Usability testing adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menguji atau mengevaluasi desain user experience terhadap sebuah sistem supaya bisa lebih mudah digunakan. Pada umumnya, profesi yang bertanggung jawab atas usability testing adalah UX Researcher atau UX Developer.
Usability testing adalah sebuah tahapan yang tak boleh terlewat, sebab usability testing bertujuan untuk memastikan bahwa sebuah website atau aplikasi benar-benar layak untuk digunakan khalayak umum.
Pada umumnya, UX Researcher atau UX Developer melakukan pengujian sistem kepada beberapa orang, untuk mengetahui apakah sistem tersebut sudah user friendly atau belum.
Usability testing adalah jenis pengujian yang berbeda dari user testing. Jika pada user testing Anda akan diminta memberikan evaluasi terhadap desain interface sebuah sistem, maka pada usability testing Anda akan diminta memberikan evaluasi terhadap kelayakan dan kemudahan sebuah sistem untuk diakses calon pengguna.
Setelah mengetahui apa itu usability testing sekaligus perbedaanya dengan user testing, kini tiba saatnya Anda mengetahui apa saja metode yang dapat digunakan untuk melakukan usability testing.
Metode usability testing adalah cara yang digunakan oleh UX Developer dalam melakukan pengujian kelayakan sistem kepada calon pengguna. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Metode usability testing yang pertama adalah moderated remote usability testing. Metode usability testing yang satu ini merupakan metode pengujian yang dilakukan secara remote atau jarak jauh. Pada metode ini, pihak peneliti akan memandu Anda dalam menjalankan beberapa fitur yang terdapat dalam sebuah website atau aplikasi.
Sembari memandu Anda, pihak peneliti juga akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda. Jawaban dari Anda lah yang nantinya akan dijadikan bahan evaluasi untuk mengembangkan website tersebut menjadi lebih baik.
Metode usability testing yang kedua adalah explorative test. Metode pengujian usability yang satu ini memungkinkan peneliti untuk melakukan riset dengan konsep forum group discussion, di mana para calon pengguna diminta untuk saling berdiskusi dan menyampaikan opininya masing-masing terkait sistem yang sedang diujikan.
Dengan metode ini, peneliti berpotensi untuk lebih banyak mendapatkan insight karena melibatkan beberapa calon pengguna dalam sekali waktu pengujian. Peneliti dapat mengetahui ide-ide baru, hingga melihat peluang pasar pada saat bertukar pikiran dengan para calon pengguna sistem yang diujikan.
Metode in-person testing merupakan metode pengujian usability yang mengharuskan peneliti dan calon pengguna berada di satu tempat yang sama, secara langsung.
Pada umumnya, pengujian usability dengan metode ini menghasilkan bahan evaluasi yang lebih spesifik. Di sini, peneliti dapat mengetahui perilaku pengguna secara langsung pada saat menggunakan aplikasi atau website yang diujikan.
Usability testing adalah tahapan pengembangan sistem yang tidak boleh terlewatkan. Mengapa? Sebab sebuah sistem yang dikembangan secara teoritis, atau hanya melihat dari satu perspektif, berpotensi menimbulkan masalah yang tidak terduga sebelumnya.
Usability testing adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan, sebab pengujian ini melibatkan calon pengguna secara langsung. Dengan mengetahui evaluasi dari pengguna, developer akan lebih mudah dalam menyusun prioritas pada sebuah website atau aplikasi.
Selain itu, Anda juga bisa mengetahui secara langsung apakah sistem yang dibangun telah sesuai dengan keinginan pengguna. Aksesibilitas sistem yang baik merupakan salah satu faktor utama mengapa usability testing sangat wajib untuk dilakukan.

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami