Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Tak jarang, proses pembuatan konten dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti kesulitan mengalokasikan waktu untuk mencari ide dan memproduksi konten. Namun, tantangan-tantangan tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan membuat content pillar.
Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis content pillar yang dapat memudahkan proses produksi konten untuk bisnis Anda. Melalui artikel ini, Anda akan memahami jenis content pillar, cara membuatnya, bahkan tips mengukur keberhasilannya. Yuk, simak penjelasannya hingga akhir!
Content pillar adalah fondasi utama untuk menyusun keseluruhan strategi konten bisnis. Jika diibaratkan bangunan, content pillar adalah tiang, sedangkan konten adalah atap, dinding, lantai, dan bagian lain dalam bangunan. Maka, content pillar sangat dibutuhkan untuk membuat konten pemasaran yang terstruktur, terarah, dan konsisten.
Umumnya, sebuah brand memiliki 3–5 content pillar yang disesuaikan dengan kebutuhan audiens dan brand. Content pillar perlu disusun untuk berbagai jenis konten, baik postingan media sosial, blog, podcast, e-book, maupun infografis.
Secara umum, content pillar dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
Seperti namanya, content pillar ini bertujuan untuk mempromosikan produk atau jasa, lalu mengajak audiens untuk membelinya. Maka, konten yang termasuk dalam kategori promotional harus mampu menampilkan keunggulan produk dibanding produk serupa lainnya.
Meskipun tujuan utamanya adalah mendorong pembelian, Anda tidak disarankan untuk membuat konten hard-selling yang selalu menyoroti harga dan fitur. Coba tonjolkan value yang akan didapatkan audiens jika membeli produk Anda. Beberapa contoh konten promotional adalah testimoni, endorsement, demo produk, dan countdown promo.
Jika ingin “mengambil hati” audiens, berikan nilai yang berharga kepada mereka dengan menyajikan konten-konten edukatif.
Konten educational bisa digunakan untuk menjelaskan manfaat kandungan atau proses pembuatan produk. Selain itu, Anda juga bisa membuat konten yang membahas topik-topik yang masih relevan dengan produk.
Sebagai contoh, jika Anda menjual perangkat elektronik seperti laptop atau handphone, coba buat konten educational mengenai tips perawatan gadget atau mengulas fitur-fitur yang belum banyak diketahui oleh pengguna.
Jenis content pillar ketiga adalah conversational, yang fokusnya untuk mengajak audiens berinteraksi dengan brand. Konten interaksi efektif untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dari audiens serta menaikkan Risca Fadillah Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami