File .htaccess adalah file konfigurasi yang digunakan untuk mengelola web server Apache. File ini merupakan file text sederhana yang ditulis menggunakan format ASCII.
Dengan menggunakan file .htaccess, Anda bisa mengatur konfigurasi server untuk direktori tertentu seperti direktori root situs atau subdirektori yang dibuat untuk mengaktifkan dan menonaktifkan fungsionalitas website yang sedang berjalan.
File .htaccess memiliki beberapa fungsi penting bagi website, mulai dari konfigurasi perizinan pengguna, handling error, mengatur ulang URL, melakukan redirect URL tertentu, dan sebagainya. Adapun fungsi .htaccess adalah sebagai berikut:
Jika Anda ingin mengubah halaman yang ingin dimuat terlebih dahulu, maka Anda bisa mengubah konfigurasi default homepage melalui file .htaccess. Misalnya, ketika Anda ingin mengubah halaman awal dari index.html menjadi homepage.html, maka Anda bisa mengubah konfigurasi homepage menggunakan kode berikut ini:
DirectoryIndex homepage.htmlAnda juga bisa menambahkan beberapa file dalam konfigurasi ini, sehingga jika web server tidak menemukan file tersebut, maka akan memeriksa file selanjutnya.
DirectoryIndex index.html homepage.html config.phpSalah satu fungsi file .htaccess adalah memungkinkan Anda untuk memblokir IP atau rentang IP tertentu agar tidak mengunjungi website Anda. Untuk menerapkan fungsi ini, Anda perlu menambahkan beberapa perintah berikut dalam file .htaccess.
Menolak IP Tertentu
Dengan menggunakan perintah berikut, Anda bisa memblokir alamat IP yang Anda inginkan. Cukup tambahkan baris perintah berikut di file konfigurasi Anda.
Order Deny,Allow
Deny from 192.168.2.110
//kode 192.168.2.110 merupakan alamat IPv4 spesifik yang ditolak
Menolak Daftar IP
Anda juga bisa menolak beberapa alamat IP sekaligus, caranya mirip seperti perintah sebelumnya. Namun, Anda perlu membuat daftar IP yang ingin ditolak sebagai berikut:
Order Deny,Allow
Deny from 192.168.2.110
Deny from 192.120.120.120
Memblokir Domain Tertentu
Jika Anda ingin memblokir domain tertentu (misalnya domain_example.com) untuk mengakses website Anda, maka Anda bisa menerapkan perintah di bawah ini. Dengan pengaturan ini, website yang menautkan halaman web Anda, akan menampilkan error 403 - forbidden ketika seseorang mengklik URL Anda melalui domain tersebut.
SetEnvIfNoCase Referer “domain_example.com” bad_referer
Order Allow,Deny
Allow From ALL
Deny from env=bad_referer
Memblokir atau Mengizinkan Rentang IP
Anda juga bisa memblokir atau mengizinkan rentang IP address tertentu yang mencoba mengakses halaman website Anda. Perhatikan baris kode yang bisa Anda tambahkan dalam file konfigurasi berikut:
Order Deny, Allow
//perintah untuk memblokir rentang IP, tanda bintang (*) mewakili seluruh octet IP
Deny from 192.168.*.*
//perintah untuk mengizinkan rentang IP
Allow from all
Fungsi .htaccess adalah membantu pemilik web memberikan otoritas kepada siapa saja yang berhak mengakses folder dari suatu website. Misalnya, mengatur perbedaan hak akses yang dimiliki pengunjung, admin website, dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan file penting yang ada di website, perintah yang bisa digunakan yaitu IndexIgnore */*, dan lainnya.
Ketika website sedang dalam tahap perbaikan atau maintenance, Anda bisa mengatur redirect suatu halaman melalui file .htaccess. Selain itu, Anda juga bisa menerapkan praktik redirect untuk menambah traffic menuju halaman web yang diinginkan. Perintah yang bisa digunakan yaitu:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainanda.com [NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainbaru.com/$1 [L,R=301,NC]
Atau Anda dapat menggunakan kode yang lebih sederhana berikut:
Redirect 301 /home/html/web/index.html https://www.domainbaru.com/home.htmlHal unik dari fungsi .htaccess adalah memungkinkan Anda membuat halaman error secara kustom. Hal ini mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika website sedang maintenance atau hal lainnya. Anda cukup mendefinisikan halaman error Anda pada file konfigurasi tersebut.
Sejumlah pesan error yang mungkin terjadi yaitu 400 - Bad Request, 401 - Authorization Required, 403 - Forbidden, 404 - Not Found, 500 - Internal Server Error, dan lainnya. Dengan membuat halaman error, Anda bisa menunjukkan profesionalisme pemilik web dalam menangani masalah website. Contoh kode yang bisa Anda gunakan:
//Mengalihkan halaman error dengan file HTML
ErrorDocument 403 /403.html
//Mengalihkan halaman error dengan file PHP
ErrorDocument 404 /error.php?q=404
Salah satu fungsi .htaccess adalah untuk mendukung proses autentikasi pada halaman web, Anda bisa melindungi direktori Anda dengan menambahkan username dan password untuk mengaksesnya. Kode yang bisa Anda tambahkan pada file .htaccess adalah sebagai berikut:
AuthName “Your Folder”
AuthUserFile /path/to/password/file/.htpasswd
AuthType Basic
require valid-user
Baris pertama merupakan perintah yang memberi tahu web server Apache bahwa direktori website yang ingin dilindungi dengan password adalah “Folder Anda”. Baris kedua menunjukkan direktori tempat Anda menyimpan folder.
Kemudian, baris selanjutnya merupakan jenis autentikasi yang ingin Anda gunakan, pada kode di atas tipe yang digunakan adalah autentikasi basic HTTP. Sedangkan baris akhir adalah perintah yang mengatakan bahwa Anda perlu kredensial yang valid untuk mengakses direktori tersebut.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami