SEO cloud stacking adalah strategi SEO yang membangun jaringan situs web dan properti yang saling terhubung dan di-hosting di berbagai platform cloud seperti AWS, Google Cloud, Microsoft Azure, dan lainnya.
Jaringan ini kemudian digunakan untuk mengarahkan otoritas dan meningkatkan peringkat ke situs web utama yang ingin Anda optimalkan.
Berikut adalah inti dari cara kerja SEO cloud stacking:
Berikut adalah manfaat SEO cloud stacking untuk website Anda:
Cloud stacking adalah proses pembuatan beberapa properti web yang saling mendukung satu sama lain. Berikut ini adalah cara melakukan SEO Cloud stacking:
Pertama, Anda sebaiknya memilih platform berbasis cloud yang terkenal dan memiliki otoritas tinggi serta metrik domain yang kuat, seperti Google Drive, Amazon S3, dan Microsoft OneDrive.
Platform-platform tersebut dapat menghosting konten Anda dan berfungsi sebagai lapisan utama dari strategi cloud stacking Anda.
Web 2.0 adalah situs di mana pengguna dapat membuat akun gratis dan mempublikasikan konten mereka sendiri. Platform ini sering kali memiliki otoritas domain yang tinggi.
Anda dapat mempublikasikan konten di sana dengan backlink ke situs web utama Anda untuk meningkatkan kinerja SEO situs Anda dengan backlink yang berkualitas.
Tak hanya itu, Anda juga bisa membuat beberapa properti web 2.0 di situs-situs seperti WordPress, Blogger, Tumblr, dan Medium.
Properti-properti ini akan mendukung situs web utama Anda dengan menautkan ke platform cloud yang saling terkait satu sama lain. Perlu diingat bahwa setiap properti harus berisi konten yang terkait dengan kata kunci dan niche target Anda.
Di setiap platform, Anda perlu mempublikasikan konten yang relevan dan bernilai bagi audiens.
Konten juga harus dioptimasi, seperti menyertakan kata kunci yang diletakkan secara strategis, serta menempatkan backlink ke situs web utama dan properti cloud lainnya.
Tujuannya adalah membuat jaringan konten yang saling terkait dengan cara memaksimalkan aliran link equity (SEO Juice) ke situs utama Anda.
Interlinking adalah tulang punggung dari cloud stacking. Setiap bagian dari konten di platform cloud harus terhubung ke bagian konten lain di platform yang berbeda.
Sebagai contoh, PDF yang disimpan di Google Drive dapat ditautkan ke postingan blog di WordPress, yang kemudian ditautkan ke gambar yang disimpan di Amazon S3.
Hal ini membuat "stacking" konten yang saling terkait yang memperkuat otoritas satu sama lain dan memberikan link equity ke situs web utama Anda.
Proses stacking juga melibatkan pembuatan lapisan tautan sekunder atau bahkan tersier. Hal ini bisa termasuk menautkan dari satu properti web 2.0 ke properti lainnya, dan kemudian menautkannya kembali ke penyimpanan cloud utama.
Tiered linking (tautan bertingkat) adalah strategi yang melibatkan pembuatan beberapa lapisan tautan yang mengarah ke situs web utama atau properti lain dalam campaign SEO Anda.
Untuk memperkuat dampak cloud stacking, Anda dapat membuat tautan tingkat 2 (Tier 2) dan tingkat 3 (Tier 3) yang mengarah ke platform cloud dan properti web 2.0 Anda:
Link-link tersebut dapat dapat berasal dari profil media sosial, forum, atau situs web eksternal lainnya.
Tujuan dari tingkatan tambahan ini adalah memperkuat otoritas dan nilai SEO dari cloud stack Anda tanpa secara langsung mempengaruhi situs web utama Anda.
Risca Fadillah
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami