Google Autocomplete adalah suatu fitur pencarian Google yang membantu user untuk melengkapi search query. Sistem otomatis ini dapat memudahkan user melakukan penelusuran tanpa harus menulis kueri secara lengkap. Fitur autocomplete dapat ditemukan di halaman utama Google, aplikasi smartphone, dan bilah alamat di Chrome.
Setiap kali melakukan pencarian, user akan melihat daftar istilah yang berhubungan dengan kueri. Biasanya sejumlah keyword akan terlihat ketika Anda mengetikkan kueri yang dimasukkan di kotak pencarian.
Dengan kata lain, fitur autocomplete bisa juga dikatakan sebagai alat prediksi teks. Tujuannya adalah untuk membantu user melakukan penelusuran di web secara menyeluruh yang masih relevan dengan search intent awal.
Prediksi yang ditampilkan melalui fitur autocomplete mencerminkan pencarian secara nyata lewat Google. Untuk menentukan teks prediksi, sistem di Google mencari kueri-kueri yang cocok antara satu sama lain. Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam hal ini adalah:
Di samping mencari daftar teks prediksi yang relevan dengan kueri pencarian, Google pun juga menyaring beberapa kata kunci. Apabila menemukan kueri yang eksplisit, Anda dapat melaporkannya ke Google. Adapun beberapa karakteristik term yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan Google adalah sebagai berikut:
Setelah mengenal apa itu Google Autocomplete, saatnya Anda mengetahui seberapa pentingnya fitur ini dalam kegiatan SEO. Autocomplete menggunakan data dari pencarian yang telah dilakukan oleh berbagai user di seluruh penjuru dunia. Maka bisa disimpulkan bahwa prediksi teks tersebut bisa digunakan sebagai keyword untuk konten baru di website Anda.
Dengan kata lain, Anda bisa melakukan riset keyword dengan memperhatikan daftar teks prediksi yang ditampilkan di kotak pencarian. Untuk melakukannya, Anda bisa mengetikkan kueri tertentu yang sudah ditentukan. Setelahnya, carilah keyword yang relevan dengan niche website lewat autocomplete.
Fitur autocomplete tidak selamanya bekerja dengan sempurna. Terdapat beberapa teks prediksi yang terkadang tidak terduga. Di sini, prediksi yang dimaksud bukan merupakan fakta atau pendapat dari pencarian terdahulu. Prediksi tersebut dinilai kurang relevan dengan topik kueri.
Sebagai contoh, user ingin memasukkan kueri “time zone” untuk mencari informasi seputar zona waktu. Namun teks prediksi yang ditampilkan merujuk pada konten tentang wahana anak Timezone.
Berikut merupakan beberapa cara yang dilakukan Google untuk menyelesaikan isu-isu tersebut:
Sistem yang dibuat Google dapat mengidentifikasi teks prediksi yang berkaitan dengan konten kekerasan, seksual, diskriminatif, dan dapat membahayakan user. Hal ini termasuk konten tentang rumor yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya.
Apabila teks prediksi tidak dapat ditemukan oleh sistem secara otomatis, maka tim Google akan menghapusnya langsung. Dalam hal ini, kueri spesifik yang bermasalah dan variasinya akan menjadi target utama tim penegakan guideline Google.
Untuk mengoptimalkan riset keyword dengan autocomplete dalam kegiatan SEO, Anda perlu menerapkan beberapa cara di bawah ini:

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami