Gated Content adalah konten yang hanya dapat diakses apabila pengguna melakukan tindakan tertentu. Jika Anda pernah mengunjungi sebuah website, kemudian diminta untuk melakukan registrasi sebelum mengakses kontennya, itu merupakan sebuah contoh Gated Content, atau konten yang terjaga.
Pada umumnya, pengguna perlu memberikan detail kontak serta beberapa informasi pribadi mereka. Selain itu, mungkin pengguna akan diminta menjawab beberapa pertanyaan tambahan, seperti: nama kantor atau institusi, posisi, bahkan jobdesc-nya dalam perusahaan tersebut.
Jenis konten ini cenderung informatif, mirip dengan konten-konten premium. Gated Content pada umumnya dapat diakses dengan gratis oleh pengguna.
Hanya saja, pengguna diminta melakukan registrasi atau mengisi beberapa jawaban pada formulir yang telah disediakan.
Ketika sudah mendapatkan data yang diinginkan, tim marketing dari website tersebut akan mengirimkan buletin, email campaign, bahkan melakukan komunikasi secara langsung dengan penggunanya melalui email.
Jenis konten ini pada umumnya berupa jurnal ilmiah, ebook, video, sheet template, hingga konten-konten informatif lainnya.
Setelah mengetahui apa itu Gated Content, selanjutnya Anda perlu mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya. Simak penjelasannya di bawah ini.
Pro:
Kontra:
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu kekurangan dari jenis konten ini adalah tidak bisa dioptimasi dari segi SEO. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa jenis konten ini tidak mengandung nilai SEO. Mengapa demikian?
Pada umumnya, jenis konten ini memiliki tujuan utama untuk mendapatkan lead baru. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa halaman yang mengandung Gated Content tidak memiliki trafik yang tinggi. Selain itu, jenis konten ini juga tidak dapat ditemukan dengan mudah oleh pengguna, karena mesin pencari tidak melakukan crawling terhadap jenis konten ini.
Kebanyakan jenis konten ini berbentuk dokumen seperti pdf, slide, hingga video. Maka dari itu, jenis konten ini tidak dapat dioptimasi dengan SEO, seperti artikel bebas akses pada umumnya. Jenis konten yang satu ini tidak bisa dioptimasi dengan setting keyword, seperti artikel bebas akses.
Meskipun begitu, konten yang terjaga ini bisa membuat isinya tetap “eksklusif”, sehingga akan meminimalisir risiko duplikasi oleh pihak-pihak lain. Selain itu, tim marketing akan mendapatkan lead berkualitas dengan kriteria yang sesuai dengan target marketing perusahaan.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami