Sistem informasi adalah serangkaian teknologi informasi yang mendukung manajemen untuk mengelola, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi.
Menurut Henry Lucas, sistem informasi adalah kegiatan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Sedangkan menurut Alter, sistem informasi adalah sistem kerja di mana mesin dan manusia bekerja bersamaan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan untuk memproduksi sesuatu untuk pelanggan.
Tujuan adanya sistem informasi adalah untuk mengolah data yang tersedia menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan di suatu perusahaan.
Sistem informasi juga memiliki beragam ciri, di antaranya:
Setelah mengetahui pengertian sistem informasi, mari pelajari fungsinya. Selain bertujuan untuk mengolah data menjadi informasi, sistem informasi juga memiliki berbagai fungsi. Adapun sistem informasi adalah sebagai berikut.
Fungsi sistem informasi adalah mengumpulkan data yang telah didapatkan dari pengguna. Data ini kemudian digunakan oleh sistem informasi agar bisa menjalankan operasional.
Fungsi sistem informasi yang selanjutnya adalah menyimpan data. Setelah data dikumpulkan, sistem informasi kemudian menyimpannya ke dalam sebuah sistem agar bisa diolah di masa depan.
Data yang tersimpan, baik yang relevan atau tidak terhadap organisasi, akan diolah sehingga bisa menghasilkan sebuah informasi yang dibutuhkan perusahaan.
Selain itu, sistem informasi juga memiliki fungsi sebagai berikut:
Sistem informasi memiliki serangkaian komponen agar bisa bekerja sebagaimana mestinya. Menurut O’Brien dan Marakas, komponen sistem informasi terdiri dari masukan dan keluaran.
Masukan adalah sumber data yang didapat, sedangkan keluaran adalah hasil olahan data yang menjadi informasi.
Masukan dan keluaran itu tentunya didukung oleh pilar-pilar. Berikut adalah pilar yang mendukung sistem informasi menurut O’Brien dan Marakas yang patut Anda ketahui.
Komponen sistem informasi adalah perangkat keras. Perangkat ini membantu sistem informasi agar bisa bekerja dengan baik.
Perangkat keras yang dapat mendukung sistem informasi adalah komputer, gawai, tablet, laptop, dan lain sebagainya.
Adanya perangkat keras tidaklah cukup untuk menjalankan sebuah sistem informasi. Diperlukan pula perangkat lunak seperti aplikasi agar bisa mengoperasikan sistem informasi, mengumpulkan, serta menyimpan data.
Jika Anda telah memiliki perangkat keras dan lunak, maka selanjutnya Anda perlu menyiapkan sumber daya manusia sebagai yang mengoperasikan perangkat tersebut.
Pilihlah sumber daya manusia dengan keahlian di bidangnya agar bisa mengolah data dengan baik dan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi organisasi.
Agar sistem informasi bisa berjalan, dibutuhkan data dari berbagai sumber yang kemudian disimpan pada database.
Informasi yang terkumpul kemudian bisa diolah dan dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis.
Komponen yang terakhir adalah sumber jaringan. Hal ini mencakup jaringan nirkabel yang dapat menghubungkan perangkat agar bisa mengumpulkan dan bertukar data.
Sumber jaringan yang cepat sangatlah penting agar pekerjaan bisa berjalan dengan efektif dan sistem menjadi teratur.
Terdapat berbagai macam jenis sistem informasi yang perlu Anda cermati agar bisa menentukan keputusan bisnis yang tepat. Adapun jenis-jenis sistem informasi adalah sebagai berikut.
Sistem pendukung keputusan adalah salah satu jenis sistem informasi yang berfungsi menentukan keputusan bagi organisasi.
Hal pertama yang dilakukan dalam sistem pendukung keputusan adalah mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, dan mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat. Hasilnya, Anda bisa mendapatkan solusi dari masalah yang ada pada organisasi.
Sistem informasi manajemen adalah sistem yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan bisnis menggunakan komponen sistem informasi yang ada. Sistem ini menyajikan solusi dari hasil analisis mendalam berdasarkan standar operasional dan manajemen.
Jenis ini mencatat transaksi yang berjalan dalam bisnis sehingga bisa memantau jalannya proses transaksi yang terjadi pada suatu organisasi.
Jenis ini memudahkan eksekutif perusahaan dalam membuat kebijakan berdasarkan informasi yang relevan.
Sistem ini menampilkan hasil laporan yang teruji dan memiliki tampilan antarmuka yang menarik.
Setelah memahami pengertian, jenis, dan komponen, mari pelajari contoh sistem informasi di berbagai bidang bisnis. Contoh sistem informasi adalah sebagai berikut.
Contoh sistem informasi adalah e-learning. E-learning adalah sistem informasi yang mengatur proses belajar mengajar, mengolah data murid dan tenaga pendidik, dan mengolah informasi yang berhubungan dengan pendidikan.
E-commerce adalah contoh sistem informasi di bidang ekonomi dan bisnis. Sistem ini mencatat transaksi penjualan dan pembelian, baik yang dilakukan di loka pasar, situs web, atau gawai.
Sistem informasi ini menggabungkan peralatan elektronik di perangkat server untuk jaringan komputer. Sistem ini digunakan untuk memudahkan proses komunikasi agar berjalan dengan baik.
Risca Fadillah
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami