At cmlabs or PT CMLABS INDONESIA DIGITAL, we’ve built an ecosystem where marketing meets technology — and thrives. We don’t just stop at cmlabs itself; we’re the umbrella over brands like Sequence, VISUWISU, Sequence Stat, Sequence Media Monitoring & Trends, Traffic Farm, StoryLabs, and our favorite, cmlabs SEO Tools (yes, even the Chromium-based version). Our mission? To create a synergy so seamless and sustainable that even the algorithms are impressed. It’s all part of a bigger plan: to keep the tech world on its toes while delivering a marketing ecosystem that doesn’t just work — it evolves.

Iklan PPC adalah salah satu jenis paid ads yang masih menjadi andalan banyak bisnis. Namun kenyataannya, beberapa campaign PPC masih sering gagal dijalankan. Ada yang anggaran iklannya cepat habis, tetapi minim konversi, dan ada pula yang biaya per kliknya tinggi, tetapi tidak ada yang menjadi pelanggan.
Lantas, apa yang salah? Di artikel ini, Anda akan menemukan beberapa kondisi yang memicu kegagalan campaign PPC, sekaligus beragam PPC bidding strategy yang terkenal efektif mendatangkan keuntungan bagi bisnis. Simak informasi selengkapnya berikut ini!
PPC (Pay Per Click) adalah model iklan digital berbayar (paid ads) di mana biayanya dihitung dari jumlah klik yang masuk. Iklan PPC hadir dalam berbagai format, mulai dari teks, gambar, video, atau gabungan ketiganya.
Model iklan ini umumnya muncul di mesin pencari (Google, Bing), website, atau media sosial. Nah, jika iklan PPC diklik, audiens akan diarahkan menuju website, landing page, atau aplikasi tertentu.
PPC merupakan model iklan yang banyak dipilih oleh advertiser karena hanya akan mendatangkan audiens yang berpotensi menjadi pelanggan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.
Meskipun menawarkan keuntungan berupa penargetan audiens yang spesifik dan efisiensi biaya iklan, tak jarang pengiklan mengalami kesulitan bahkan kegagalan dalam menjalankan iklan pay per click. Berikut ini beberapa alasan yang biasanya mendasari kegagalan tersebut:
Menjalankan iklan PPC tanpa aktif melacak konversi sering kali memicu kegagalan. Sebab, itu artinya iklan Anda tetap berjalan, namun Anda tidak mengetahui apakah iklan untung atau justru rugi.
Pelacakan konversi menginformasikan berapa banyak orang yang melakukan tindakan bernilai setelah klik iklan. Tindakan bernilai maksudnya tindakan yang mengarah pada pembelian, misalnya menambahkan ke keranjang belanja, mendaftar free trial, atau booking demo.
Jika selama ini Anda belum melakukan pelacakan konversi, segera lakukan, ya! Caranya, tentukan dulu metrik atau tindakan yang ingin dilacak. Selanjutnya, gunakan Google Ads/Meta Ads Manager + Google Tag Manager untuk memasang “tag” pelacakan di website. Terakhir, lakukan tes untuk memastikan tracking sudah berjalan dengan benar.
Copywriting memainkan peran yang sangat besar dalam kelancaran iklan PPC. Jika dijalankan dengan copywriting yang lemah, iklan berpotensi besar untuk di-skip oleh audiens karena dianggap tidak menarik.
Adapun beberapa masalah umum dalam copywriting yang berisiko menggagalkan iklan pay per click antara lain:
cmlabs
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami