Short tail keywords adalah adalah kueri pencarian yang menggunakan frasa pendek, merujuk pada topik yang sangat umum, dan memiliki volume pencarian yang tinggi. Ini adalah kata kunci populer yang sering digunakan orang untuk mencari informasi secara online.
Berikut adalah beberapa contoh short tail keyword:
Karena sifatnya yang umum, maka tingkat persaingannya pun tinggi. Artinya, akan sedikit sulit untuk mendapatkan peringkat tinggi di halaman hasil mesin pencari (SERP) dengan kata kunci ini.
Meski begitu, short tail keywords sering digunakan sebagai 'benih' untuk menemukan beberapa variasi kata kunci yang lebih panjang. Karena itu, ada beberapa nama lain untuk kata kunci ini, seperti:
Banyak orang menggunakan seed keyword untuk memulai pencarian mereka pada topik tertentu. Jadi, meskipun sulit untuk meraih peringkat tinggi dengan short tail keyword, kata kunci ini tetap sangat berharga karena berperan sebagai fondasi untuk menghasilkan ribuan kata kunci lainnya.
Perbedaan long tail keyword dan short tail keyword bisa dilihat dengan jelas dari panjangnya. Jika short tail keyword merupakan kata kunci singkat, long tail keyword adalah kata kunci yang lebih panjang dan spesifik.
Kebanyakan long tail keyword memiliki volume pencarian yang lebih rendah dibandingkan dengan short tail keywords. Hal ini dikarenakan long tail keyword menargetkan pencarian yang lebih spesifik sehingga audiens yang mencarinya lebih terbatas dibandingkan dengan short tail keyword yang bersifat lebih umum.
Misalnya, short tail keyword menargetkan kata kunci seperti ‘sepatu lari’, sedangkan contoh long tail keyword adalah ‘sepatu lari terbaik untuk wanita’. Berikut adalah beberapa contoh lainnya:
Short Tail Keywords | Long Tail Keywords |
| Resep masakan | Resep masakan Chinese sehari-hari |
| Rumah | Cara membeli rumah pertama |
| Inovasi teknologi | Inovasi teknologi dalam pendidikan |
| Bisnis rumahan | Cara bisnis rumahan untuk pemula |
| Hotel Bali | Hotel Bali dengan private pool |
Meski short tail keywords memiliki tingkat persaingan yang sengit, Anda bisa mendapat sejumlah keuntungan dengan memanfaatkan kata kunci ini. Berikut adalah beberapa keuntungan dari menargetkan short tail keyword:
Karena short tail keyword bersifat lebih luas dan umum, peluang website Anda untuk muncul di berbagai jenis pencarian yang relevan pun semakin besar. Dengan demikian, visibilitas situs web Anda di berbagai segmen pasar juga bisa ikut meningkat.
Short tail keyword umumnya memiliki volume pencarian yang tinggi karena lebih sering digunakan oleh pengguna dalam pencarian online. Artinya, jika Anda sukses memenangkan ranking teratas dengan short tail keywords, maka peluang website untuk muncul di hasil pencarian dan mendatangkan lebih banyak traffic akan semakin besar.
Short tail keyword sering kali mencakup brand atau nama perusahaan Anda. Dengan kata lain, memasukkan nama brand dalam kata kunci pendek ini juga dapat membantu meningkatkan brand awareness di antara calon pelanggan.
Menggunakan short tail keyword memungkinkan Anda menjangkau berbagai topik relevan dalam satu frasa. Dengan begitu, audiens yang memiliki minat beragam pun dapat terhubung dengan konten Anda.
Meskipun persaingan short tail keywords sangat ketat di dunia SEO, namun kata kunci ini bisa menjadi bagian penting dari strategi SEO jangka panjang Anda.
Dengan fokus yang tepat, Anda dapat memperoleh peringkat tinggi, yang pada akhirnya dapat mendatangkan lebih banyak traffic organik.
Jika Anda berhasil bersaing dan muncul di halaman hasil pencarian meski dengan tingkat persaingan yang tinggi, hal ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi website Anda. Keberhasilan ini akan meningkatkan visibilitas website di mesin pencari dan memperkuat posisi Anda di antara para pesaing.
Karena persaingan yang tinggi, Anda memerlukan beberapa tips agar konten dengan short tail keyword dapat menduduki peringkat teratas mesin pencari. Berikut adalah tips menggunakan short tail keyword yang harus Anda ketahui:
Mulailah dengan membuat daftar kata kunci umum yang berhubungan dengan bisnis Anda. Misalnya, jika Anda menjual perlengkapan pesta, maka kata kunci seperti "piring kertas", "peralatan plastik", atau "dekorasi pesta" bisa menjadi contoh keyword potensial.
Setelah mengetahui keyword utama yang ingin ditargetkan, selanjutnya cari tahu kata kunci pendukung yang relevan melalui bantuan berbagai macam tools, misalnya Google Keyword Planner. Anda bisa menemukan ide-ide baru seperti "dekorasi pesta Star Wars" atau "piring kertas anak-anak".
Ingin menarik pelanggan lokal? Jika ya, maka Anda perlu menambahkan lokasi ke kata kunci Anda. Misalnya, alih-alih hanya menggunakan "perbaikan komputer", gunakanlah keyword "perbaikan komputer di Jakarta".
Dengan begitu, Google akan menampilkan website Anda kepada orang-orang yang mencari jasa perbaikan komputer di daerah tersebut. Ini adalah cara efektif untuk menjangkau pelanggan potensial di sekitar Anda.
Saat Anda mengoptimalkan listing Google My Business, pastikan juga untuk menyertakan short tail keywords yang menjadi target Anda. Ini dikarenakan Google akan menampilkan hasil pencarian berdasarkan lokasi sehingga tidak masalah untuk menggunakan beberapa short tail keyword secara terpisah.
Risca Fadillah
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami