Domain Name System atau DNS adalah sistem yang menghubungkan URL dengan IP address. Mengapa DNS penting? Karena jika tidak ada DNS, Anda harus mengetikkan IP address untuk mengakses sebuah website.
Hal ini akan menyulitkan pengguna karena IP address yang berisi angka yang sulit dimengerti dan dihafal. Contohnya seperti IP address dari Google.com yaitu 172.217.0.142. Dengan adanya DNS, Anda cukup menuliskan domain di dalam address bar.
Tugas DNS adalah menerjemahkan domain ke dalam bentuk IP address yang dimengerti komputer sehingga Anda dapat mengakses website tersebut. Sampai sini, sudahkah Anda memahami apa itu DNS?
URL dan IP address memiliki bagian-bagian yang sama dan saling menjelaskan satu dengan yang lain. Peran DNS adalah mencocokkan bagian pada URL dengan IP address.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, Anda perlu mengetahui empat bagian DNS yang fungsinya saling berkaitan. Keempat bagian DNS adalah:
DNS recursive resolver adalah server yang bertugas untuk menerima permintaan informasi IP address dari klien atau komputer pengguna lewat aplikasi seperti web browser. Recursive resolver akan melakukan pencarian informasi untuk memberikan jawaban berdasarkan permintaan klien.
Pencarian informasi akan dimulai dari cache yang disimpan browser. Jika tidak ada, Recursive resolver akan melanjutkan pencarian ke cache pada Internet Service Provider (ISP).
Root server adalah database yang berisi jawaban atas pertanyaan seputar nama domain dan IP address. Tugas dari root server adalah menerjemahkan nama domain menjadi IP address. Tidak semua jawaban dimiliki oleh sebuah root server. Jika root server tidak memiliki jawaban, maka permintaan informasi akan diteruskan ke pihak lain.
Di seluruh dunia, ada 13 root server yang diurutkan secara alfabetis dan dikelola oleh berbagai organisasi seperti Internet System Consortium, Verisign, the University of Maryland, dan the U.S. Army Research Lab.
Top Level Domain atau TLD server digunakan untuk menemukan IP address dengan lebih spesifik. Contohnya, TLD .id untuk server Indonesia, .org untuk organisasi atau lembaga nirlaba, dan .sch untuk sekolah.
Informasi yang diberikan oleh TLD akan membantu sistem dalam meneruskan pencarian informasi ke server yang memiliki data terkait.
Authoritative server memuat informasi yang lengkap mengenai website yang ingin dituju. Jika informasi yang dicari sudah sesuai dengan hasilnya, maka browser akan menampilkan website ke pengguna.
Beberapa informasi yang didapatkan pada authoritative server akan disimpan oleh browser dalam bentuk cache agar saat pengguna ingin mengakses kembali sebuah website maka prosesnya akan lebih cepat. Namun, browser akan tetap melakukan update terkait informasi website.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai apa itu DNS, maka Anda juga perlu mengetahui fungsinya. Penjelasan mengenai fungsi DNS adalah sebagai berikut:
Ada berbagai macam jenis dari DNS yang perlu Anda ketahui. Penjelasan untuk setiap jenis DNS adalah:
Untuk melengkapi pemahaman Anda mengenai apa itu DNS, pelajari cara kerjanya. Adapun, cara kerja DNS adalah berikut:
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami