AMP (accelerated mobile page) adalah framework open source yang diluncurkan untuk membuat website seluler sederhana dimana membuat laman tersebut menjadi lebih cepat ketika di akses dengan mengurangi beberapa elemen yang dianggap berat saat memuat halaman.
Penerapan AMP pada website dapat memberikan keuntungan bagi Anda. Beberapa manfaat AMP adalah sebagai berikut:
Fitur ini membantu menyajikan proses pemuatan halaman dengan cepat kepada pengunjung melalui kode yang dioptimalkan, caching dan Jaringan Pengiriman Konten Google (CDN). Halaman yang dimuat dengan cepat kemungkinan akan meningkatkan tingkat konversi dan dapat menaikkan peringkat.
Google mengumumkan untuk beralih ke indeks mobile-first yang berarti bahwa situs web desktop tidak akan menjadi yang utama dalam menentukan peringkat . Sebaliknya, situs web seluler akan menentukan sebuah peringkat. Dengan mengadopsi AMP dapat membantu menaikkan peringkat halaman web.
Google mempromosikan situs web AMP di halaman hasil mesin pencarian. Untuk situs web berita yang menggunakan AMP dapat menampilkan berbagai macam berita. Untuk halaman biasa Google dapat menunjukkan icon AMP di bawah hasilnya. Jadi selain pengalaman yang baik, fitur ini juga menawarkan perhatian ekstra di SERP Google.
Elemen-elemen yang terdapat dalam Accelerated Mobile Pages adalah:
Pada AMP kode HTML halaman mobile yang dipercepat terbatas pada hal-hal yang penting. Ketika halaman dimuat, hanya satu permintaan HTTP dikirim.
AMP menggunakan kode JS asynchronous yang memungkinkan situs untuk mulai membangun sebelum semua elemen JS selesai dimuat.
Setiap cache AMP disimpan di berbagai server. data yang disimpan di dalam cache dapat dikirimkan ke pengguna melalui jalur sesingkat mungkin menggunakan jaringan pengiriman data.
Implementasi AMP pada website merupakan salah satu strategi yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas SEO. Berikut alasan mengapa AMP baik untuk SEO:
Jika situs web saat ini memuat sangat lambat, maka akan terjadi peningkatan secara instan ketika menggunakan AMP. Semakin lambat halaman dimuat, bounce rate akan meningkat sebesar 90%.
AMP sangat membantu kinerja server. Ketika halaman web menerima aktivitas traffic secara besar melalui perangkat seluler, maka halaman dengan fitur AMP dapat mengurangi strain pada server sehingga tidak menyebabkan server down.
Terdapat tempat pada hasil pencarian yang di khususkan untuk halaman AMP saja. Jika pengguna merupakan content creator, maka dianjurkan untuk menggunakan AMP untuk mengirimkan konten tersebut.
Halaman yang memiliki AMP akan memiliki ikon “kilat” pada SERPS. AMP dapat membantu dalam meningkatkan click-rate karena pengguna lebih memilih halaman dengan fitur AMP daripada halaman versi desktop sehingga dapat memberikan pengalaman baru bagi pengguna.
Dengan menggunakan AMP di situs e-commerce dapat meningkatkan convertsion rate. Karena semakin lama waktu muat dapat mengurangi tingkat konversi sebesar 7% dan banyak pengunjung yang akan meninggalkan halaman web tersebut jika membutuhkan waktu lebih dari 3 detik dalam memuat halaman.
Selain memberikan manfaat pada penilaian kualitas website, penerapan AMP juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, di antaranya:
Pengiklan dapat menggunakan AMP dengan berbagai format iklan berbeda. Konten iklan dimuat secara tidak sinkron, artinya pengalaman pengguna tidak terganggu oleh iklan yang mencegah halaman dimuat.
Penerbit mendapat untung dari penempatan situs web AMP di web berita terkemuka.
Website yang menggunakan AMP sangat cocok untuk pengguna. Mereka tidak perlu menunggu lama untuk memuat halaman dan mereka bahkan dapat percaya pada kinerja tinggi ketika mereka browsing melalui koneksi internet yang lambat.
Untuk menerapkan AMP pada suatu website, Anda dapat mengikuti cara menerapkan AMP berikut:
Pilih URL logis untuk halaman AMP, biasanya google menyukai URL halaman yang berfitur AMP ditempatkan sebagai item turunan dari halaman asli.
-- Contoh --
cmlabs.co/blog/
-- Menjadi --
cmlabs.com/blog/amp/Setelah implementasi AMP selesai, pengguna akan memiliki dua jenis halaman yaitu AMP dan non-AMP. Pengguna harus menghubungkan kedua halaman tersebut dengan menggunakan tag “link rel” untuk menghubungkan kedua halaman tersebut.
Google merekomendasikan untuk melacak halaman AMP di property Google analytic agar dapat membandingkan dengan benar statistic halaman non-AMP dan halaman AMP.
Mirip dengan halaman non-AMP, halaman yang berfitur Accelerated Mobile Pages harus berfungsi dengan baik. pengguna tidak ingin merujuk halaman AMP yang tidak mengembalikan status HTTP 200 OK.
Adapun keterbatasan yang dimiliki AMP antara lain:
Karena ketatnya pedoman implementasi AMP, sangat membatasi untuk situs web yang kaya fungsionalitas seperti website eCommerce dan oleh karena itu tidak direkomendasikan penggunaan AMP dalam kasus-kasus tersebut.
Banyak website mengandalkan iklan untuk menghasilkan pendapatan. Saat ini AMP hanya memiliki dukungan terbatas untuk menampilkan iklan.
cmlabs
Berlangganan Newsletter kami
Masukkan alamat email anda untuk menerima notifikasi Newsletter kami