Pengertian subdomain adalah sebuah nama atau informasi tambahan yang ada di bagian awal dari sebuah domain website. Mengenal apa itu subdomain dapat membantu Anda mengorganisasikan konten website secara spesifik dan memisahkannya dari bagian website lainnya.
Sebagai sebuah gambaran untuk menjelaskan apa itu subdomain, anggaplah domain sebagai rumah dan subdomain sebagai ruangan. Setiap ruangan memiliki fungsinya masing-masing, namun ruangan tersebut masih menjadi bagian dari sebuah rumah.
Pada alamat utama dari website biasanya Anda akan menemukan subdomain berupa ‘www’ atau World Wide Web. Namun, subdomain ini bisa Anda ganti sebagai bagian yang berbeda dari domain utama dengan fungsi spesifik.
Setelah mengetahui apa itu subdomain, Anda juga perlu mengetahui apa saja fungsinya bagi website. Beberapa fungsi subdomain adalah sebagai navigasi website dan tempat untuk membuat konten lokal.
Subdomain dapat Anda dalam mengorganisasikan konten dengan beragam fungsi yang berbeda pada sebuah website. Hal ini juga dapat memudahkan audiens untuk menemukan beragam fungsi konten yang dimiliki oleh website Anda.
Subdomain juga akan berguna apabila bisnis Anda memiliki beberapa cabang di berbagai tempat. Anda tidak perlu membuat nama domain baru yang berbeda untuk setiap lokasi. Cukup tambahkan nama kota atau daerah di bagian subdomain website Anda.
Jika masih belum ada gambaran mengenai apa itu subdomain, Anda bisa melihat beberapa contoh penggunaan subdomain yang paling sering digunakan oleh berbagai website. Ada beberapa contoh subdomain yang bisa Anda terapkan pada website bisnis Anda.
Masing-masing dari contoh subdomain ini memiliki fungsi yang berbeda. Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. Berikut adalah beberapa contohnya:
Anda sudah mengetahui apa itu subdomain, fungsinya pada website, dan contoh-contoh yang bisa Anda terapkan. Selanjutnya, bagaimana cara membuat subdomain? Berikut ini adalah tahapan yang bisa Anda lakukan:
Pilih nama subdomain berdasarkan fungsi yang Anda butuhkan pada subdomain tersebut. Anda bisa mengikuti contoh subdomain yang sudah dijabarkan sebelumnya untuk mengambil keputusan mengenai nama dari subdomain website Anda.
Jika sudah menentukan nama subdomain, Anda bisa masuk ke cPanel. Ada berbagai cara untuk bisa masuk ke cPanel tergantung pada penyedia hosting dari website Anda. Agar lebih jelas, tanyakan kepada penyedia hosting mengenai cara untuk masuk ke cPanel.
Pada beranda cPanel, temukan bagian ‘domain’ lalu buka menu ‘subdomain’. Anda akan menemukan kolom untuk memasukkan nama subdomain dan kolom untuk memasukkan nama domain utama. Isi kolom tersebut sesuai nama subdomain yang ingin digunakan. Jika sudah, tekan tombol ‘create’.
Setelah nama subdomain dibuat, Anda bisa lanjut ke bagian DNS atau domain name system. Pada bagian ini, tekan tombol ‘add’. Selanjutnya, tentukan kemana subdomain Anda akan terhubung. Anda bisa pilih antara IP address, server, atau wildcard domain.
Jika Anda sudah mengikuti semua tahapan yang telah dijabarkan diatas maka subdomain Anda sudah selesai dibuat dan siap untuk digunakan. Selamat mencoba

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami