Link juice adalah nilai yang diberikan dari website satu ke lainnya. Nilai ini mengukur kekuatan suatu link yang diberikan untuk memperkuat relasinya.
Jika suatu website memberikan referensi kepada website lainnya dengan link dofollow, maka dampak positifnya pun juga dapat dirasakan dari sana.
Adanya link juice ini dapat memberikan efek positif kepada PageRank dan TrustRank suatu website.
Dengan cara ini, search engine akan menilai hal tersebut sebagai rekomendasi dari website dengan otoritas tinggi.
Semakin banyak nilai yang didapat dari link juice, maka semakin kuat performa website dari sisi SEO.
“Jus” dari link berotoritas ini bisa didapat secara internal dan eksternal. Website bisa diperkuat dengan link dari domain lain maupun halaman-halaman di dalam website itu sendiri.
Di sini, link yang digunakan perlu disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan halaman. Hal ini sangat penting dilakukan agar nilai dari tautan halaman ini bisa menjadi optimal.
Untuk menjelaskan bagaimana “jus” dari link ini bekerja, kami akan menjelaskannya dengan skenario di bawah ini.
Website X dan Y memiliki domain authority yang sama. Namun, X mendapatkan lima tautan dari website lain sedangkan Y hanya memiliki tiga link eksternal.
Logis dari prinsip tersebut adalah X yang mendapatkan external link lebih banyak akan mendapatkan ranking lebih tinggi dari Y.
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan di sini adalah penyaluran link juice. Website yang menerima link secara eksklusif memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan peringkat lebih tinggi daripada website dengan tautan yang diberikan ke lebih dari satu website.
Perlu diketahui bahwa kuatnya “jus” dari tautan website lain ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
Sebaliknya, kekuatan dari tautan website ini tidak akan optimal, atau bahkan berdampak negatif, jika tidak datang dari sumber yang kredibel, berkualitas, dan berotoritas.
Agar website mendapatkan “kekuatan” lebih, Anda perlu melakukan beberapa langkah dalam strategi mendapatkan lebih banyak tautan berkualitas di bawah ini:
Di samping website eksternal, Anda pun perlu mempertimbangkan kekuatan yang bisa didapat dari linking di dalam.
Internal linking merupakan salah satu sumber link juice yang berpotensi untuk meningkatkan nilai website.
Untuk melakukan internal linking, Anda perlu melakukan riset keyword terlebih dahulu. Pastikan keyword yang digunakan mencakup topik pembahasan secara garis besar.
Sebagai contoh, halaman dengan keyword “optimasi konten” bisa dihubungkan dengan pembahasan terkait seperti keyword density, penggunaan meta title dan meta description, dan lain sebagainya.
Setelah membuat konten tersebut, Anda dapat menghubungkannya ke halaman dengan prioritas tinggi berisi produk dan layanan bisnis yang ditawarkan.
Untuk memaksimalkan potensi reach, Anda perlu menggunakan hreflang tag di konten-konten dengan intent lokal maupun internasional.
Tag ini bekerja untuk mengarahkan search engine ke versi berbeda setiap halaman berdasarkan bahasa dan lokasi pengguna.
Agar lebih mudah, Anda bisa menambahkan tag hreflang di XML Sitemap dengan memberikan file tunggal untuk membantu search engine mendeteksi semua halaman dan versi terjemahannya di berbagai bahasa.
“Jus” dari tautan yang masuk ke website akan lebih kuat jika kontennya sendiri pun berkualitas. Maksudnya di sini adalah isi konten harus mampu menjawab pertanyaan dari pengguna.
Di samping informasi yang relevan dengan kueri pencarian, konten yang disajikan pun perlu dioptimasi dengan targeted keyword.
Tidak hanya membuat konten baru, Anda pun perlu menggunakan halaman lama secara optimal. Caranya adalah dengan memperbarui informasi dan menambahkan elemen visual yang membantu memperjelas konteks artikel.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami