Jumlah Kata pada Konten SEO Sudah Tidak Lagi Relevan

Jumlah kata disebut sebagai salah satu faktor peringkat di halaman pencarian Google. Faktanya, Google pun tidak memiliki rekomendasi terkait hal ini.
Dipublikasikan Jul 05, 2023 13:07
Pokok Bahasan
-
Jumlah kata pada konten tidak menjadi faktor yang menentukan peringkat di halaman pencarian Google.
-
Google tidak memiliki rekomendasi jumlah kata untuk penulisan konten.
-
Jumlah kata tidak menentukan kualitas konten dan bisa disesuaikan dengan jenis konten yang dibuat.
“Semakin panjang konten, maka akan semakin baik pula peringkatnya di Google”. Pernyataan ini mungkin pernah terdengar, khususnya di telinga para praktisi SEO. Word count atau jumlah kata dipercaya sebagai salah satu hal penting dalam pembuatan konten SEO. Tak heran, banyak yang berlomba-lomba membuat konten dengan ribuan kata dengan harapan memperoleh peringkat teratas di halaman pencarian. Namun, bagaimana faktanya? Temukan jawaban dan informasi terkait lainnya di artikel ini.
Jumlah Kata untuk SEO dari Pandangan Google
Melalui Google SEO office-hours pada tanggal 26 Februari 2021, John Mueller mengatakan bahwa jumlah kata di suatu halaman bukanlah faktor yang menentukan kualitas dan bukan pula faktor yang menentukan peringkat, sehingga menambahkan teks ke halaman (tanpa adanya pertimbangan yang tepat) tidak lantas membuatnya lebih baik.
Oleh karena itu, pernyataan “semakin panjang konten, maka akan semakin baik pula peringkatnya di Google” perlu diluruskan. Pertama, selain melalui Google SEO office-hours, disebutkan pula pada halaman Google for Developers bahwa Google tidak memiliki rekomendasi jumlah kata untuk penulisan konten. Dalam artian lain, tidak ada yang dapat memastikan apakah konten yang panjang akan mendapat peringkat lebih baik, ataupun sebaliknya.
Kedua, ditekankan pula oleh Google bahwa penulisan konten harus ditujukan bagi pembaca, bukan mesin. Jadi, tujuan utama penulisan konten adalah memberikan manfaat kepada pengguna alih-alih memperoleh peringkat di mesin pencarian.
Jumlah Kata dan Hubungannya dengan Kualitas Konten
Konten yang panjang sering kali dianggap sebagai konten yang lengkap atau komprehensif, sehingga lebih berkualitas dan bisa mendapat ranking yang lebih baik. Sementara itu, konten dengan jumlah kata yang lebih sedikit dipandang sebagai thin content. Padahal, jumlah kata tidak bisa dijadikan patokan atas kelengkapan dan kualitas isi konten.
Perlu diketahui, jenis konten yang tergolong sebagai thin content menurut Google adalah konten yang dibuat secara otomatis, halaman affiliate yang tidak memberi nilai tambah bagi pembaca, konten yang disalin dari situs web lain, dan halaman pengalihan.
Kriteria tersebut pun tidak berhubungan dengan word count atau jumlah kata suatu konten, melainkan berfokus pada jenis-jenis konten yang hanya memiliki sedikit atau tidak memiliki nilai tambah (value) bagi pembaca. Sehingga, konten dengan jumlah kata yang sedikit tidak bisa serta-merta dikatakan sebagai thin content, dan konten yang lebih panjang bukan berarti memiliki kualitas yang lebih baik.
Namun, tidak menutup kemungkinan apabila banyaknya kata dalam konten dipengaruhi oleh value yang ditambahkan oleh penulis ke dalam kontennya.
Jumlah Kata pada Konten SEO, Diperhatikan atau Diabaikan?
Meskipun jumlah kata bukan menjadi faktor yang menentukan peringkat di SERP (search engine result page), bukan berarti hal ini bisa diabaikan begitu saja oleh penulis konten atau praktisi SEO. Jumlah kata tetap perlu diperhatikan dengan mempertimbangkan jenis konten yang dibuat dan jenis halaman situsnya. Namun, sekali lagi, tidak ada angka pasti untuk jumlah katanya.
Sebagai contoh, jenis konten untuk halaman blog umumnya memiliki lebih banyak kata dibandingkan jenis konten untuk halaman produk yang hanya menampilkan informasi atau deskripsi singkat dari produk tersebut.
Hal ini dikarenakan jenis konten pada halaman blog memuat informasi yang komprehensif untuk mengedukasi dan menjawab pertanyaan atau kebutuhan pembaca yang masih berada di tahap awareness.
Sementara itu, jenis konten di halaman produk utamanya ditujukan bagi pembaca yang sudah berada di tahap decision atau memiliki pengetahuan seputar produk terkait dan berencana melakukan pembelian, sehingga umumnya tidak lagi memerlukan informasi yang bersifat mengedukasi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa jumlah kata bergantung pada jenis konten, halaman, dan tujuan konten itu sendiri. Banyaknya kata yang terdapat pada konten juga tidak menjadi ranking factor. Google lebih memprioritaskan konten-konten yang bermanfaat dan memiliki tingkat relevansi yang tinggi, sehingga penulisan konten harus dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pembaca.
Sumber Artikel
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
- Halaman Google Developers: “Membuat konten yang bermanfaat, tepercaya, dan mengutamakan pengguna” https://developers.google.com/search/docs/fundamentals/creating-helpful-content?hl=id#avoid
- Google SEO office-hours: “Talking about webmaster related” https://www.youtube.com/watch?v=PQrnhpNTOtE
- Manual Actions Report: “Thin content with little or no added value” https://support.google.com/webmasters/answer/9044175?sjid=5453706042131180906-AP&visit_id=638240697191549798-867437360&rd=1#thin-content&zippy=%2Cthin-content-with-little-or-no-added-value

Selsi Selvia
I am a content writer. SEO is the basis for my content writing. My main interest is education and health.
Tulisan lainnya dari Selsi
Eksperimen Penulisan Artikel AI vs Manusia dalam SEO
Mon 09 Oct 2023, 18:54pm GMT + 7Dwell Time dan Pengaruhnya Terhadap SEO
Fri 14 Aug 2020, 21:42pm GMT + 7Update berita SEO dari seluruh dunia di cmlabs News untuk wawasan SEO sehari-hari Anda
Dalam pengembangan mesin telusur terbarunya, Bing menggandeng GPT-4 untuk menyajikan pengalaman pencarian termaju. Ini lengkapnya
Bard, layanan AI percakapan eksperimental, menggabungkan informasi dengan kecerdasan model bahasa. Simak informasinya di sini
Dengan maraknya teknologi AI, search engine besar seperti Google dan Bing kini dilengkapi dengan generative AI masing-masing. Ini informasinya.
TULISKAN KOMENTAR ANDA
Anda harus masuk untuk berkomentar
Semua komentar (0)
Diurutkan Berdasarkan