
Google Analytics dan Google Ads melakukan beberapa pembaruan terhadap Google Attribution Model. Kebijakan ini mengakibatkan hilangnya klik pertama, klik linier, klik peluruhan waktu, dan klik berbasis posisi. Namun, Google Attrubution Model berdasarkan data dapat menjadi solusi karena merepresentasikan alur konversi user lebih akurat.
Pembaruan Google Attribution Model Google Ads dan GA4 dapat memengaruhi insights bisnis dan berkurangnya informasi yang bisa diolah oleh tim marketing.
Berdasarkan product manager Google Attribution Model, hilangnya 97% pada aktivitas Attribution model google ads menjadi penyebab Google attribution model tersebut dihentikan secara bertahap dimulai pada pertengahan Juli 2023. Namun, Anda masih bisa menggunakannya hingga September 2023.
Google Attribution Model yang akan hilang meliputi klik pertama, klik linier, klik peluruhan waktu, dan klik berbasis posisi. Akibat kebijakan ini, hilangnya data tersebut akan memengaruhi insights bisnis dan berkurangnya informasi yang bisa diolah oleh tim marketing.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai alasan perubahan yang terjadi, bagaimana perubahannya berlangsung, dan apa pengaruhnya terhadap tim marketing, kami menyarankan Anda membaca artikel ini sampai akhir.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai proses perubahan Google Attribution Model, Anda perlu mengetahui bahwa melalui Google Ads Attribution, pengguna mampu mengontrol lebih banyak jumlah kredit yang didapatkan setiap kali berinteraksi dengan iklan untuk konversi pengguna.
Keunggulan tersebut memberikan insights yang penting untuk Anda yaitu:
Google Attribution Model terdiri dari beberapa komponen meliputi klik terakhir, klik pertama, klik linier, klik peluruhan waktu, klik berbasis posisi, dan klik berbasis data. Secara lengkap, Anda dapat menyimaknya dibawah ini:
Google Attribution Model berbasis aturan akan dihilangkan oleh Google. Padahal, empat Google Attribution Model pada Google Ads dan Google Analytics 4 akan memengaruhi kekayaan informasi yang akan didapatkan oleh tim marketing.
Penghentian Google Analytics Attribution Model ini akan berlangsung secara bertahap mulai Juni 2023. Google memutuskan untuk menghentikan empat Google Attribution Model disebabkan oleh hilangnya 97% lebih aktivitas yang menggunakan model tersebut atau semakin menurunnya penggunaan Google Attribution Model.
Sebagai pengganti model tersebut, Google Ads menjadikan Attribution Model Google Ads berbasis data sebagai model default dalam konversi web.
Attribution model google ads berbasis data menerapkan teknologi Artificial Intelligence pada Google untuk mempelajari dampak setiap poin pada konversi. Hasilnya, Google Attribution Model akan memiliki kinerja lebih baik melalui penawaran otomatis untuk meningkatkan performa.
Anda tidak perlu khawatir, pasalnya Google Attribution Model berdasarkan data, klik terakhir, dan atribusi eksternal tidak akan terpengaruh oleh perubahan ini di Google Ads maupun Google Analytics 4.
Perbedaan antara Google Attribution Model berdasarkan data dan klik terakhir di Google Ads dan Google Analytics 4 adalah Google Attribution Model berdasarkan data memberikan kredit untuk konversi berdasarkan bagaimana orang terlibat dengan iklan-iklan yang Anda buat sehingga memutuskan menjadi pelanggan.
Sedangkan Google Attribution Model klik terakhir memberikan setiap kredit untuk konversi ke iklan terakhir yang berinteraksi dengan pelanggan. Komponen ini tidak mempedulikan interaksi iklan lain yang bisa saja dialami oleh pelanggan.
Proses penghilangan Google Attribution Model dilakukan secara bertahap hingga permanen. Tahapan tersebut meliputi:
Google Attribution Model berdasarkan data dapat merepresentasikan alur konversi pelanggan lebih akurat, namun model tersebut berkemungkinan menjadi lebih kompleks serta memerlukan lebih banyak data agar dapat berjalan efektif.
Google Attribution Model klik terakhir lebih mudah dipahami dan digunakan dibandingkan Google Analytics Attribution Model berdasarkan data. Sayangnya, model ini tidak seakurat atribusi berdasarkan data dalam merefleksikan keputusan pelanggan untuk melakukan konversi.
Google Attribution Model berdasarkan data sangat penting dalam mengambil keputusan investasi bagi bisnis Anda. Pasalnya, jika tidak berdasarkan data, Anda berpeluang melakukan investasi ditempat yang tidak tepat.
Fenomena ini menjadi problematika bagi pengguna karena Anda mungkin menampilkan iklan pada titik yang tidak tepat sehingga konversi Anda lebih rendah bagi pengiklan.
Tidak hanya bermasalah bagi pengguna, Google juga menganggapnya sebagai masalah karena harus memastikan pengiklan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pasalnya, setiap klik, Google akan dibayar! Jadi, mereka sangat membutuhkan keberlanjutan klik pada iklan.
Perhatikan hal ini, jika Anda menggunakan salah satu model berbasis aturan yang akan dihentikan oleh Google, Anda harus segera berpindah ke Google Attribution Model berdasarkan data. Anda dapat melakukannya dengan mengikuti langkah-langkah berikut:



Beralih ke Google Attribution Model berdasarkan data dapat memberikan insights yang lebih luas dan akurat. Anda dapat menggunakan Google Attribution Model berdasarkan data dengan Google Analytics 4 untuk memperoleh ringkasan performa pemasaran di semua channels dan platform.
Pastikan Anda sudah beralih ke Google Attribution Model berdasarkan data sebelum akhir Juli 2023 agar dapat beradaptasi lebih awal dengan pembaruan ini. Raih kesuksesan bisnis Anda dengan eksplorasi data yang mendalam bersama cmlabs.
Sebagai penyedia berita yang berdedikasi, kami berkomitmen terhadap akurasi dan keandalan. Kami bekerja ekstra dengan melampirkan sumber yang kredibel untuk mendukung data dan informasi yang kami sajikan.
- Support Google: “About attribution models”, https://support.google.com/google-ads/answer/6259715?hl=en
- Google to sunset 4 attribution models in Ads and Analytics, https://searchengineland.com/google-sunsets-attribution-models-395297
- Updates To Attribution Models in Google Ads & Google Analytics 4, https://searchenginehubbub.com/google/google-attribution-model-updates/
Untuk informasi lebih lanjut tentang cmlabs dan layanan kami, silakan hubungi kami di:
E-mail :
marketing@cmlabs.coTelepon : (0341) 475665
cmlabs
At cmlabs or PT CMLABS INDONESIA DIGITAL, we’ve built an ecosystem where marketing meets technology — and thrives. We don’t just stop at cmlabs itself; we’re the umbrella over brands like Sequence, VISUWISU, Sequence Stat, Sequence Media Monitoring & Trends, Traffic Farm, StoryLabs, and our favorite, cmlabs SEO Tools (yes, even the Chromium-based version). Our mission? To create a synergy so seamless and sustainable that even the algorithms are impressed. It’s all part of a bigger plan: to keep the tech world on its toes while delivering a marketing ecosystem that doesn’t just work — it evolves.




cmlabs berhasil meraih medali perunggu & Top Outstanding Project pada BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dengan Orion, AI untuk data-driven marketing.
cmlabs hadir sebagai Guest Speaker pada pertemuan BRI Group, membahas pentingnya SEO dalam mendukung PR dan corporate branding di industri keuangan digital.
cmlabs memantapkan langkah sebagai “game changer”, dengan menyegarkan struktur manajemen dan resmi bertransformasi menjadi all-in-one 360° digital marketing partner.