Bagi Anda pengguna WordPress, sudahkah mengetahui apa itu noopener noreferrer? Pada dasarnya, atribut ini berfungsi untuk mengarahkan pengguna ke tab baru dengan keamanan koneksi yang terjaga. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.
Noopener merupakan atribut HTML yang berfungsi sebagai langkah keamanan untuk mencegah tautan jahat mendapatkan akses ke perangkat pengguna. Kejahatan ini pada umumnya disebut dengan phising atau tabnabbing. Menggunakan atribut target=”_blank” sendirian tanpa noopener mampu memperbesar risiko kejahatan siber.
Sebagai best practice-nya, kini Anda dapat menggunakan atribut noopener noreferrer bersama target=”_blank” menjadi seperti berikut ini:
<a href=”https://namadomainwebsite.com” target=”_blank” rel=”noreferrer noopener”>Tag rel=”noreferrer” adalah atribut HTML khusus yang dapat ditambahkan ke tag link (<a>). Atribut ini mampu mencegah penyampaian informasi perujuk ke situs web target dengan menghapus info rujukan dari header HTTP.
Ini berarti bahwa di Google Analytics, trafik yang berasal dari tautan yang memiliki atribut rel=”noreferrer” akan ditampilkan sebagai direct traffic, bukan referral traffic.
Contoh penggunaan atribut noreferrer dapat Anda lihat di bawah ini:
<a href="https://www.example.com" rel="noreferrer">Link to Example.com</a>Sebagai pemilik website, Anda tentunya menginginkan sistem keamanan tinggi yang membuat pengguna merasa aman dan nyaman. Namun, jika Anda ingin membangun dan mengimplementasikan strategi backlink yang baik, Anda tidak akan selalu menggunakan rel=”noopener noreferrer”. Untuk memasang internal link pada website, Anda tidak perlu menggunakan atribut ini.
Sebab, atribut ini akan berfungsi dengan baik pada tautan-tautan eksternal yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan bagi website Anda dan penggunanya.
Menggunakan rel=”noopener noreferrer” dapat memberitahu Google bahwa Anda peduli dengan keamanan setiap tautan yang terpasang pada website.
Menambahkan tag noopener noreferrer ke tautan memang tidak berdampak secara langsung pada SEO. Penggunaan atribut ini memiliki efek tidak langsung yang justru dapat menguntungkan bagi website Anda.
Salah satu cara untuk menarik perhatian webmaster lain adalah dengan menghubungkan tautan ke situs mereka. Semua webmaster memeriksa Google Analytics mereka setiap hari, terutama referral traffic.
Ketika mereka melihat trafik dari sebuah situs web, kemungkinan besar mereka akan memeriksanya dan membagikan halaman tersebut di media sosial, atau bahkan memutuskan untuk memberikan feedback dengan membangun backlink yang mengarah ke website Anda.
Pada kenyataannya, penggunaan atribut noopener noreferrer adalah salah satu cara yang direkomendasikan Google sebagai ide yang valid untuk mendapatkan backlink dari website lain.
Ketika Anda menambahkan rel="nofollow" ke external link, pada dasarnya Anda telah menginstruksikan mesin pencari untuk tidak meneruskan PageRank apa pun dari satu halaman ke halaman lainnya. Dengan kata lain, Anda memberitahu mesin pencari untuk mengabaikan tautan tersebut.
Perbedaan antara nofollow dan noreferrer adalah noreferrer tidak meneruskan informasi rujukan apapun ke browser tetapi tautannya diikuti. Sementara nofollow, informasi rujukan akan diteruskan ke browser tetapi tautannya tidak diikuti.
Jadi, noopener, noreferrer, dan nofollow bukanlah atribut yang sama. Gunakan nofollow pada tautan yang mencurigakan. Di sisi lain, gunakan atribut noreferrer jika Anda tidak ingin situs lain mengetahui tautan ke website Anda.

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami