Image metadata adalah teks berisi informasi terkait suatu file gambar yang disematkan ke dalam file tersebut. Image metadata menjabarkan detail tentang berbagai aspek gambar, seperti informasi teknis, data pencipta, tanggal pembuatan, hingga pengaturan kamera saat pengambilan gambar.
Pada umumnya, penggunaan metadata ini berfungsi dalam mengorganisir, mengelola, dan memahami gambar digital. Oleh sebab itu, keberadaan metadata ini sangat penting karena dapat digunakan untuk memproses dan mengenali beberapa tipe informasi penting.
Image metadata sering dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:
Metadata ini memberikan informasi tentang teknis sebuah file gambar, seperti produksi, pengolahan, hingga penyimpanan. Beberapa contoh informasi yang termasuk dalam technical metadata adalah format, resolusi, ukuran, tingkat kompresi, profil warna, dan aspek teknis lainnya yang berkaitan dengan produksi atau representasi digital dari file tersebut.
Metadata ini menunjukkan informasi tentang konten, karakteristik, dan deskripsi suatu file gambar. Biasanya, metadata ini digunakan untuk menggambarkan objek dan memberikan konteks terkait dengan isi atau makna yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, descriptive metadata yang efektif dapat mempermudah pencarian gambar.
Beberapa contoh informasi yang terdapat dalam descriptive metadata, yaitu nama pembuat gambar, kata kunci khusus untuk gambar, keterangan, judul, komentar, atau informasi lainnya terkait file gambar tersebut.
Metadata ini memiliki bentuk seperti descriptive metadata. Namun, metadata ini berfokus pada informasi terkait dengan proses administratif, hak cipta, pengaturan kebijakan, dan pemeliharaan file gambar.
Beberapa contoh informasi yang terdapat dalam administrative metadata, yaitu hak penggunaan dan lisensi, pembatasan penggunaan kembali, informasi kontak untuk pemilik gambar atau jenis informasi serupa.
Format metadata ini adalah format yang paling sering digunakan dalam file gambar. Metadata EXIF menyimpan berbagai informasi terkait teknis file gambar, seperti lebar dan tinggi gambar, nilai aperture, waktu eksposur, model kamera dan informasi teknis lainnya.
Metadata ini dapat digunakan untuk memahami dan membantu dalam analisis detail teknis dan kondisi pengambilan gambar.
Format metadata ini menyediakan kerangka untuk menyimpan informasi administratif, deskriptif, dan editorial terkait dengan file gambar. Dalam metadata IIM, individu dan organisasi diberikan petunjuk untuk menambahkan detail ke file gambar seperti judul, genre, instruksi, pemilik atau pencipta, informasi lokasi dan kontak, spesifikasi hak cipta dan atribusi, serta jenis informasi serupa lainnya.
Format metadata ini berkaitan dengan profil warna yang disematkan dalam suatu file gambar. Informasi dalam metadata ini biasanya berkaitan dengan karakteristik warna file gambar, seperti profil warna, ruang warna, informasi kalibrasi, dan detail lainnya yang berkaitan dengan produksi warna yang akurat.
Format metadata ini dikembangkan oleh Adobe Systems. Metadata ini memiliki format berbasis XML untuk menampung berbagai informasi.
Metadata XMP dirancang sebagai metadata yang fleksibel dan dapat diakses oleh berbagai aplikasi dan perangkat lunak pengolahan file gambar. Oleh karena itu, metadata XMP dapat digabungkan dengan metadata EXIF dan IIM.
Terdapat dua cara untuk menambahkan image metadata ke file gambar, yaitu data terstruktur dan metadata foto IPC.
Data terstruktur merupakan implikasi antara file gambar dan halaman yang menampilkannya. Data ini harus ditambahkan ketika gambar digunakan, meskipun gambarnya sama. Berikut ini adalah cara melakukan pembuatan, pengujian, dan perilisan data terstruktur.
File gambar dapat langsung disematkan ke metadata foto IPTC. Sebaiknya gunakan software pengelolaan metadata untuk mengelola metadata file gambar, seperti ACDSee Photo Studio Ultimate 2023, Adobe Bridge (Desktop) 2022/v12, ataupun Adobe Photoshop (Desktop) 2022/v23.

Firda Amalia Mahmud
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami