Sebagai SEO Writer, saya selalu berusaha mengikuti pendekatan SEO terbaru dan data-data terkait di industri untuk menulis konten yang ramah SEO, kredibel, bernilai, dan dapat perform maksimal di SERP.

Call to action (CTA) menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pemasaran digital. Melalui CTA, pengunjung akan diarahkan untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membaca artikel lain, mendaftar layanan, atau mengunjungi halaman produk.
Dalam penerapannya, contoh call to action pada artikel website dapat ditampilkan melalui beberapa format, seperti teks yang disisipkan dalam paragraf, tombol dengan warna mencolok, hingga banner visual.
Karena setiap format memiliki tampilan dan cara penyampaian yang berbeda, respons terhadap implementasinya juga dapat bervariasi.
Untuk mengetahui format yang paling efektif dalam mendorong pengunjung mengakses halaman layanan, tim cmlabs melakukan A/B testing terhadap tiga jenis CTA pada artikel blog.
Pengujian ini membandingkan format text link, CTA button (tombol berwarna mencolok), dan CTA banner (dengan tambahan aset visual) yang bertujuan untuk mengukur jumlah interaksi yang dihasilkan oleh masing-masing format.
Secara garis besar, hasil pengujian menunjukkan bahwa CTA button mencatat tingkat interaksi tertinggi. Meski demikian, performanya banyak dipengaruhi oleh satu artikel dengan kontribusi klik yang dominan. Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Sebelum membahas hasil pengujian internal kami, penting untuk memahami tiga format CTA yang digunakan dalam eksperimen ini. Ketiganya memiliki karakteristik visual dan penempatan yang berbeda.

Text link merupakan contoh CTA di website yang disisipkan dalam bentuk tautan pada teks atau kalimat di dalam konten. Format ini umumnya menyatu dengan paragraf sehingga tidak terlalu mengganggu alur membaca.
Contoh call to action dalam bentuk text link adalah kalimat “Jasa SEO cmlabs” yang mengarahkan pengunjung ke halaman layanan SEO dari cmlabs.
Format ini cenderung terlihat sederhana dan mudah diterapkan. Namun, karena tampilannya menyatu dengan teks lain, pengunjung mungkin tidak langsung menyadari bahwa tautan tersebut mengarahkan mereka pada tindakan tertentu.

CTA button atau tombol CTA merupakan elemen interaktif yang dirancang agar lebih mudah dikenali oleh pengunjung. Tombol CTA biasanya menggunakan warna, ukuran, dan teks khusus untuk membedakannya dari elemen lain pada halaman.
Salah satu contoh CTA button yang kami terapkan adalah “Coba Jasa SEO cmlabs” yang mengarahkan pengunjung ke halaman layanan SEO dari cmlabs.
Dibandingkan dengan text link, tombol memiliki tampilan yang lebih menonjol. Penempatannya juga dapat diatur agar mudah ditemukan setelah pengunjung membaca informasi yang relevan.

CTA banner merupakan format ajakan bertindak yang ditampilkan dalam bentuk elemen visual, biasanya berupa kombinasi teks, gambar, dan tombol. Banner dapat ditempatkan di antara bagian artikel atau pada area tertentu di halaman website.
Contoh CTA banner pada artikel blog cmlabs adalah visual promosi layanan SEO yang dilengkapi dengan gambar, deskripsi singkat, dan tombol “Konsultasi Sekarang”.
Format ini menyediakan ruang lebih luas untuk menyampaikan pesan promosi. Penggunaan elemen visual juga dapat menarik perhatian pengunjung, meskipun efektivitasnya tetap bergantung pada relevansi pesan dan penempatan banner.
Baca juga: Google AI Overview vs Akal Manusia: Siapa Menang?
Ketiga format CTA, yaitu text link, button, dan banner, diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap interaksi pengunjung. Pengujian ini kami lakukan pada 20 artikel blog cmlabs dengan performa terbaik selama sebulan terakhir sebelum pelaksanaan A/B testing dengan tujuan membandingkan jumlah klik antar-CTA yang mengarah ke halaman layanan Jasa SEO cmlabs.
Kami membagi eksperimen menjadi tiga periode dengan masing-masing test case berjalan selama 21 hari. Setiap periode menggunakan satu format CTA agar hasilnya dapat dibandingkan berdasarkan data yang terkumpul. Sementara untuk metrik utama yang digunakan untuk mengevaluasi performa CTA yaitu sessions, click events, dan interaction rate.
Berikut detailnya:
Setelah seluruh periode pengujian selesai, kami memperoleh data yang menunjukkan perbedaan performa dari setiap format CTA.
Setelah seluruh periode pengujian selesai, kami memperoleh data yang menunjukkan perbedaan performa dari setiap format CTA.
Metrik | CTA Text Link | CTA Button | CTA Banner |
| Sessions* | 1.159 | 2.868 | 2.178 |
| Events CTA | 3 | 42 | 7 |
| Interaction Rate | 0,26% | 1,46% | 0,32% |
*sessions = total sessions pada 20 artikel selama periode pengujian.
Secara keseluruhan, CTA button menghasilkan jumlah klik dan interaction rate tertinggi. Sementara itu, text link mencatat interaksi paling rendah, diikuti oleh CTA banner yang hanya sedikit lebih tinggi.
Meski hasil awal menunjukkan keunggulan CTA button, data dari setiap periode perlu dilihat lebih jauh untuk memahami faktor yang memengaruhi performanya.
Pada pengujian pertama, kami menempatkan CTA dalam bentuk hyperlink di dalam paragraf artikel seperti berikut.

Selama periode pengujian, 20 artikel memperoleh 1.159 sesi kunjungan (sessions). Dari jumlah tersebut, tercatat 3 interaksi (1 event pada artikel /ai-search-google dan 2 event pada artikel /google-bard) dengan interaction rate sebesar 0,26%.

Hasil ini menunjukkan bahwa format CTA text link belum menghasilkan banyak klik menuju halaman layanan Jasa SEO cmlabs. Salah satu faktor yang mungkin memengaruhi hasil tersebut adalah tampilannya yang tidak terlalu menonjol sehingga berpotensi terlewat saat pengunjung membaca artikel.
Dari sisi trafik, 12 artikel mengalami peningkatan jumlah sesi, 7 artikel mengalami penurunan, dan 1 artikel tidak menunjukkan perubahan. Artinya, perbedaan jumlah kunjungan pada setiap artikel juga diperhatikan ketika mengevaluasi performa CTA.

Baca juga: Strategi Copywriting A/B Testing untuk Optimasi Halaman Website
Pada pengujian kedua, kami mengganti text link dengan CTA button. Perubahan ini bertujuan untuk mengetahui apakah tampilan yang lebih menonjol dapat mendorong lebih banyak pengunjung untuk melakukan klik.
Selama periode pengujian, total sessions mencapai 2.868 dengan 42 interaksi. Interaction rate yang diperoleh sebesar 1,46% menjadi angka tertinggi di antara ketiga format CTA yang diuji. Interaksi tersebut tersebar pada 7 artikel, di mana dua tanggal dengan jumlah interaksi tertinggi masing-masing mencatat 5 klik.

Namun, kontribusi klik ternyata terkonsentrasi pada satu artikel, yaitu /google-bard. Artikel ini menghasilkan 29 dari total 42 interaksi atau sekitar 69% dari keseluruhan klik CTA button. Artikel /cara-membuat-hook-konten menyumbang 6 interaksi, sedangkan lima artikel lainnya masing-masing menghasilkan 1–2 interaksi.

Menariknya, artikel /jenis-jenis-search-engine yang mencatat traffic tertinggi dengan 726 sessions justru tidak menghasilkan klik CTA.
Temuan ini memperlihatkan bahwa jumlah kunjungan yang tinggi tidak selalu diikuti oleh interaksi CTA. Relevansi antara topik artikel dan penawaran yang ditampilkan bisa jadi turut berpotensi memengaruhi keputusan pengunjung untuk mengklik tombol.
Selain itu, kami juga melakukan analisis dengan mengecualikan artikel /google-bard untuk melihat apakah keunggulan CTA button tetap terlihat ketika kontribusi artikel tersebut tidak dihitung.
Hasilnya, CTA button mencatat 13 interaksi dari 2.394 sesi dengan interaction rate sekitar 0,54%. Angka ini lebih tinggi daripada CTA text link yang memperoleh 0,26%, tetapi perbedaannya belum menunjukkan keunggulan yang signifikan secara statistik.

Dengan melihat hasil analisis di atas, dapat dikatakan bahwa tingginya interaction rate CTA button secara keseluruhan masih sangat dipengaruhi oleh satu artikel.
Pada pengujian ketiga, kami menggunakan CTA banner sebagai format ajakan mengunjungi layanan Jasa SEO cmlabs yang lebih menarik secara visual. Elemen ini diharapkan dapat menarik perhatian pengunjung melalui kombinasi teks dan tampilan grafis.

Hasilnya, 20 artikel yang diuji memperoleh 2.178 sesi kunjungan dan menghasilkan 7 interaksi. Sementara interaction rate yang tercatat sebesar 0,32%. Jika dibandingkan dengan CTA button, jumlah interaksi CTA banner memang jauh lebih rendah. Namun, klik yang dihasilkan terlihat lebih tersebar pada beberapa artikel.
Di sisi lain, hanya 6 dari 16 pengamatan yang mencatat interaksi CTA. selain itu, 15 dari 20 artikel mengalami penurunan jumlah sesi selama periode pengujian.
Interaction rate CTA banner di angka 0,32% juga terlihat sedikit lebih tinggi daripada CTA text link yang mencapai 0,26%. Akan tetapi, selisih tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa CTA banner memiliki performa yang lebih baik secara menyeluruh.
Baca juga: Google vs GPT Search: Mana yang Lebih Unggul?
Berdasarkan hasil analisis dari tiga format CTA yang diuji, CTA button mencatat jumlah interaksi dan interaction rate tertinggi. Hasil ini menjadikannya kandidat utama untuk pengujian lanjutan pada artikel.
Namun, kontribusi artikel /google-bard yang mencapai sekitar 69% dari total klik menunjukkan bahwa hasil tersebut belum dapat digeneralisasi ke seluruh artikel. Setelah kontribusi artikel tersebut dikeluarkan, perbedaan interaction rate antara CTA button dan text link belum terbukti signifikan secara statistik.
CTA banner juga belum menunjukkan peningkatan yang cukup berarti dibandingkan text link. Oleh karena itu, pengujian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui apakah perbedaan format benar-benar berpengaruh terhadap keputusan pengunjung.
Ke depannya, pengujian dapat dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian CTA dengan topik artikel atau penempatan elemen. Dengan pendekatan berbasis data, Anda pun dapat menentukan format CTA yang paling relevan untuk mendorong pengunjung mengakses halaman layanan jasa SEO.
Nah, bagi Anda yang ingin meningkatkan visibilitas website sekaligus menjangkau audiens yang relevan, Anda dapat memanfaatkan layanan Jasa SEO cmlabs. cmlabs menawarkan strategi SEO full funnel yang dipersonalisasikan untuk bisnis Anda serta memberikan peluang lebih besar bagi website untuk direkomendasi oleh berbagai platform AI.
Selain itu, tersedia juga Jasa Penulisan cmlabs untuk membantu Anda memproduksi artikel dengan CTA yang tepat untuk meningkatkan CTR. Hubungi tim marketing cmlabs untuk mendiskusikan kebutuhan website Anda, baik dari sisi teknis maupun penulisannya!
Risca Fadillah
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya! Di cmlabs, kami senang berbagi artikel-artikel baru dan keren seputar SEO setiap minggunya. Jadi, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini tentang topik yang kamu minati. Jika kamu benar-benar suka dengan konten-konten di cmlabs, kamu bisa bergabung dengan newsletter email kami Dengan berlangganan, kamu akan mendapatkan pembaruan langsung di kotak masukmu. Oh ya, kalau kamu tertarik untuk berkontribusi sebagai penulis di cmlabs, jangan khawatir! Kamu bisa menemukan informasi lebih lanjut di sini Jadi, ayo bergabung dengan komunitas cmlabs dan ikuti perkembangan terbaru seputar SEO bersama kami!
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami