Semantik SEO adalah praktik mengoptimasi konten berdasarkan konteks, hubungan antar kata, dan search intent. Praktik ini dilakukan untuk meningkatkan peringkat situs web di mesin pencari.
Cara kerja semantik SEO adalah praktik ini menggunakan informasi-informasi pencarian dari kata kunci sebelumnya.
Misalnya, ketika Anda memasukkan kata kunci umum pada Penelusuran (Google Search), seperti kata “pisang”, Anda akan mendapatkan informasi yang beragam, seperti resep pisang goreng, manfaat pisang untuk kesehatan, dan lain sebagainya.
Hasil pencarian tersebut adalah hasil penelusuran sebelumnya, di mana banyak pengguna internet memasukkan kata “pisang” pada Penelusuran.
Namun, ketika Anda memasukkan kata “pisang” pada search bar lalu memberikan spasi satu kali, Anda akan mendapatkan beberapa saran kata berikutnya, seperti “pisang cavendish”, “pisang kepok”, dan lain-lain. Saran yang muncul pada search bar itulah yang dinamakan semantik SEO.
Lantas, mengapa semantik SEO penting untuk konten Anda? Praktik SEO ini dapat membantu mesin pencari seperti Google untuk memahami tujuan dan konteks dari konten yang Anda buat. Dengan begitu, Google dapat menampilkannya pada pengguna yang relevan.
Tidak hanya itu, memahami strategi SEO ini akan membuat Anda menulis konten yang lebih mendalam dan sesuai dengan search intent.
Konten yang memperhatikan semantik SEO pun dinilai memiliki peringkat yang tinggi pada hasil pencarian secara jangka panjang karena memiliki konten yang akurat dan sinyal semantik yang relevan.
Kemudian, menggunakan praktik SEO ini dapat membangun hubungan semantik pada konten sehingga bisa muncul di fitur-fitur yang ada pada search engine result pages (SERPs), seperti fitur listingan, Orang Lain Juga Bertanya/People Also Ask, rich snippets, dan lain sebagainya.
Tentunya, hal itu akan meningkatkan traffic dan visibilitas online situs web Anda di hasil pencarian.
Semantik SEO dapat berfungsi sebagai sumber inspirasi membuat konten, di mana Anda bisa menelusuri kata kunci yang sering dicari pengguna pada mesin pencari.
Caranya adalah dengan memasukkan kata kunci yang diinginkan pada Google Penelusuran, lalu tekan spasi sebanyak satu kali. Anda akan melihat berbagai macam saran kata kunci pada search bar dan bisa mengambil beberapa topik dari sana.
Taktik ini tentu akan membantu upaya riset keyword menggunakan alat seperti Google Keyword Planner karena Anda bisa melihat apa yang pengguna cari dari memasukkan satu atau lebih kata kunci pada search bar.
Semantik SEO dapat membantu meningkatkan peringkat situs web dan halaman Anda di hasil pencarian karena relevansi konteks dengan apa yang dicari oleh pengguna.
Untuk mengoptimasi konten menggunakan semantik SEO, Anda bisa melakukan cara-cara berikut ini:
Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum membuat artikel adalah melakukan riset kata kunci dan topik sesuai dengan user intent.
Anda bisa membuat daftar kata kunci dan LSI (Latent Semantic Indexing) keyword yang secara semantik berhubungan dengan frasa yang ditargetkan.
Kemudian, Anda bisa mengidentifikasi long-tail keyword yang dapat memperjelas intent dari pembuatan konten.
Setelah menemukan kata kunci yang diinginkan, buat kelompok kata kunci atau keyword cluster pada kata kunci yang memiliki kueri serupa.
Selanjutnya, Anda bisa membuat konten dengan tingkat relevansi tinggi agar bisa muncul di peringkat atas hasil pencarian.
Anda pun bisa terus memperbarui konten agar terus sesuai dengan persebaran informasi yang ada serta sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan begitu, Google akan melihat bahwa Anda terus berusaha menjaga relevansi konten.
Fitur “Orang Lain Juga Bertanya” biasanya muncul ketika Anda mengetikkan kata kunci tertentu. Fitur ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang sering diketikkan pengguna dan berkaitan dengan kata kunci yang Anda masukkan.
Konten yang dapat menjawab pertanyaan pada fitur ini dapat menjadi solusi bagi pengguna sekaligus meningkatkan otoritas situs web di mata Google.
Banyak pemilik situs web sering melupakan daftar isi pada konten yang mereka unggah. Padahal, daftar isi atau outline menampilkan subtopik yang dibahas sehingga pembaca dapat melihat apakah mereka bisa menemukan jawaban dari kebutuhan mereka pada artikel Anda.
Konten dengan daftar isi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk muncul di fitur featured snippet Google.
Structured data adalah salah satu taktik yang memudahkan Google memahami konten Anda. Selain itu, menggunakan structured data dapat meningkatkan peluang munculnya konten pada rich snippet Google.
Untuk mengoptimasi konten dengan semantik SEO, Anda bisa membuat konten conversational atau konten yang dibawakan secara natural seperti berbincang dengan pembaca.
Seiring berkembangnya teknologi pencarian suara, Google kini juga memperhatikan konten conversational.
Menyebar beberapa jenis kata kunci pada konten juga akan mendukung peringkat konten di SERP untuk kata kunci yang ditargetkan. Hal ini kemudian akan meningkatkan kunjungan dan traffic situs web Anda.
Cara terakhir adalah membuat konten yang mendalam dan ekstensif. Artinya, konten yang dibuat harus bisa menjawab kebutuhan pengguna.
Selain itu, konten yang komprehensif dapat meningkatkan kredibilitas sehingga kemungkinan Anda mendapatkan backlink berkualitas akan semakin besar. Mendapatkan backlink yang berkualitas dapat membuat peringkat Anda naik dan menonjol di antara kompetitor.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami