Black box testing adalah metode pengujian untuk menganalisa fungsionalitas dari sebuah software atau aplikasi. Jenis pengujian ini tidak memerlukan pengetahuan khusus terkait kode program dari aplikasi yang sedang diuji.
Metode pengujian ini juga dikenal sebagai behavioral testing yang dilakukan untuk mengamati hasil input dan output dari suatu aplikasi. Biasanya, pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan aplikasi untuk mengetahui apakah aplikasi mampu berfungsi dengan baik.
Terdapat beberapa jenis-jenis black box testing yang mungkin dilakukan, di antaranya:
Functional testing adalah metode pengujian yang dilakukan pada setiap fungsi atau fitur dari suatu aplikasi. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa fungsionalitas aplikasi telah berjalan dengan baik. Contoh functional testing adalah:
Non-functional testing adalah pengujian yang dilakukan untuk menguji aspek diluar kebutuhan fungsional (non-fungsional). Non-functional testing berfungsi untuk memastikan kualitas dan kinerja aplikasi yang dikembangakan.
Contohnya seperti melakukan pengujian untuk melihat apakah aplikasi dapat dijalankan pada berbagai jenis perangkat dan ukuran layar. Beberapa jenis pengujian non-functional yaitu:
Beberapa kelebihan dalam pengujian ini yaitu:
Selain memiliki kelebihan, pengujian ini juga memiliki kekurangan yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih metode pengujian aplikasi:
Terdapat setidaknya tiga perbedaan yang membedakan kedua metode pengujian tersebut. Berikut adalah daftar perbedaannya:
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami