu bagian penting di dalam SEO. Sebab, perencanaan struktur taksonomi menjadi langkah awal sebelum mengoptimasi website. Dengan taksonomi yang baik, pengguna ataupun search engine tidak akan sulit memahami dan menavigasi situs web.

Pengunjung akan lebih mudah menemukan setiap konten yang ada di dalam website sehingga tingkat interaksi mereka akan lebih tinggi. Web crawler juga akan lebih mudah melakukan crawling karena setiap halamannya saling terhubung dengan rapi.

Hal ini tentunya mempengaruhi proses pengindeksan. Semakin banyak halaman yang terindeks akan semakin baik bagi website.

Contoh Taksonomi Website

Jika ingin mengetahui bagaimana struktur taksonomi dapat mempengaruhi SEO, Anda bisa melihat contoh taksonomi website yang harus Anda hindari dan contoh yang harus Anda terapkan:

Contoh Taksonomi Website yang Buruk

Anda bisa mengetahui struktur taksonomi sebuah website buruk melalui URL yang mereka gunakan. Biasanya, URL seperti ini menggunakan terlalu banyak subfolder di dalam strukturnya. Misalkan:

  • https://example.com/2022/11/18/article-about-things
  • https://www.example.com/home/shop/category/product/p/88465

 

Kedua URL tersebut memiliki terlalu banyak subfolder. Hal ini membuat struktur website menjadi terlalu dalam sehingga pengunjung ataupun web crawler akan kesulitan untuk menjangkau konten dari URL tersebut.

Contoh Taksonomi Website yang Baik

Lantas, bagaimana taksonomi website yang baik? Anda bisa melihatnya pada contoh berikut:

  • https://example.com/blog/article-about-things
  • https://www.example.com/shop/product

 

Anda bisa melihat bahwa kedua URL tersebut diklasifikasikan dalam topik yang sama. Hubungan antara satu halaman dengan yang lainnya juga jadi lebih jelas. Selain itu, jumlah subfoldernya juga tidak banyak sehingga struktur website tidak terlalu dalam.

Tipe Taksonomi Website

Ketika ingin merencanakan struktur website, pastikan Anda menentukan tipe taksonomi yang sesuai dengan website Anda. Mari ketahui apa saja tipe taksonomi website yang bisa Anda pilih:

Flat Taxonomy

Flat taxonomy adalah struktur website yang simpel dan hanya terdiri dari beberapa top level category. Semua kategori yang ada di dalam website tersebut memiliki level hierarki yang sama. Tipe taksonomi ini sangat cocok untuk website skala kecil yang tidak memiliki banyak konten.

Sebagai contoh, sebuah website company profile hanya memiliki empat kategori yaitu Tentang Kami, Layanan, Kontak, dan Alamat. 

Facet Taxonomy

Facet taxonomy digunakan pada website yang kontennya bisa dimasukkan ke berbagai kategori yang berbeda. Website yang biasanya menggunakan tipe ini sebagai taksonomi website adalah e-commerce.

Sebab, halaman produk yang ada di website e-commerce memiliki berbagai atribut yang dapat disortir sehingga mempermudah pengguna dalam menemukan produk yang dicari.

Hierarchical Taxonomy

Hierarchical taxonomy mengurutkan kategori yang ada di dalam website berdasarkan konten yang paling umum hingga konten yang paling spesifik. Biasanya, website berskala besar yang seperti media, toko online, atau blog menggunakan tipe taksonomi ini.

Semakin dalam struktur taksonomi website, semakin spesifik konten yang ada di halaman tersebut. Hal ini dapat membantu audiens dalam mengidentifikasi hubungan setiap halaman dan menavigasinya.

Perlu diingat, Anda bisa menerapkan tipe taksonomi ini selama strukturnya tidak terlalu dalam dan tidak menggunakan banyak subfolder supaya tidak menyulitkan pengguna dan crawler.

Network Taxonomy

Network taxonomy mengelompokkan konten berdasarkan hubungan atau asosiasi antar kategori. Artinya, sistem pengkategorian pada taksonomi website tersebut bisa bersifat dasar ataupun acak, tapi harus bermakna bagi audiens.

Sebagai contoh, sebuah website toko online memiliki kategori “Sepatu”, “Baju”, dan “Jaket”. Konten yang ada di dalam setiap kategori tersebut memiliki jenis produk yang sama. Meski begitu, terdapat kategori “Populer” yang berisi produk-produk yang paling populer dari berbagai kategori.

Blog Card

Firda Amalia Mahmud

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?

Lihat Istilah Lain

All
( 0 dari 0 istilah )
Tidak ada istilah SEO yang ditemukan.

Berlangganan Newsletter kami

Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami

Layanan SEO
Penulisan Konten SEO
Penulisan Ahli
Pembelian Media