FAQ schema adalah salah satu jenis schema markup yang digunakan dalam strategi SEO untuk memberikan informasi lebih terperinci dan terstruktur dari pertanyaan yang sering diajukan oleh pengguna.
Beberapa contoh penggunaan FAQ schema meliputi panduan pengguna, pertanyaan umum tentang produk atau layanan, dan lainnya.
Dengan menerapkan schema markup ini dengan benar, pengguna dapat merasakan user experience yang lebih baik.
Selain itu, penggunaan FAQ schema dapat meningkatkan visibilitas dan CTR website. Hal ini disebabkan karena informasi yang ditampilkan langsung di halaman hasil pencarian memberikan pengguna informasi yang relevan dan menjawab pertanyaan mereka tanpa harus mengklik ke website.
FAQ schema memiliki beberapa dampak yang signifikan bagi SEO dan website. Berikut di antaranya:
Schema markup ini akan menampilkan pertanyaan dan jawaban langsung di halaman pencarian.
Dari sana, pengguna bisa mendapatkan informasi yang mereka cari tanpa harus mengunjungi website.
Hal ini dapat meningkatkan user experience karena pengguna mendapatkan jawaban yang relevan dari pertanyaan mereka secara instan.
FAQ schema dapat digunakan untuk menandai pertanyaan dan jawaban yang paling relevan dengan konten halaman website.
Hal ini akan membantu mesin pencari memahami konten dengan lebih baik dan mengenali hubungan antara pertanyaan dan jawaban yang terkait dengan topik tertentu.
Dengan demikian, halaman website bisa menjadi lebih relevan dan memiliki peluang muncul di peringkat teratas pada SERP.
Pengguna cenderung lebih mudah mengambil tindakan yang diinginkan apabila tidak ada gangguan yang mereka rasakan.
FAQ schema merupakan halaman website terpisah yang bisa ditambahkan lebih banyak konten tanpa mengganggu mereka.
Malahan, schema markup ini juga bisa membantu menghilangkan keraguan atau kekhawatiran yang sering muncul pada tahap pembelian atau keputusan pengguna dengan jawaban yang jelas dan relevan di halaman hasil pencarian.
Dengan begitu, mereka dapat dengan mudah dipengaruhi untuk mengambil tindakan yang diinginkan.
Menerapkan FAQ schema pada halaman website dapat berdampak positif dalam meningkatkan Click-Through Rate (CTR).
Tampilan FAQ langsung di hasil pencarian membuat website Anda menonjol di antara hasil pencarian lainnya.
Snippet FAQ akan memberikan kesan bahwa website Anda memiliki otoritas dan insight yang relevan dengan search query.
Ketika cuplikan FAQ ditampilkan dalam hasil pencarian, halaman website Anda berpeluang lebih untuk mendapatkan lebih banyak ruang pada halaman hasil pencarian.
Dibandingkan dengan hasil pencarian standar, snippet FAQ sering kali memenuhi bagian yang lebih besar.
Hal ini akan memberikan lebih banyak eksposur untuk halaman Anda, menjadikannya lebih terlihat oleh pengguna.
Proses membuat schema markup ini melibatkan beberapa langkah penting. Berikut penjelasannya:
Penambahan schema markup dapat dilakukan dengan memasukkan kode pada header website.
Proses ini akan memecah konten menjadi potongan-potongan kecil. Potongan-potongan tersebut dikenal sebagai properti.
Saat ini, terdapat 1400 properti schema yang tersedia. Namun, hanya dibutuhkan empat properti untuk FAQ schema, yaitu:
Properti yang dimasukkan harus sesuai dengan standar schema.org. Hal ini sangat penting bagi fungsionalitas schema markup.
Untuk mengetahui apakah sudah sesuai standar atau tidak, properti dapat diuji pada Google Structured Data Testing Tool.
Setelah mengetahui properti mana yang dibutuhkan, tugas selanjutnya adalah menambahkannya ke konten. Terdapat tiga metode yang dapat digunakan, yaitu:
Google telah membuat panduan membuat FAQ schema. Panduan ini membantu bot crawler memahami dengan benar konten FAQ yang dibuat.
Pada panduan ini, terdapat beberapa hal yang harus terdapat pada konten FAQ, yaitu terdapat daftar pertanyaan dengan jawaban, menggunakan satu markup, adanya teks komprehensif, dapat dilihat oleh pengguna, serta memiliki semua properti yang diperlukan.
Di samping itu, panduan ini juga menjelaskan beberapa hal yang dilarang pada konten FAQ, yaitu terdapat forum bagi pengguna mengirimkan tanggapan atas pertanyaan, ditujukan untuk periklanan, serta konten yang eksplisit, ilegal, atau penuh kebencian.
Setelah menambahkan markup FAQ Schema ke halaman website, langkah selanjutnya adalah memvalidasi kode tersebut.
Uji validitas kode dapat dilakukan dengan menggunakan Google Rich Results Test. Alat ini akan memeriksa apakah markup sudah memenuhi persyaratan dan tidak memiliki kesalahan sintaks.
Untuk melakukan langkah terakhir ini, markup harus dipastikan sudah terintegrasi dengan baik ke dalam kode HTML halaman website.
Kondisi ini sangat penting untuk memastikan mesin pencari mengenali dan menafsirkan struktur data dengan benar.
Namun, apabila terdapat kendala, Anda harus menghilangkan tag noindex yang mungkin menghalangi akses mesin pencari ke halaman website serta memastikan apakah terdapat halaman yang diblokir oleh file robots.txt.
Setelah berbagai kendala dapat diselesaikan, Anda harus mengirim permintaan ke Google untuk melakukan crawling.

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami