cmlabs logo

Supervene Search Odyssey

cmlabs Jakarta Jl. Pluit Kencana Raya No.63, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, 14450, Indonesia

(+62) 21-666-04470BIAYA COST-EFFECTIVE, HINGGA 5%!

KAMI TERBUKA UNTUK KERJASAMA DENGAN BERBAGAI NICHE

Organisasi Waralaba|Institusi Pendidikan|Perusahaan Jasa Profesional|Inkubator / Akselerator Startup|...dan 34 lainnya|…and 34 more

JasaLayanan Digital All-in-OneDigital MarketingLayanan Kreatif VisualWeb & App DevelopmentLihat Semua Layanan
PerusahaanTentang KamiHubungi KamiKarirPress ReleaseProteksi Whistleblower
InformasiPusat PemberitahuanClient's TestimonyFAQ Layanan cmlabs
LegalSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiKetentuan Layanan

Copyright © 2019-2026 PT CMLABS INDONESIA DIGITAL

Supervene Search Odyssey

cmlabs Jakarta Jl. Pluit Kencana Raya No.63, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, 14450, Indonesia

(+62) 21-666-04470
BIAYA COST-EFFECTIVE, HINGGA 5%!

KAMI TERBUKA UNTUK KERJASAMA DENGAN BERBAGAI NICHE

Organisasi Waralaba|Institusi Pendidikan|Perusahaan Jasa Profesional|Inkubator / Akselerator Startup| …and 34 more

JasaLayanan Digital All-in-OneDigital MarketingLayanan Kreatif VisualWeb & App DevelopmentLihat Semua Layanan
CompanyTentang KamiHubungi KamiKarirPress ReleaseProteksi Whistleblower
InformationPusat PemberitahuanClient's TestimonyFAQ Layanan cmlabs
LegalSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiKetentuan Layanan

Copyright © 2019-2026 PT CMLABS INDONESIA DIGITAL

Oleh cmlabs

Lihat Istilah Lain

All
( 0 dari 0 istilah )
Tidak ada istilah SEO yang ditemukan.
  1. Beranda
  2. Blog
  3. Black Box Testing

Apa itu Black Box Testing?

Black box testing adalah metode pengujian untuk menganalisa fungsionalitas dari sebuah software atau aplikasi. Jenis pengujian ini tidak memerlukan pengetahuan khusus terkait kode program dari aplikasi yang sedang diuji.

Metode pengujian ini juga dikenal sebagai behavioral testing yang dilakukan untuk mengamati hasil input dan output dari suatu aplikasi. Biasanya, pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan aplikasi untuk mengetahui apakah aplikasi mampu berfungsi dengan baik.

Jenis-Jenis Black Box Testing

Terdapat beberapa jenis-jenis black box testing yang mungkin dilakukan, di antaranya:

Functional Testing

Functional testing adalah metode pengujian yang dilakukan pada setiap fungsi atau fitur dari suatu aplikasi. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa fungsionalitas aplikasi telah berjalan dengan baik. Contoh functional testing adalah:

  • Smoke Test
  • Sanity Test
  • System Testing
  • Regression Testing
  • Integration Testing
  • User Acceptance Testing

Non-Functional Testing

Non-functional testing adalah pengujian yang dilakukan untuk menguji aspek diluar kebutuhan fungsional (non-fungsional). Non-functional testing berfungsi untuk memastikan kualitas dan kinerja aplikasi yang dikembangakan.

Contohnya seperti melakukan pengujian untuk melihat apakah aplikasi dapat dijalankan pada berbagai jenis perangkat dan ukuran layar. Beberapa jenis pengujian non-functional yaitu:

  • Usability Testing
  • Compatibility Testing
  • Scalability Testing
  • Performance Testing
  • Load Testing

Kelebihan Black Box Testing

Beberapa kelebihan dalam pengujian ini yaitu:

  • Untuk menguji suatu aplikasi, penguji tidak perlu memiliki pengetahuan terkait bahasa pemrograman tertentu
  • Penguji aplikasi tidak perlu memeriksa kode program
  • Memungkinkan penguji dan developer bekerja sama secara independen tanpa mengganggu proses kerja satu sama lain
  • Guna menemukan inkonsistensi program, pengujian dilakukan berdasarkan sudut pandang pengguna
  • Dapat mengidentifikasi kekurangan atau bug program pada tahap awal pengujian
  • Efektif digunakan untuk pengujian aplikasi skala besar dan kompleks

Kekurangan Black Box Testing

Selain memiliki kelebihan, pengujian ini juga memiliki kekurangan yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih metode pengujian aplikasi:

  • Penguji tanpa pengetahuan teknis terkait bahasa pemrograman memiliki kemungkinan melewatkan skenario pengujian tertentu, sehingga bisa terdapat bug yang tidak teridentifikasi
  • Adanya kemungkinan pengujian tidak dilakukan dengan teliti karena deadline pengerjaan yang cukup singkat 
  • Tidak memungkinkan pengujian secara menyeluruh pada aplikasi skala besar dan kompleks

Perbedaan Black Box Testing dengan White Box Testing

Terdapat setidaknya tiga perbedaan yang membedakan kedua metode pengujian tersebut. Berikut adalah daftar perbedaannya:

  • Pengetahuan Teknis - pada black box testing penguji tidak perlu memiliki pengetahuan terkait struktur internal maupun kode program, sedangkan pada white box testing perlu.
  • Penguji - black box testing dilakukan oleh software tester, sedangkan white box testing dilakukan oleh software developer.
  • Tujuan Pengujian - black box testing berfungsi untuk menguji fungsionalitas program, white box testing berfungsi untuk melihat kesesuaian antara struktur internal aplikasi dengan software requirements.
Blog Card

cmlabs

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menyukai artikel ini?

Lihat Istilah Lain

All
( 0 dari 0 istilah )
Tidak ada istilah SEO yang ditemukan.

Berlangganan Newsletter kami

Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami

Layanan SEO
Penulisan Konten SEO
Penulisan Ahli
Pembelian Media
Update Terkini
SEO Timeline
Terakhir diperbarui: Apr 14, 2026
Google Bard: Definisi, Fitur, dan Cara Mudah Menggunakannya
Terakhir diperbarui: Apr 14, 2026
Homepage
Terakhir diperbarui: Apr 14, 2026